Your Name

You are what your name. Maka ketika nama adalah pribadimu dan nama 01-thamrin adalah doa, sudah seharusnya nama itu melahirkan hal-hal baik, indah, santun, terhormat, sebagaimana doa itu sendiri. Sayangnya, tak selamanya nama itu kemudian berbanding lurus dengan polah tingkah.
Siapapun tahu bahwa nama, semisal Yusuf, adalah indah. Nabi Yusuf, ketampanan dan ketaatanya begitu termahsyur. Tapi, banyak Yusuf di sini yang tak mampu mengadopsinya. Yusuf Emir Faishal telah divonis 4,5 tahun penjara oleh majelis hakim Tindak Pidana Korupsi. Mantan Ketua Komisi IV DPR itu terlibat dua kasus dugaan korupsi sekaligus, yakni pembahasan alih fungsi hutan lindung Pantai Air Telang di Sumatera Selatan dan proyek revitalisasi sistem komunikasi radio terpadu. Nama Al Amin juga bagus (tepercaya). Toh, Al Amin Nasution juga dihukum 10 tahun dalam kasus dugaan korupsi. Masih ada Taher (sarjan taher), atau juga Yahya Zaini yang terlibat skandal dengan Maria Ozawa Eva.

Mumpung masih anget-angetnya Pemilu Legislatif 2009, akankah para caleg yang lolos ke senayan nanti seperti itu? Dari 11.868 caleg dalam DCT, keseluruhan memiliki nama bagus dan indah (dalam bahasa dan ideologi masing-masing). Benarkah sistem di DPR demikian bengis hingga banyak orang tak mampu lagi menyucikan kehormatan namanya? Entahlah. Urusan politik adalah urusan syahwat. Sistem baik pun, kalau birahi jadi kaya demikian kuat, sangat mungkin cara harampun bisa jadi halal.

Mungkin, ada baiknya bagi kita untuk merindukan nama, semisal, Mohammad Husni Thamrin. Tokoh Betawi ini adalah politisi yang pertama kali berpidato di Volksraad (dewan rakyat atau cikal bakal DPR) dengan Bahasa Indonesia pada 1938. Atas keberaniannya mendobrak sistem lembaga yang dilahirkan Gubernur Jendral JP van Limburg Stirum bersama Menteri Urusan Koloni Belanda Thomas Bastiaan Pleyte itu, penggunaan Bahasa Indonesia akhirnya diperbolehkan dalam sidang Volksraad.

Atau Soetardjo Kartohadikoesoemo. Nama khas Jawa ini adalah anggota Volksraad yang mengusulkan kemerdekaan Indonesia. Petisi Soetardjo yang dikirim ke Ratu Wilhelmina serta Staten Generaal (parlemen) di negeri Belanda demikian hebatnya hingga semakin mendidihkan darah para pribumi saat itu untuk segera lepas dari cengkeraman kolonial.

Jadi paklik dan bulik caleg, jika lolos ke gedung rakyat, tunaikan tugas dan kewajibanmu dengan sempurna. Jika memang namamu bagus, sudah sewajibnya tindakanmu benar!

Explore posts in the same categories: Bebas

13 Comments on “Your Name”

  1. zenteguh Says:

    karena saya bukan caleg, arep mursal bin ndugal juga gak popo….:D

  2. zee Says:

    Hmm,
    Bicara soal pemilu kemarin…
    Saya yakin pasti ada banyak juga yg memilih caleg karena melihat namanya saja. Entah karena namanya mirip nama bapaknya, atau namany yg unik, yg pasti apapun nama seseorang, selalu bawa sebab akibat untuk dia.
    TP saya sih gak mau kasih nama anak yg berat-berat…. kasian nanti pertanggungjawabannya… :)


  3. Jadi inget si Permadi pas di acara kencan politik TVone itu pernah bilang kalo di gedung wakil rakyat itu banyak kondom2 bekas bertebaran… boleh tanya office boy kalo gak percaya, imbuhnya… separah itukah gedung DPR???

  4. ichanx Says:

    amien… semoga pesan ini dibaca dan dilaksanakan para aleg yang baru terpilih

  5. ipanks Says:

    betul itu, pesan itu harus dilihat dan dilaksanakan oleh para wakil rakyat yang lolos supaya bener2 memperhatikan dan membantu aspirasi rakyat.tul g boss?

  6. kyra.curapix Says:

    wakil rakyat seharusnya merakyat

  7. thegands Says:

    @ichanx:
    caleg maksudnya ya bro? hehehe..

    mudah2an hari ini lebih baik dari kemarin.
    amin………….

  8. antown Says:

    tulisan yang bagus. saya jadi mikir sama nama saya sendiri. tapi kalao nama di dunia maya mungkin tidak perlu ada filosofinya. eh betul gak ya? hehe

    btw, kang kok ada kantor sirkulasi SI di dekat tempat kerjaku ya? dah tahu blom kabarnya?


  9. apa kabar mas? menang opo mas pemilu nang kampung jenengan?
    memang nama adalah doa, tapi lebih penting lagi bagaimana sidia diproduksi. kualitas pabrikan juga pengaruh kaleeee heheheh
    suwun mas


  10. Wah, soal nama memang jadi mbingungi jika diperbandingkan dengan kenyataan hidup sang empunya nama. Lah, sampai kini aku masih bingung pengin ubah nama biar betul2 “awam”. Dari nama asli aku poles jadi “Bahtiar Baihaqi”. Tapi, masih kurang sreg. Mungkin nanti jadi “Awam Baihaqi” (yang sama sekali lain dari nama asli) atau “Bahtiar Awami” yang masih memakai unsur asli. Apa Mas Teguh punya saran nih biar pas dengan paham “awamologi”?

    Btw, postingannya tob bangets.


  11. seandainya saja saya ikut nyaleg, nama saya pasti diuntungkan, mas teguh, hehe … kan hanya terdiri atas 6 huruf sehingga akan tertulis gede2. dengan begitu, nama saya kan kelihatan mencolok, wakakaka ….

  12. joe Says:

    yang pasti nama adalah doa, tapi kalau nama kita bagus trus kelakuannya mursal tentunya yang salah adalah si pemilik nama, kasihan orang tua yang sudah bikin nama bagus tapi kelakuan anaknya bejat …


Comment: