<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>personal touch of zenteguh</title>
	<atom:link href="http://zenteguh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zenteguh.wordpress.com</link>
	<description>just daily life, no more...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 16:37:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zenteguh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>personal touch of zenteguh</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zenteguh.wordpress.com/osd.xml" title="personal touch of zenteguh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zenteguh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fotografi Menurut Saya&#8230;</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/10/fotografi-menurut-saya/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/10/fotografi-menurut-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 22:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[belajar motret]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Bagi saya, tidak ada kata lain buat Kang Yayat, selain LUAR BIASA. Saya sungguh-sungguh mengapresiasi dan terkesima dengan tekad bulatnya untuk belajar fotografi.  Sepanjang sepengetahuan saya, tak semua orang demikian total belajar, dari bisa sedikit, step by step, hingga pengetahuan terus berkembang. &#160; Saya sendiri adalah contoh nyata tipikal orang yang punya keinginan, tapi tidak &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/10/fotografi-menurut-saya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=785&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Bagi saya, tidak ada kata lain buat <span style="color:#0000ff;"><a href="http://bloggerpemula.com/"><span style="color:#0000ff;">Kang Yayat,</span></a></span> selain LUAR BIASA. Saya sungguh-sungguh mengapresiasi dan terkesima dengan tekad bulatnya untuk belajar fotografi.  Sepanjang sepengetahuan saya, tak semua orang demikian total belajar, dari bisa sedikit,<em> step by step</em>, hingga pengetahuan terus berkembang.</span></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya sendiri adalah contoh nyata tipikal orang yang punya keinginan, tapi tidak demikian bulat mewujudkan. Soal fotografi, misalnya, sama seperti<a href="http://bloggerpemula.com/"> Kang Yayat</a>, saya juga sangat ngiler dengan DSLR. Bedanya, beliau ini langsung mencairkan dolar dan membeli, sementara saya belum juga keturutan. Saya kenal beberapa fotografer, secara peluang untuk belajar fotografi pro sangat terbuka. Namun itu <em>toh</em> tidak saya lakukan.</p>
<p>Itulah mengapa saya harus angkat topi untuk <span style="color:#0000ff;"><a href="http://getolmoto.info/tentang-saya"><span style="color:#0000ff;">Kang Yayat</span></a></span>, fotografer yang mantan &#8220;Lurah Pacar Kembang&#8221; dan kini &#8220;Lurah Ploso, Surabaya&#8221; ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Langkah demi langkahnya dalam mempelajari fotografi tertuang di <span style="color:#0000ff;"><a href="http://getolmoto.info/"><span style="color:#0000ff;"><strong>getolmoto</strong></span></a>  <span style="color:#000000;">dan sangat </span></span>menginspirasi. Meski belum bisa mempraktikkan, setidaknya saya dapat merasakan betapa <em>hunting</em> foto itu sangat menimbulkan gairah.<span id="more-785"></span></p>
<p>Bicara  soal fotografi, saya ini hanyalah penganut mahzab <strong>ALP</strong> alias Auto Langsung Pencet. Saya tidak pernah mengerti eksposur, saturasi, <em>focal length</em>, aperture, dan lain-lain sejenisnya itu. Setiap kali motret, begitu dapat objek yang dianggap bagus ya udah jepret aja. Jadi wajar bila hasilnya biasa-biasa saja karena memang bukan fotografer hahaaha.</p>
<p>Sudah barang tentu untuk mendapatkan foto bagus, kualitas kamera (dan lensa) adalah harga mati. Semakin baik kamera (dengan spesifikasi yang tinggi), makin baik pula gambar yang dihasilkan. Tentu saja hal ini berkorelasi dengan pengetahuan tentang fotografi dan penguasaan kamera. Sebagus apapun kamera, juga lensa, kalau pengguna tidak tahu fungsi-fungsinya tentu akan percuma, begitu sebaliknya. Nah inilah yang saya tidak punya.</p>
<p>Sejauh ini, piranti motret saya hanya kamera saku Cannon Powershot A3000 IS, hadiah<a href="http:///about.me/winarti"> istri</a>. Sialnya, saya bahkan tidak tahu persis apa saja peruntukkan tombol-tombol di situ. Kembali lagi, saya adalah spesialis ALP alias Auto Langsung <del>Peluk</del> Pencet.</p>
<p>Dengan kamera yang “cuma segitu”, tentu tidak perlu muluk-muluk mendapatkan hasil istimewa. Makro, misalnya. Tapi, bukan berarti saya nggak dapat foto bagus. Dengan keterbatasan kamera, saya tetap berupaya mendapatkan foto sebagus mungkin versi saya sendiri hehehe.  Bukan bagus sih, lebih tepatnya layak dipandang.</p>
<p>Dalam hal ini, saya menyiasati kemampuan saya yang ala kadarnya tentang fotografi itu dengan beberapa jurus.</p>
<ol start="1">
<li>Bermain-main dengan <em>depth of field</em> (DOF) alias kedalaman ruang. Semua pasti ngerti ini istilah untuk menunjukkan ruang tertentu di dalam citra yang tampak relatif tajam karena perbedaan ketajaman (fokus).</li>
<li>Bermain-main dengan sudut pandang alias angle. Saya menafikkan semua teknik fotografi saat  membidik objek yang sesungguhnya biasa saja, tapi bisa terlihat menarik karena sisi pengambilan.</li>
<li>Ekspressi. Saya gak tahu penjelasan soal ini, apakah di fotografi ada atau tidak. Gampangnya, saya hanya mencari ekspressi wajah (foto portrait) dengan harapan foto dapat berbicara. Karena pake kamera saku, jelas tidak ada apa-apanya dengan DSLR. Atau siasat yang lain adalah mencari <em>sharpness</em> dari warna-warna mencolok atau kontras (yang ini belum dapet).</li>
</ol>
<p>Jadi intinya, motret itu yang penting hepi saja. Urusan gak tahu teknik, itu bisa dipelajari sambil jalan kalo ada kesempatan. Yang penting adalah motret, motret, dan motret.</p>
<p>Ini beberapa contoh foto jelek yang saya maksud menggunakan siasat-siasat ala kadarnya itu:</p>
<p>A. Bermain-main dengan DOF</p>
<div id="attachment_804" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-renang-2.jpg"><img class="size-large wp-image-804" title="xx-dof renang 2" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-renang-2.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="" width="1024" height="768" /></a><p class="wp-caption-text">KAMBOJA...</p></div>
<div id="attachment_803" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-renang.jpg"><img class="size-large wp-image-803" title="xx-dof renang" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-renang.jpg?w=1024&#038;h=869" alt="" width="1024" height="869" /></a><p class="wp-caption-text">KAMBOJA 2...</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_802" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-actamil.jpg"><img class="size-large wp-image-802" title="xx-dof actamil" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-actamil.jpg?w=1024&#038;h=863" alt="" width="1024" height="863" /></a><p class="wp-caption-text">AWAL KEHAMILAN...</p></div>
<div id="attachment_801" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-duren1.jpg"><img class="size-large wp-image-801" title="xx-dof duren" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-duren1.jpg?w=1024&#038;h=738" alt="" width="1024" height="738" /></a><p class="wp-caption-text">DURIAN...</p></div>
<p>B.Angle alias sudut pandang</p>
<div id="attachment_809" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-daun-angle1.jpg"><img class="size-large wp-image-809" title="xx-daun angle" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-daun-angle1.jpg?w=1024&#038;h=1003" alt="" width="1024" height="1003" /></a><p class="wp-caption-text">MANTAN PACAR.....</p></div>
<div id="attachment_798" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-marah-angle.jpg"><img class="size-large wp-image-798" title="xx-marah angle" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-marah-angle.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="" width="1024" height="768" /></a><p class="wp-caption-text">MARAH...</p></div>
<div id="attachment_797" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-kontrass-bollaa.jpg"><img class="size-large wp-image-797" title="xx-kontrass bollaa" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-kontrass-bollaa.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="" width="1024" height="768" /></a><p class="wp-caption-text">MANDI BOLA</p></div>
<div id="attachment_796" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-renang.jpg"><img class="size-large wp-image-796" title="xx-renang" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-renang.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="" width="1024" height="768" /></a><p class="wp-caption-text">RENANG...</p></div>
<div id="attachment_795" class="wp-caption aligncenter" style="width: 642px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-mandi-angle.jpg"><img class=" wp-image-795  " title="xx-mandi angle" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-mandi-angle.jpg?w=632&#038;h=738" alt="" width="632" height="738" /></a><p class="wp-caption-text">MANDI...(pakai Nikon 50 D pinjeman.Yang motret istri atas petunjuk saya :d)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>C.      Memainkan Ekpresi (apa sih istilahnya)</p>
<div id="attachment_793" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-tertawa-ekspresi.jpg"><img class="size-large wp-image-793" title="xx-tertawa ekspresi" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-tertawa-ekspresi.jpg?w=1024&#038;h=1006" alt="" width="1024" height="1006" /></a><p class="wp-caption-text">TERTAWA....(yang kiri anak ane gan)</p></div>
<div id="attachment_792" class="wp-caption aligncenter" style="width: 435px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-mukena-ekpresi.jpg"><img class=" wp-image-792  " title="xx-mukena ekpresi" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-mukena-ekpresi.jpg?w=425&#038;h=738" alt="" width="425" height="738" /></a><p class="wp-caption-text">MUKENA...(Nikon 50D pinjeman)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=785&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/10/fotografi-menurut-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-renang-2.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-dof renang 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-renang.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-dof renang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-actamil.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-dof actamil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-dof-duren1.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-dof duren</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-daun-angle1.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-daun angle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-marah-angle.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-marah angle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-kontrass-bollaa.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-kontrass bollaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-renang.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-renang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-mandi-angle.jpg?w=878" medium="image">
			<media:title type="html">xx-mandi angle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-tertawa-ekspresi.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">xx-tertawa ekspresi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/xx-mukena-ekpresi.jpg?w=590" medium="image">
			<media:title type="html">xx-mukena ekpresi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Murdoch on Twitter</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/02/murdoch-on-twitter/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/02/murdoch-on-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 17:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan sudah punya akun Twitter? Atau, jangan-jangan sampeyan termasuk golongan jamaah tuit yang suka berlama-lama di linimasa? Berbahagialah sampeyan karena makin banyak orang hebat masuk di situs mikroblogging ini. Sampeyan pasti tahu Rupert Murdoch. Jika berkenan lihat kayak apa tuit-tuitnya dia. A new year, a new you. Begitu tulis The Guardian untuk mendeskripsikan bergabungnya &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/02/murdoch-on-twitter/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=767&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan sudah punya akun Twitter? Atau, jangan-jangan sampeyan termasuk golongan jamaah tuit yang suka berlama-lama di linimasa? Berbahagialah sampeyan karena makin banyak orang hebat masuk di situs mikroblogging ini. Sampeyan pasti tahu Rupert Murdoch. Jika berkenan lihat kayak apa tuit-tuitnya dia.</span></em></p>
<p>A new year, a new you<em>. Begitu tulis <a href="http://www.guardian.co.uk/">The Guardia</a>n untuk mendeskripsikan bergabungnya CEO News Corporation <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rupert_Murdoch"><strong>Keith Rupert Murdoch</strong></a> di situs mikroblogging Twitter. Taipan media berusia 80 tahun  itu mengejutkan banyak orang ketika memutuskan membuka akun di jejaring sosial ciptaan Jack Dorsey tersebut, 1 Januari 2012 kemarin.  </em></p>
<div id="attachment_768" class="wp-caption alignright" style="width: 201px"><em><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/16-rupert-murdoch.jpg"> <img class=" wp-image-768   " title="16-rupert murdoch" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/16-rupert-murdoch.jpg?w=191&#038;h=287" alt="" width="191" height="287" /></a></em><p class="wp-caption-text">Taipan Media, pemilik News Corporation</p></div>
<p><em>Meramaikan Twitterland, Murdoch yang menggunakan akun <strong>@rupertmurdoch</strong> itu berkicau banyak hal, dari resolusi tahun baru hingga kegiatan sehari-hari, semisal membaca biografi Steve Jobs, hingga merekomendasikan bintang film George Clooney untuk nominasi Piala Oscar.</em></p>
<p><em>&#8220;Selamat 2012. Mungkin ini lebih baik dari semua yang diprediksikan para ahli. Harus! Harus mengubah segalanya untuk menciptakan pekerjaan untuk semua, terutama kaum muda, &#8221; bunyi salah satu kicauan (tweet) Murdoch. &#8220;Resolusi saya, mencoba untuk menjaga kerendahan hati dan selalu ingin tahu. Dan tentu saja diet! ,” bunyi tweet yang lain.</em></p>
<p><em>Pria kelahiran Melbourne, 11 Maret 1931 ini juga berbagi dengan followers-nya bagaimana dia menilai sebuah film. ”Aku cinta film ‘we bought zoo’, film keluarga yang hebat. Sangat bangga dengan tim Fox yang membuat film ini,” sebut penguasa jaringan FOX, HarperCollins, dan BSkyB ini dikutip <a href="http://www.dailymail.co.uk">DailyMail</a>.<span id="more-767"></span></em></p>
<p><em>Sempat muncul keraguan apakah benar @rupertmurdoch adalah benar-benar milik sang mogul media ini? Keragu-raguan itu setidaknya tergambar di linimasa (timeline) yang begitu gencar mempertanyakan. Memastikan bahwa akun tersebut milik pria yang kekayaannya ditaksir USD7,6 miliar tersebut, CEO Twitter Jack Dorsey langsung menuliskan tweet untuk memromosikan akun @rupertmurdoch. Tweet ini bisa diartikan sebagai pembenar kehadiran pebisnis yang membeli <a href="http://www.nypost.com/">New York Pos</a><a title="New York Post" href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_York_Post">t</a> pada 1976 ini.</em></p>
<p><em>Tidak hanya itu, tak lama  setelah bergabung, profil Murdoch diberi embel-embel terverifikasi (verified). Dengan demikian, Twitter telah memastikan jika akun tersebut memang asli. Dan apa reaksi yang terjadi? Lebih dari 40.000 orang menjadi pengikutnya. Hebatnya,  itu terjadi hanya dalam sehari. Pada Senin (2/12) pukul 21.30 WIB, jumlah pengikutnya terus bertambah, lebih dari 48.000 orang.</em></p>
<p><em>Ucapan selamat datang pun mengalir deras. Piers Morgan, mantan editor di the News of the World, menulis: &#8220;Sekarang ini akan menjadi menarik &#8230; selamat datang di Twitter bos lama saya @rupertmurdoch.&#8221;  Pada Minggu (1/12) petang, pendiri <a href="http://google.com"><strong>Google</strong> </a>Larry Page juga mengirim mention. ”Bisakah Google+ selanjutnya..?,” kicau Page. Murdoch pun membalas.  &#8220;Mungkin segera, tapi aku bisa dibunuh untuk bermain-main di sini dan teman-teman takut apa yang saya benar-benar dapat katakan!,&#8221; balasnya.</em></p>
<p><em>Meski disambut positif, tak sedikit yang meledek pria yang memulai bisnis medianya di Australia tersebut. &#8220;Selamat Datang di Twitter &#8230; @ rupertmurdoch. Aku sudah meninggalkan pesan Selamat Tahun Baru di voicemail saya!,&#8221; tulis  mantan Deputi Perdana Menteri John Prescott, dikutip <a href="http://bbc.co.uk">BBC</a>. Kicauan ini, apalagi kalau bukan untuk menyindir skandal penyadapan telepon oleh News of The World.</em></p>
<p><em>Apapun, jejaring sosial telah menjadi fenomena. Tokoh-tokoh dunia dan orang-orang berpengaruh pun berbondong-bondong untuk membuka akun untuk mencari fans (di Facebook), juga berbagi dengan para pengikutnya. Khusus Twitter, daya tarik jejaring sosial ini makin meroket dengan terus bertambahnya pengguna. Kepopuleran itu termasuk yang membuat  orang terkaya di rab Saudi,Pangeran Alwalid bin Talal, menanamkan uangnya USD300 juta belum lama ini.</em></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/767/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=767&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2012/01/02/murdoch-on-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2012/01/16-rupert-murdoch.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">16-rupert murdoch</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lido&#8230;dan sedikit soal Libido (2)</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/29/lido-dan-sedikit-soal-libido-2/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/29/lido-dan-sedikit-soal-libido-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 17:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[diskotek lido]]></category>
		<category><![CDATA[lido cape town]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan sudah membaca kisah diskotek Lido yang saya tulis sebelumnya? Jika belum, sempatkanlah mumpung masih gratis. Ini sedikit lanjutan soal dunia remang-remang di jantung kota Cape Town itu. Pagi menjelang, membunuh malam yang bergelimang senang. Dentuman house music masih mengalir kencang ketika jarum jam menunjukkan pukul 03.00. Beberapa hits milik  Ungu dan T2  menawarkan keceriaan di ruang remang-remang &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/29/lido-dan-sedikit-soal-libido-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=754&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan sudah membaca kisah <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/11/26/lido-dan-sedikit-soal-libido-1/"><strong>diskotek Lido</strong> </a>yang saya tulis sebelumnya? Jika belum, sempatkanlah mumpung masih gratis. Ini sedikit lanjutan soal dunia remang-remang di jantung kota Cape Town itu.</span></p>
</blockquote>
<p>Pagi menjelang, membunuh malam yang bergelimang senang. Dentuman <em>house music</em> masih mengalir kencang ketika jarum jam menunjukkan pukul 03.00. Beberapa hits milik  Ungu dan T2  menawarkan keceriaan di ruang remang-remang itu. Sejumlah sofa panjang dan kursi-kursi kayu satu demi satu kosong. Maklum, seperti dikatakan para anak buah kapal (ABK) Indonesia, minggu malam memang bukan waktu tepat untuk mengusir lelah di Lido. Para tamu memilih pulang lebih cepat.</p>
<p>Wanita bertubuh semampai kelahiran Cape Town yang mengaku bernama Cindy itu terus merajuk. Dia mengajak pergi. Lama tak dapat jawab akhirnya agak kesal juga. “Saya butuh uang, belum bayar sewa rumah,” katanya beralasan. Cindy mengaku keuanganya menipis setelah tersedot untuk perawatan tubuh dan belanja pakaian. Entah benar, entah tidak.<span id="more-754"></span></p>
<p>Segalanya memang bisa terjadi di Lido. Dari sekadar <em>clubbing</em>, omong-omong kosong, dan berlanjut pada desahan di telinga. “Kamu di sini terus atau mau kita pergi?” kembali dia bertanya. Matanya sendu dan jari-jarinya sesekali dimainkan di rambutnya yang terjurai hitam. Seperti kalah dengan keadaan, dia akhirnya membiarkan tubuhnya tersandar di sofa gelap dengan embusan napas panjang.</p>
<div id="attachment_759" class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110718-003072.jpg"><img class=" wp-image-759    " title="IMG-20110718-00307" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110718-003072.jpg?w=294&#038;h=222" alt="" width="294" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">Di sinilah Lido berada, di kawasan Hans Strijdom Ave, Cape Town, Afsel</p></div>
<p>Sebagaimana tempat hiburan malam lain, para wanita malam di <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/11/26/lido-dan-sedikit-soal-libido-1/">Lido </a>datang tak sekadar menikmati ingar-hingar musik. Mereka sejatinya pemburu rand (mata uang Afrika Selatan). Liukan tubuh, dandanan menggoda, dan lirikan nakal adalah sekian dari beragam jerat untuk mengelabui mangsa. Tentu saja tak semua agresif. Banyak juga yang jaga imej (jaim). Mereka kebanyakan kulit putih dengan wajah di atas rata-rata. Namun <em>gesture</em> itu sesungguhnya tak lebih dari jinak-jinak merpati belaka.</p>
<p>Para anak buah kapal (ABK) Indonesia enteng saja menyebut mereka <em>jablay</em>. Sejumlah ABK asal Jawa Timur lebih senang mengatakan purel meski wanita-wanita itu tidak semuanya mengerti. Ketika Lido mulai buka sekitar pukul 21.00 waktu setempat, belum banyak yang terlihat. Barulah ketika menjelang tengah malam mereka terus berdatangan. Namun kebiasaan ini terjadi di luar Rabu malam dan Sabtu malam. “Apalagi kalau malam minggu, sore saja sudah banyak yang ke sini,” kata Awi Saputra, ABK asal Brebes, Jawa Tengah.</p>
