SBY and Mugabe
SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) jelas bukan Robert Gabriel Mugabe. Presiden SBY selalu berupaya menegakkan demokrasi di tanah yang dia pimpin. Lepas apakah demokrasi sudah benar-benar tumbuh dengan indah dan menebarkan semerbak wangi, namun sebagai seorang kepala negara dan kepala pemerintahan, fakta menunjukkan sistem presidensial di Indonesia berjalan baik.
Rubert Mugabe, memang dia adalah politikus yang membawa Zimbabwe, Afrika, merdeka dari koloni Inggris pada 4 Maret 1980. Namun, setelah melalui lika-liku politik yang tajam, keras, dan culas selama puluhan tahun, Mugabe bukan lagi pahlawan yang dipercaya membawa kemakmuran bagi negaranya. Presiden Mugabe tak lebih dari seorang tiran.
Awal memerintah, pentolan ZANU ( Zimbabwe African National Nation) ini diduga kuat berada di balik pembantaian massal-sekitar 20.000- penduduk Matabeleland. Ini adalah daerah asal Joshua Nkomo, partner politik Mugabe yang kemudian dipecatnya. Lewat serangkaian kebijakannya, Mugabe kini telah menjerumuskan negaranya itu kedalam kesengsaraan mahaberat. Inflasi meroket tajam (bahkan menjadi rekor tertinggi di dunia), kemiskinan melanda, teror bertebaran, perang saudara tak terelakkan, keterbelakangan, dan serangan penyakit menjadi warna tak terpisahkan. Harare, ibu kota Zimbabw, kini bahkan dipandang sebagai kota yang sangat menakutkan.
Secara sejarah dan emosional, tak ada keterkaitan sama sekali antara SBY dan Mugabe. Tetapi, tahukan Anda bahwa upaya SBY merenda nasib pada Pilpres 2009 bisa saja menyamai jalan Mugabe ketika terpilih kembali sebagai Presiden Zimbabwe pada 2008 lalu. Mugabe melenggang sendirian sebagai capres pada pilpres putaran kedua setelah tokoh oposisi sekaligus rival politik terkuatnya, Morgan Tsvangirai, memilih mundur dalam pilpres itu. Tsvangirai menuduh pemilu berjalan penuh dengan kecurangan. Dapat ditebak, Mugabe akhirnya mulus menjadi presiden.
Yang terjadi saat ini, Blok M atau Blok Teuku Umar sudah menyuarakan bakal memboikot Pilpres 2009 bila karut marut daftar pemilih tetap (DPT) tak kunjung terselesaikan. Sejumlah tokoh dan elit parpol yang telah merapat ke Blok M itu sangat kecewa karena DPT pemilu legislatif kacau balau. Bila tak ada pembetulan, sudah pasti hal itu akan terjadi pada pilpres dan itu bisa sangat merugikan mereka.
Bagaimana bila Blok M benar-benar memboikot pilpres, sementara mereka-lah yang kini disebut-sebut sebagai penantang terkuat Blok S? Sejauh ini memang belum diketahui apakah ancaman itu benar-benar akan direalisasikan atau hanya sekadar move politik belaka. Hanya yang perlu dicermati, akibat munculnya ancaman itu, berkembang wacana untuk merealisasikan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Saya menangkap, perppu tentang capres tunggal itu (andai ada), tak lain salah satu cara melempangkan jalan Blok S. Saya pribadi tak menginginkan capres tunggal di Pilpres 2009 ini. Mengapa? Selain alasan normatif berupa kurang demokratis, capres tunggal jelas tidak seru alias hambar. Apa enaknya (misalkan) melihat Barcelona menang Liga Champions 2009 bila MU mundur di final? Lebih dari itu, ketika ada banyak capres bertarung, sisi baiknya adalah saya dapat bertaruh. Lumayan, kalo pada 2004 lalu saja menang (Rp…..), masak sekarang ga bisa menang lagi…ha..ha..ha..
April 22, 2009 at 9:34 pm
saya kira sama, orang itu, para jelata di negeri ini tetep melarat tapi ada sebuah partai gurem yang menang telak… jelas terbaca di benak saya, meski benak saya ada dengkul….
April 22, 2009 at 10:43 pm
Wah, aku komen bagian ini aja: final liga champions 2009 itu Chelsea ma Arsenal.
