Para tunawisma jarang menemukan diri mereka dalam pusat perhatian, tapi fotografer amatir Lee Jeffries telah menjadikan mereka objek dan subjek yang dikagumi. Jeffries, lelaki asal Bolton, Inggris, ini berkeliling Eropa dan Amerika Serikat, menghasilkan foto-foto hitam-putih tunawisma yang begitu ekspresif.
Setiap wajah ditunjukkan dalam detail yang luar biasa dan penuh emosi. Jeffries, pertama kali memotret tunawisma pada 2008 saat mengunjungi London. Ketika berjalan melintasi alun-alun Leicester, pria 40 tahun ini mengambil gambar seorang gadis tunawisma yang tenggelam dalam kantong tidurnya.
Foto itu diambil secara candid. Namun, Jeffries yang menyangka gadis itu tak tahu ternyata sebaliknya. Tahu dipotret, gadis itu bereaksi keras. ”Aku sangat malu dan dihadapkan pada sebuah keputusan:pergi atau mendatangi dan meminta maaf,”kata Jeffries kepada lomography.sk
Pria akuntan ini mengambil opsi kedua. ”Saya memilih yang terakhir, gambar dan cerita darinya telah membuat saya berjalan pada fotografi selamanya,”kata dia.
Sejak dari situ, dia menangkap objek tunawisma di timur dan pantai barat AS, termasuk Los Angeles dan New York, juga Roma dan Manchester. Dalam rentetan perjalanan ini, Jeffries hanya memiliki beberapa detik untuk membidikkan lensa, karena mereka, para gelandangan itu, kadang-kadang berubah pikiran untuk berpose.
Jalan terbaik untuk menghasilkan foto paling berbicara adalah melakukan pendekatan kepada mereka, yakni dengan memberikan sejumlah uang sesudah memotretnya. Foto-foto itu kemudian diolah, dengan Jeffries menekankan untuk “menangkap”suasana mata.
”Saya selalu tertarik dengan mata karena ini adalah titik awal elemen emosional gambar. Saya proses dengan cahaya dan bayangan dalam sebuah cara yang hampir relijius,”kata Jeffries mendeskripsikan betapa dia begitu detail dan berhati-hati dalam mengolah gambar.
Karya-karya Jeffries mendapat apresiasi banyak orang. Daily mail pernah mengulasnya, begitu juga CNN pernah memuatnya dalam tulisan feature. Di luar itu, fotografer lain pun memberikan sanjungan.
”karya portrait yang impresif dari Lee Jeffries, begitu emosional,”puji Cesar Couto, pegiat fotografi, pendiri Paranoias, asal Sao Miguel, Portugal.
Well, menurut saya luar biasa juga Jeffries ini. Meski disebut masih amatir, namun teknik hunting dan pengolahan fotonya patut diacungi jempol. Woha, saya jadi teringat sahabat yang tak henti menghasilkan karya. Saya rasa, sebentar lagi beliau ini pasti akan menemukan jalannya, aliran fotografinya. Yang mana..? mungkin yang menghasilkan dolar ujung-ujungnya. :d
Karya-karya Jeffries bisa dinikmati di sini. Ini di antaranya:






Dari tulisan 11 paragraf ini seakan saya dituntun untuk membuat hasil motret yang detil dan menemukan jati dirinya wkwkwk ….
Mas Zen terlalu tinggi menempatkan seorang saya yang baru kenal DSLR di 60 hari ini wkwkwk …
Makasih banget … dari 2 postingan ini saya menemukan pelajaran yang berharga baik dari tulisan langsung ini maupun referensi di dalam nya.
Terima kasih banget mas atas dukungannya n semuanya …
hahaha, Kang Yayat emang suka merendah. sengaja ditulis terus biar cepet beli lensa baru maksudnya kakakakak. Sama-sama kang, saya ikut belajar
gak usah sungkan, mang yayat.
Heeh, bener Ngai, gak usah sungkan Kan Yayat hahaha
Ohya link ke flickrnya om jefrey ini kelihatannya double http mas … jadi sedikit elol .. mtr nuwun
udah dibenerin kang, moga-moga bener betulan ini..:d
beh… beh.. beh…
mantap lihatnya, aseli keren sungguh
itu foto pertama, saia kira lukisan
halo pakacil, trims telah datang dan salam kenal. artikel ini sebenernya cuman provokasi biar Kang Yayat mokin cepat ke pro hehehehe
banyak orang yang sudah memotret para tuna wisma
tapi yang ini unik, krn penekanan pada binar mata.
sungguh panjang cerita bisa terekam dari binar mata mereka, yang tumbuh di jalanan. luarbiasa.
*sayang sekali om jefri itu gak pernah ketemu Ngai, sewkt dulu luntang lantung di dipatiukur
huahahahaa….udah sekarang luntang-lantung lagi aja, ntar biar dipoto ama si gemot wkwkwk
keren foto-fotonya…
makasih om gusti. salam kenal, trims telah berkunjung…:d
keren… ternyata tunawisma itu fotogenic juga yak #eh
ya begitulah Vira. di tangan fotografer, mereka bisa begitu hidup. trims telah berkunjung, salam kenal