Harga Ban Edan!

Peringatan keras, sayangilah ban motormu. Rawat yang baik agar tahan lama. Jangan asal gas-rem, gas-rem, biar tak cepet gundul. Saat ini, menyayangi ban sangat penting. Sebab, bila tidak, dijamin kantong bakal lebih cepat bocor.

Aku baru bener-bener menyadari bahwa menjaga ban itu begitu berarti setelah tadi pagi datang ke bengkel. Kebetulan ban motor Shogun kesayangan bagian belakang udah lama mulus. Yang depan, nasibnya sama, sudah kuganti sekitar dua bulan silam. Sungguh, rasanya menyesal tak menuruti kata-kata istri yang meminta ban dua-duanya diganti ketika itu juga.

Datang ke bengkel wong Magetan di dekat Binus, kutanya harga ban luar utk roda belakang merek IRC . Dia tak langsung jawab, tapi malah mengutarakan penyesalan. “Oalah mas…mas, sampean ganti ban kok dari dulu-dulu…,” katanya. “Eman kenapa mas,” kataku. “Wah harga ban lagi edan-edanan. Yang sampean minta itu skarang jadi Rp160.00,” ujarnya.

Busyet dah! Gak mimpi nih. Masak ban cuma sebiji harganya selangit gitu. Jangan2 dibohongin. Tapi aku gak mau terlalu berpikir negatif karena pemilik bengkel ini orangnya santun dan selalu menegaskan sesuatu apa adanya. Dia akan bilang mahal kalo emang bener2 mahal, begitu sebaliknya. Sebenarnya, kantong lagi tipis. Tapi tanggung, karena udah masuk bengkel, kusepakati juga harga ‘tak masuk akal’ itu.

urusan di bengkel beres, aku pulang. Tapi, perasaan tetap saja tak tenang. Pikirku, ah, ini gak logis ban luar Rp160.000. Tidak apalah, kalo memang aku jadi korban mas tukang bengkel, kurelain aja. yang penting motorku jadi lebih baik.  Anehnya, meski telah berusaha rela, dari relung jiwa yang paling dalam, ternyata tetap saja tidak rela.

Sebenarnya pingin juga nanyain ke bengkel2 lain agar gundah gulana soal harga ini terjawab. Tapi karena ada urusan, keinginan ku tunda dulu. Di kantor, aku ditertawakan banyak orang saat cerita harga ban ini. “Kelarangen (kemahalan) iku bos,” begitu rata-rata pendapat mereka. Wah hati jadi lebih kacau. Mengapa sih aku bisa begitu saja membayar Rp160.000. Coba, sdikit sabar dan mencari di tempat lain. Mungkin dapet yang lebih murah.

Kerisauan itu sempat melingkupi beberapa saat sebelum akhirnya aku menyadari kebodohanku. Betapa tidak, tiap hari baca koran dan lihat tv, kenapa ada informasi bagus bisa terlewatkan begitu saja? Ini tak lain soal harga komponen kendaraan. Perlu diketahui, per 1 April 2008, harga komponen motor dan mobil melonjak tajam. kenaikan ini dipengaruhi banyak hal. Salah satunya harga minyak dunia, yang sempat tembus di angka USD 110 per barel. Isu bakal naiknya harga ini sudah santer sejak Maret. Di beberapa tempat, banyak penjual ato juga pembeli yang ramai2 memborong komponen ini. Sungguh sial. Aku tak pernah tahu soal ini.

Soal logis tidaknya harga ban yang kubeli, aku kini sepakat bahwa harga itu logis, meski sebenarnya memang kemahalan. Mengapa begitu…??  Terhitung sejak Februari 2008, harga karet alam Indonesia mencapai harga tertinggi yakni USD2,8 per kilogram. Tajamnya permintaan akan karet membuat harganya melambung tinggi ke angkasa. Permintaan yang melonjak tanpa diimbangi ketersediaan poduksi otomatis membuat harga terkerek. Pada sisi lain, meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) untuk industri, membuat produsen mau tak mau harus menaikkan harga jual barang agar ongkos produksi tertutupi. 

Dua faktor itulah yang menyebabkan harga ban sulit dinalar oleh kantong sehat. Jadilah ban belakang IRC yang semula sekitar Rp90.000, bisa menjadi di atas Rp130.000. Seorang penjual mengatakan, khusus IRC, kenaikannya relatif signifikan karena merek ini memang market leader.

Pertanyaannya, apakah aku menjadi lega dengan semua fakta di atas setelah beli ban mahal itu? jawabnya, T I D A K !!! Saya benar-benar tidak lega, mengapa tidak perhatian dengan segala berita. Salah satu kelemahanku memang tidak terlalu interes dengan berita2 ekonomi. Saya ingatkan, jangan tiru saya. Lahaplah semua informasi. Suka atau tidak suka, asalkan informasi itu valid, akurat, dan update makanlah. Karena itu sangat penting. 

Bagi yang mau ganti ban, sekarang saja sebelum naik lagi. he..he.. 

 

 

Explore posts in the same categories: daily live

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

5 Comments on “Harga Ban Edan!”

  1. naka80 Says:

    harga ban edan tapi lebih edan harga sembako dan bbm…ga pake ban ga pathek-en tapi ga mangan iso nggarae gelap mata…

  2. rino & muharor Says:

    mangkane ta, speda perjuanganmu iku dirumat, mosok wis tuku velg mburi ora ngganti ban.. :D

  3. Mr. Pep Says:

    Mas beli ban sekitar April 2008 kan mas?
    kenapa saya beli cuma 110 ribu ya mas? ban belakang merk IRC, masih didiskon pula 5000 ama yg punya bengkel karena saya sering ke situ.
    Ga tau juga kalo mas beli tipe yg gimana, kalo saya sih beli yg standar aja dan Tube Type bukan yg tubeless.

  4. muslimcantik Says:

    Hati2 juga mas dengan penyebaran paku di jalan umum..
    udah harga ban mahal, kita jug direpotkan oleh oknum yng mau enaknya sndiri pula mencari keuntungan….


  5. berita ekonomi itu memang bikin malas diikuti. entah ya. mungkin terbawa pelajaran Ekonomi pas SMP yang bikin ngantuk.

    ini jelas dosa guru2 kita dulu he he he


Comment: