Triple M

xx-mount-slamet2Di kalangan mountaineer Indonesia, triple S sudah pasti masuk list untuk diciumi puncaknya. Menaklukkan gunung Slamet (3.428 meter dpl) , Sindoro ( 3.175 met dpl), dan Sumbing (3.371 meter dpl) merupakan bagian untuk menambah panjang curriculum vitae.
Tiga gunung di Jawa Tengah ini memang tak diragukan lagi keindahan dan ragam vegetasinya. Istilah triple S barangkali terinspirasi sebutan seventh summit alias tujuh puncak tertinggi di dunia itu. Entah siapa yang kali pertama melahirkan istilah ini. Yang pasti, selain awalnya yang memakan huruf “S”, ketiga gunung ini kebetulan tak berjauhan. Jadi sangat enak untuk dijadikan medan pendakian atau ekspedisi.

Bagi pendaki gunung, semakin banyak gunung yang telah diinjak, kian berlipat kebanggaannya atau setidak-tidaknya kian dalam ilmunya (tiap gunung punya karakter tersendiri, sehingga ketika banyak melakukan pendakian, makin banyak pula dia mengenal karakter itu). Tak heran, pendaki gunung biasanya akan memajang semua referensinya dalam album foto atau catatan/buku yang dimilikinya. Misalnya saya, foto-foto pendakian mulai zaman SMA tertata rapi, mulai Arjuno, Welirang, Argopuro, hingga kelas ringan Bromo. Karena bukan mountaineer sejati, saya (sial), belum merasakan Semeru, Raung, Gede-Pangrango, Kerinci, Rinjani, ato Cartensz Piramid di Papua sono.

Tapi sungguh beda dengan senior saya. Dari album fotonya, terlihat sekali dia sudah melanglang-buana. Dari yang kelas teri semacam gunung Lasem, Jateng, hingga ke kelas kakap model Rinjani dsb. Namun, yang membuat saya tertawa kala membuka album fotonya adalah keberadaan lembaran yang tertulis besar-besar TRIPLE M.
Ah, mana pula ada triple M? Orang hanya familier dengan triple S. Inilah hebatnya senior saya. Biar keren, dia ciptakan sendiri istilah itu. Setelah foto-foto triple S alias Slamet (yang kini sedang meletus itu), Sindoro, dan Sumbing, triple M itu tak lain Merapi-Merbabu-Mount Lawu. Asem tenan…..!!!

Senior saya, Edy Toyibi belum lama ini lahir di dunia maya lewat edytoyibi.wordpress. Memang, blognya belum terawat. Isinya tak lebih dari berita-berita/kliping koran yang memberitakan dirinya. Saya tahu dia belum punya banyak waktu untuk mengelolanya karena saat ini dia tercatat sebagai anggota Panwaskab Tuban. Namun, sesungguhnya senior saya dapat dibilang salah satu dari sedikit sesepuh caver alias penelusur gua. Dia seorang aktivis lingkungan yang sangat getol melawan perusakan kawasan karst, terutama di Tuban. Barangkali ada ekspedisi gua di Tuban, beliaulah referensinya.

**
foto by SI/arif nugroho

Explore posts in the same categories: lingkungan

16 Comments on “Triple M”

  1. mantan kyai Says:

    gununge slamet njeblog??? endoge maksude?? jiakakaka


  2. slamet…slamet…slamet,
    wah aku punya bagus juga mas, lain kali aku posting, lagi memandang gunung malah gunungnya meletup. langsungsaya sambar camera. waktu ada kegiatan di pagar alam di sumsel

  3. suwung Says:

    fotone matep… kayak lahar malahan awanya

  4. annosmile Says:

    weh..dari rumahku terlihat gunung merapi

  5. rco Says:

    wah seru juga berpetualang gitu, saya juga suka. tapi dah terlalu tua sekarang….

  6. ichanx Says:

    wah…. asik euy… gw mah udah gk kuat naek2 gunung… :D

  7. mascayo Says:

    wah … naik.. naik .. ke puncak gunung!
    kangen euy!
    mau kenalan sama senior sampeyan ah ..
    sapa tau ntar diajak kopdar sambil naik gunung .. kan asyik ..
    ke tkp ah!

  8. zee Says:

    Fotonya bagus ya. Alami sekali.
    Kalo saya standard aja, gak kuat klo diajak naik gunung…

  9. antown Says:

    itu gunung kembar bukan ya, semoga kapan2 ada kesempatan naik kayak masih muda dulu hahaha

  10. joe Says:

    3 M: mangan melu morotuwo

  11. lokabhara Says:

    MARI BERKOMPETISI SECARA SEHAT DI LOKABHARA 2009…..


  12. hmmmm …. saya selalu salut kepada para aktivis lingkungan hidup yang mendarmabaktikan sebagian hidupnya utk kepentingan sesama. apalagi belakangan ini para perusak lingkungan konon sudah menyusup ke dalam sekat2 birokrasi.

  13. Bang Awam Says:

    Wah, dari triple-S, yang tertinggi ternyata Slamet. Jadi, ikut bangga sebagai orang asli Banyumas. Tapi, pas njeblug, wah…yo mugo2 tetep slamet kabeh.

  14. Kyai slamet Says:

    Karst… Topik di National Geographic bulan ini. Suer, pas aku baca tulisan itu, aku teringat blogmu yang pernah nulis tentang karst.
    *pamer yen langganan NGI*

  15. musa Says:

    Weh, jadi ingat pendakan pertamaku ke slamet… :p

  16. mahpudininchu Says:

    ooohhhh kiain ada gunung triple M soalnya saya juga baru denger!!


Comment: