lovely JANGAN ASEM
Entah sudah berapa lama aku kehilangan JANGAN ASEM. Yang kuingat, kali terakhir mendengarkan band “edan” yang digawangi arek-arek Unitomo Surabaya itu sekitar 1998 atau pas kelas 3 SMA.
Lirik-lirik otentik sarat kritik anak-anak JANGAN ASEM memang telah menghipnotisku. Terutama untuk album pertama. Buatku, sindiran dan segala macam sumpah serapah untuk keadaan sosial bangsa ini begitu mengena.
Apa yang mereka suarakan, apa adanya yang terjadi di negeri ini. Pejabat yang kemaruk, keloyoan mahasiswa yang notabene selalu diidentikkan dengan agen of change, hingga mimpi mustahil seorang bocah untuk menjadi presiden.
Sayang, JANGAN ASEM hanyalah band indie yang kasetnya tersebar berkat promosi mouth to mouth dan dari pagelaran campus to campus.
Andai saja JANGAN ASEM adalah Iwan Fals. Tentu mata hati jutaan rakyat juga akan lebih terbuka lebar melihat masih bejibunnya kebobrokan di kampung halaman kita, Indonesia.
Tapi ada untungnya jua JANGAN ASEM bukan Iwan Fals. Kalo iya, mungkin mahasiswa-mahasiswa kritis (dengan caranya sendiri itu) sudah kena subversif he..he..eniwei band ini top abislah. nakal, menggelitik, dan cerdas
Kali pertama tahu JANGAN ASEM pas SMA kelas 2. Beraktivitas di Ronggolawe Pecinta Alam (Rapala) menjadi jalan pembuka mengenal band yang personelnya banyak dari Mapalas Unitomo itu (tolong dikoreksi kalo salah rek).
Entah siapa yang kali pertama membawa kaset itu. Yang pasti, di kalangan anak-anak PA di Tuban, JANGAN ASEM menjadi sangat populer. Tiap kegiatan bareng dengan anak-anak Midori (PA-nya SMA 2 Tuban), MAHIPAL, dan senior-senior yang lain, ada saja yang muter lagu ini.
Saking seringnya mendengar, aku tanpa ragu jatuh cinta pada band ini. Sulit mengungkapkan alasan detailnya mengapa bisa begitu. Tapi, seperti kusebut di atas, lirik-liriknya sangat nakal tapi menusuk.
Meski penggemar, aku tak pernah punya kasetnya. Nah, di sinilah persoalannya. Aku dulu lumayan sering pinjam kasetnya Idha, temen sekelas. Tapi, suatu waktu, Idha juga kehilangan. Dia lupa siapa yang telah meminjamnya hingga tak pernah kembali lagi.
Pernah suatu saat pingin nitip temen yang pergi ke Surabaya untuk membelikan kaset seharga-saat itu-cuma Rp5000 itu. Tapi nasib tak berpihak. Urusan temanku terlalu banyak sehingga tak sempat berburu.
Dahagaku akan Ogok-ogok Thok, Jangan Asem, Teng-tengan Chiluk, Reggae Garuda, dan Janchoek Blues sempat terobati kala hidup sebulan di Surabaya. Ketika itu, baru lulus SMA dan ikut bimbingan belajar di Surabaya.
Pas banget, di Untag lagi digelar musik kampus. Biasa..untuk ngeramein euforia reformasi. Aku datang karena teman mengajak. Dia sih memburu Boomerang. Tak dinyana JANGAN ASEM juga hadir di sana. Wuihh.. aplaus 4 u!
Setelah itu tak pernah lagi telingaku mendengar suara mereka. Hingga waktu terus berputar..lulus kuliah, kerja, berbini hingga beranak. Dasar lagi untung, suatu malam pada September 2007, aku masuk ruang fotografer. Mas Fery, anak Kaliasin Surabaya (bagian koleksi foto) setel kenceng lagu-lagu JANGAN ASEM.
