Benarlah semua review tentang resto bajak laut itu. Nyaris tak ada perubahan mencolok dari pendahulunya, kecuali (ini yang paling terlihat) harganya yang lebih murah dan kemasannya yang berbeda.Soal rasa, tak jauh berbeda. Ayam goreng ya begitu saja. Saos cabe dan saos tomatnya juga tetep merah. Yang cabe rasanya pedes, yang tomat gak begitu pedes. Juga baverage-nya dan burgernya, sama saja.
Wajar bila tak ada perubahan mendasar secara substansi karena Tonijack’s Indonesia memang reinkarnasi dari McDonald’s. Saat menuntaskan rasa penasaran di gerai Kebon Jeruk, kemarin, nuansa McD masih sangat kental terasa biarpun corak interior telah dirombak.
Sebagai “bapak McD Indonesia”, Bambang Rachmadi sudah pasti tahu luar dalam resep ayam goreng cepat saji asli Paman Sam itu. Bahwa dia kemudian mendirikan Tonijack’s Indonesia, itu konsekuensi perseteruan hebatnya dengan McDonald’s Corporation yang menjual semua aset PT Bina Nusa Rama ke PT Rekso Nasional Food, Grup Sosro. Tinggallah 13 gerai milik Bambang yang lantas berubah jadi resto berlogo bajak laut ini.
Dulu, saya sempat berpikir bahwa Tonijack’s adalah merek asing yang diambil Bambang lewat mekanisme waralaba, sebagaimana dia lakukan pada McD. Ternyata salah, karena itu 100% lokal. Soal brand yang kebarat-baratan, mungkin urusannya dengan pencitraan dan market target yang juga menyasar orang asing.
Namun yang membuat berpikir lagi adalah, mungkinkah nama Tonijack’s itu benar-benar murni dan orisinil pemikiran Toni (sapaan Bambang Rachmadi)? Saya meragukan. Why? Dasar orang kaya, kali aja dia sering ke Santa Rosa, California, Amrik. Di sana, dekat Golden Gate Bridge, tersebutlah restoran yang top markotop. Mencuplik nama pendirinya, Jack & Tony’s Restaurant ini termasuk jajaran atas resto di kawasan itu. Review para pengunjung yang terekam di situs yelp rata-rata memberikan bintang empat untuk masakan di sana.
Bagaimana dengan Tonijack’s Indonesia? Saya belum mau ngasih bintang empat karena saosnya kini dijatah, nggak ambil sendiri kayak McD. Ini namanya pembunuhan karakter pecinta kuliner rasa pedas.
Bagamana dengan Anda, para Narablog Indonesia? Jika punya resto, apa namanya dan menu jos apa saja yang tersedia?
Kalau di Kendal nemu resto MarWand’s Indonesia. Itu punya Pak Marsudiyanto dan pak Wandi
Nek ana mampira mas neng sotone Warman
pasti pak saya mampir nanti…:D
Nek hamberger terus terang aku urung tau mangan mas, ning nek ayam bakar, aku penggila LAMONGAN lho mas, ning sing segane wangi
Begitu ngelih nyepeda, nek nggawa dhuwit, golek tulisan “LAMONGAN” wis kui maremndotcomik 
Wah iya pak, apalagi pecel lelenya, jos gandos..
idem boz. aku yo durung tahu mangan sing jeneng hamberger. neng desoku ra eneng je…
tawangmangu kondhange sak nuswantara tp sing jenenge hamburber..ora ana..
ora mangan hamburger ga apa2 mas.. ttp seger waras..
menunggu TeguhJacks aja saya
klo rumah makan bundo nanti, judulnya ya sudah pasti sekitaran Sari Bundo atau Bundo Kanduang.. menu andalan bebek cabe ijo, yang bisa bikin kebakaran..!!!
wawawawawawa…..saya penggila bebek bundo!
Pernah denger namanya apa ituh di mana saya lupa
Setarbaks. Warkop pinggir jalan.
saos dijatah? kayak penjara dong?
Nyoba deh kapan2
nganggo kerupuk jian enak koyoane kang. btw, kalo gak salah soal kuliner ini sempat diulas di koran juga deh. tul gak? kabar si toni (SI) gmn? balas di blogku aja kang, sekalian ada new post
saya tahu klo pak bambang buat resto baru, pas baca koran lebaran kemarin. artikel mas teguh ini sumangkin memperjelas status McD.
klo sausnya mmg dijatah..ntar saya bilang pengelolanya klo ada teman wartawan saya yg kuciwa… ha..ha…
**sampai sekarang saya blm pernah ke ToniJack’s
di jakarta ada di mana saja mas? suk minggu tak nyoba ke sana..
ini salut, mengusung lokal jadi bukan memasukkan dari luar ke kita.
Dulu sempat heboh diminta melokalkan nama supaya lebih meng-Indonesia. Bagi saya sih bebas2 aja. Karena seperti Mas bilang mungkin ada sasaran pasar asing yang mau di raih biar resto negeri ini ikut mendunia.(analisanya mantap).
Saya sendiri tidak punya rumah makan. Hanya terinspirasi di Surabaya ini andai ada kafe sepeda bisa jadi banyak peminatnya (sepeda lagiiii he he).
Trims Mas, analisanya menarik.
ketimbang ikut waralaba, emang lebih baik dirikan resto sendiri!
Kapan prokalamblog perawane mas?
di manado ada gak? atau ponorogo?
yang jelas dan sewajarnya, apapuun brandnya kalo abis makan kayaknya lebih baik minum..
ekekekkekek!!!
hambok njengangan gawe warung dewe kang JANCUK Indonesia (Jajan dengan PinCUK)
ekekekekekekeekek!!!
nyam nyam.. bangga dengan masakan Indonesia
syukurlah kalau memang brandnya asli indonesia, tapi kalau nggak itu urusan yang punya urusan..
sangat bermanfaat infonya…
jadi tau sekarang…
Asyik ya wisata kuliner
Bicara soal kuliner, saya pribadi masih memanjakan lidah ini dengan produk lokal, pokoknya mantap deh. Salam hangat.
Manut-manut dengerin cerita TJ… nice posting om…
Tapi rasa TJ gak terlalu spesial kalo kata saia sih hihi
Wah ganti theme ya mas, lebih simpel…
Memberi nama merk suatu produk itu gak gampang memang, makanya wajarlah kalo dapatnya hasil melanglang buana kemana gitu. Gpp lah asal memang ga persis sama dgn si sumber ide.
Mas, besok2 bawa sambal sendiri ya? Huehuehuehe….
wah asyik juga tuh idenya. di Kebumen ada nama resto kecil namanya McD, milik orang lokal. nama pemiliknya Darsono, jadi buat warung makan McD. kreatif juga yah. isinya ya ayam goreng alam fred chiken gitu. tapi kayaknya gak ramai, gak ada yang spesial mungkin.
haha… kata2 terakhir nendang banged seh
pembunuhan karakter pecinta pedasss…
gara gara saos..
wakakaaakk
mau kasih anma apa ya?
bingung nih, nanti amlah habis dimakan yang punya resto duluan
Iki wis seminggu lho mas? Mana nyupose?
wah, di kendal ndak ada Tonijack-e, mas teguh, hehe … saya juga belum tahu persis track-record bambang rachmadi dalam menekuni usaha di bidang restoran.
Kapan bisa mampir ke resto itu mas
sangat menginspirasi
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
hahahahahahahahahaha