April 23, 2009 at 12:02 am
orang lebih memilih aman meskipun lapar2 dikit … dari pada milih pepimpin yang belum terbukti … (doh)
April 23, 2009 at 4:26 am
Kalo semua main boikot…. tambah g beres lah sudah
April 23, 2009 at 8:22 am
kenapa ya kok nggak ada yang merapat ke blok R(akyat)? Bisa dibayangkan kalo rakyat ikutan boikot, sdh capresnya cuma satu… tp nggak ada yg milih…
April 23, 2009 at 5:07 pm
Politik indonesia itu lumpuh! maunya berpolitik! tapi jelas kentara remukkannya. DPT jelas gak akan direview masalah yang kemarin. karena akan jelas2 merusak beberapa penanamsaham monyong2 legislator dari parta demoaparat. dan manipulasi akan berjalan mulus di pemilu 2009.
setuju dengan kang guskar blok R(akyat) merapat!
April 23, 2009 at 11:37 pm
Karakter dan tipikal SBY dan RGM berbeda
mas Zen sudah aku link di Page/tukar link/
suwun ya mas
April 24, 2009 at 5:11 am
hasil rapimnassus golkar, konon akan melenggangkan jalan JK menjadi capres, meski elite golkar sendiri konon “salah ngomong”. biasanya partai berlambang pohon beringin ini punya feeling politik yang cukup kuat. yang pasti sby tak mungkin jadi calon tunggal hiks. kita tunggu saja pilpresnya.
April 24, 2009 at 8:03 am
semoga para elit politik di negeri ini bisa menanggalkan ego masing2 untuk kepentingan bangsa dan negara
April 24, 2009 at 10:17 am
apakah pemilu 2009 ini menjadi pemilu seperti yang kita harapkan? entahlah…
April 24, 2009 at 5:56 pm
mudah2 presiden terpilih nanti manjadi presiden yg merakyat, mementingkan rakyat banyak…
April 24, 2009 at 9:35 pm
Zimbabwe tuh yg harga gula perkilonya mencapai jutaan ya… Kayaknya pernah baca….
April 25, 2009 at 1:35 am
Waaah, kalo modelnya kayak begitu, apa SBY juga bisa diragukan juga nih…?
Partai nya baru tapi dapat suara gede…bisa saja kayak idol-idol-an Indonesia yg hanya tenar sesaat…..
April 25, 2009 at 4:03 pm
Hohohohoho benar juga yawh….
April 25, 2009 at 5:00 pm
Ngeri aja kalo SBY kaya presiden jimbawe
April 26, 2009 at 4:07 am
culas itu apa mas?
*clingak-clinguk cari editor bahasa
April 26, 2009 at 4:55 am
Semoga saya … masuk dalam DPT … masalahnya kemarin saya tidak masuk …………..
April 27, 2009 at 6:26 am
setahu saya, jika hanya ada satu calon presiden dan wapres, maka akan dikeluarkan Perpu utk mengundurkan jadwal pemilihan. hampir tak mungkin indonesia mengambil langkah pemilihan dg satu calon sajah.
April 27, 2009 at 7:36 am
sayang
aku blom kagum dengan gaua kepemimpinan pak SBY
April 27, 2009 at 11:53 am
kita liat sajah nanti
April 27, 2009 at 12:23 pm
dilihat sambil dirasakan lebih enak
April 27, 2009 at 2:44 pm
kita kawal bersama demokrasi yang sedang cari identitas
April 27, 2009 at 4:12 pm
Bumbung kosong? Lama tak dengar istilah itu ya
April 27, 2009 at 6:08 pm
hah??? MU gak mungkin lolos ke final!!! mustahil!!!! *hanya baca paragraf terakhir* hahaha
April 30, 2009 at 6:36 pm
Kalo saya sendiri, cukup pesimis dengan blok M ataupun S.
Selama penelusuran saya, mereka berdua selama menjabat, melakukan beberapa kekeliruan fatal seperti:
SBY atau Mega : Capres bermental Korup, Bodoh atau Penakut?
Trims.
April 30, 2009 at 8:27 pm
pak SBY jika dibanding dengan pesaing2nya lebih kompeten saya pikir. dalam sejarah Dunia tidak ada negeri yang pemimpinnya menjual aset terpenting negaranya ke negara lain