Spontan aku kaget. Tak warah, “lho mas sampean kok due lagu iki,”. Dia bilang,” sampean gelem ta mas,”. Tentu saja gak pake lama, langsung kusambut penawarannya. Tak sampai semenit, dia sudah memindah file dari dokumennya ke komputerku.
Mendengarkan JANGAN ASEM sekarang ini seperti menyeretku pada masa muda dulu (lha opo saiki wis tuwekk..?). Apapun, aku memang salut pada lirik-lirik mereka yang sangat brilian.
Saat sumpek, paling enak mengutip lagu mereka
“mau mabuk, ayo mabuk…”
“Mau misuh, ayo misuh..Jancukkkkk…!!!!)
CATATAN:
Yang tidak setuju dengan artikel ini, ora popo. Mbok Trimo Karepmu, Nggak Mbok Trimo Matamu.
March 24, 2008 at 3:43 am
saat -saat seperti dulu begitu indah dan ngangenin banget . disaat rutinitas membikin kita kehilangan simpati,empati dan tepo sliro..di saat frekuensi ketemu bisa di hitung dengan jari…andai aq bisa nembus ruang dan waktu..aq akan kembali ke jaman melekan dan berkreasi di tuban tercinta…
March 24, 2008 at 4:38 pm
setuju banget bos..
tak terasa, kita bukan lagi anak-anak muda
dengan seragam SMA yang hilir mudik
di kota tercinta
biar belum tua, kita sudah dewasa
rasanya, terlalu sulit buat kita dan temen2 lain
untuk berjalan bersama
di derasnya jeram, pekatnya gua, dan belantara rimba
tapi kita tetap sama
mencintai alam menjadi bagian jiwa
April 12, 2008 at 6:48 am
hahaha…tibakno ono wong gendeng pisan…tak kirano fans berat jangan asem cuman aku…salam..ogok-ogok thok…
June 12, 2008 at 5:18 pm
googling ah, sapa tau ada souce donlotnya…
August 25, 2008 at 8:59 am
salam lestari
aku setuju banget
dah lama aku juga ga denger lagu-lagune bang ipul dkk
lagu yang aku punya dalam bentuk mp3 cuma 3 lagu…
ada yang punya lagu jangan asem yang lainnya kah???
salam
Whedhoezt “central borneo”
October 22, 2008 at 6:08 am
jangkrek….tak kiro lagu2 iku wis kependem nang KRAWAK!
October 26, 2008 at 3:15 pm
apa kbr smua..rodhi,jonet,dkk..
gmana kbr midori wah kalo inget pgn blik ke smada lg neh,tp apa mungkin.
kpn naik ke mahameru lagi..
birukan langitku..
hijaukan alamku
November 10, 2008 at 9:09 am
djancok…aku yo pngen rek duwe lagune..wes suwe gak ngrungokno lagu2 koyo ngene.
November 19, 2008 at 6:36 am
he..konco2 kurowo smada kapan reuni ngombe tuwak maneh.opo kpn2 neh reuni acara nang BAGONG wae menu swike sing mak nyus tenan.
January 13, 2009 at 6:00 pm
hai,, mas2,,
yo opo kabare tuban,gresik,SBYdan sekitarnya,,
boeh minta tolong ndak,,,
ada yg tau email ato apa lah yang bisa dihubungi dari band JANGAN ASEM
terimakasih,,
January 18, 2009 at 10:04 pm
massss…….
klo aku bole minta file2 lagu itu doonkkk…
kontak di email ini yaaaa
tie2dharma@yahoo.com
February 17, 2009 at 3:14 am
coba dwonload di 4shared ake cok
June 27, 2009 at 8:21 am
jiakakak zen zen jhe eling wae lagu2 kui .. search wae di google ada kok
kapan kumpul2 .. ? jkt ndie pak de ?
salam
bocah ronggolawe
September 8, 2009 at 5:44 pm
apa maneh sing..
isuk-isuk judul e…
jadi pengen kuliah ae,,
nyesel kaya e aku klo ndenger lagu iku..
merasa bersalah…kuliah tp gag pinter2 aku,,,