<p>Untuk “cinta satu malam”, Awi menyatakan, rata-rata wanita malam di Lido meminta sedikitnya  500 rand atau sekitar Rp650.000 (kurs Rp1.300). Namun itu ternya bukan harga baku. Awi menceritakan, “cinta satu malam” bahkan bisa tak mengenal rand jika wanita sudah jatuh cinta dengan tamunya. “Karena akhirnya yang dipikirkan hanya saling senang. Paling bayar untuk taksi dan hotel,” sebut dia.</p>
<p>Cindy tersenyum mendengar cerocos itu. Tanpa malu dia mengakui rata-rata tamu yang menggunakan jasanya membayar sekitar 500 rand, bahkan ada yang lebih. Kalau hanya sekadar menemani berbincang, 100 rand saja cukup. Atau kalau tidak, dibelikan minuman pun tidak masalah. Cindy berdalih terpaksa berkubang di Lido karena tak ada pekerjaan lain. Klise, tapi begitulah yang diutarakan. Sebuah cinta terlarang telah membuatnya terjerambab. ”Pria Bandung yang membuat saya begini,” katanya.</p>
<p>Cindy menyebut pria yang bekerja di kapal ikan berbendera Jepang itu begitu sering datang ke Lido sekitar 10 tahun silam. Keintiman yang perlahan terbangun menjadikannya terpikat cinta, hingga sesuatu yang sebenarnya tak diinginkan datang. “Saya hamil,” akunya.</p>
<p>Cindy memilih memelihara janin itu. Apalagi, ABK Bandung yang disebutnya romantis itu mau berbagi kasih. Persoalannya, waktu berlayar datang. “Dia kembali melaut dan entah di mana dia kini,” sebutnya.</p>
<p>Dengan biaya hidup di Cape Town yang tinggi, termasuk tarif listrik yang hampir saban bulan naik, sementara anaknya juga sudah masuk sekolah dasar, mau tak mau Cindy harus terus bekerja. “Inilah pekerjaan saya hahaha&#8230;,” tawanya membuncah.</p>
<p>Lido memang tak sekadar menawarkan dangdut dan lagu-lagu populer Indonesia. Tempat dugem ini juga menyuguhkan cinta. Tapi tidak dimungkiri kamuflase inilah yang menjerumuskan. Banyak  ABK WNI yang menghabiskan dolar yang dikumpulkan berbulan-bulan di tengah lautan demi mengejar kesenangan sesaat itu.</p>
<p>Ketika bertemu dengan sejumlah ABK di V&amp;A Waterfront, sebagian besar mengaku tak bisa menghindari dugem di Lido. “Kerja di laut itu isinya ‘panas’ terus. Bawaannya emosi. Bertemu daratan adalah kemewahan,” kata Mulyono, ABK asal Demak, Jawa Tengah.</p>
<p>Dia juga mengaku tahu Lido dari sesama ABK yang telah lebih dahulu sandar di Cape Town. Mulyono beralasan dugem bukan untuk urusan ‘macam-macam’, melainkan hanya untuk mengusir stress. “Mendengarkan musik sambil minum, sudah itu saja,” katanya. Bukankah menguras kocek? “Hehehe&#8230;.mumpung masih bujangan,” dalihnya.</p>
<div id="attachment_756" class="wp-caption alignright" style="width: 378px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110717-00301.jpg"><img class=" wp-image-756  " title="IMG-20110717-00301" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110717-00301.jpg?w=368&#038;h=277" alt="" width="368" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">Ada jablay bule, kulit hitam, yang banyak cape malay</p></div>
<p>Senada diungkapkan M Ismail , ABK asal Jember. ”Rata-rata yang jadi pelaut itu bujangan. Ya sudah, mikirnya cuma untuk senang-senang. Uang untuk rumah sudah disisihkan,” sebut pria berambut panjang itu. Asep yang ikut menemani di Lido malam itu berargumen menggunakan uang bonus ketika ke Lido. “Kalau gaji sudah dikirim ke rumah,” sebutnya.</p>
<p>Asal diketahui, rata-rata ABK ini hanya dibayar USD150 per bulan. Jika saja tiap malam di Lido bisa sampai menghabiskan 500 rand atau sekitar USD100 tiap malam, tentulah uang yang dikumpulkan dengan keringat itu sia-sia.</p>
<p>Inilah yang disesalkan Konsulat Jenderal Republik di Cape Town, Afrika Selatan. Konsul Konsuler Vedi Kurnia Buana mengatakan, pihak KJRI tak segan-segan mengingatkan para ABK untuk tidak menghabiskan uangnya percuma. “Kita tak bosan-bosan mengatakan bahwa mereka bekerja untuk keluarga di Tanah Air,” kata Vedi.</p>
<p>“Dugem memang hak, apalagi mereka yang punya uang. Namun kami di KJRI juga punya kewajiban mengingatkan mereka agar menjadi pekerja yang berkualitas. Kami juga sampaikan bahwa mereka agar hati-hati karena dunia malam rawan dengan HIV/AIDS,” sambung diplomat berkaca mata ini.</p>
<p>Vedi menuturkan, dengan sekitar 3.000 ABK pada berbagai kapal penangkap ikan milik China, Korea, Taiwan dan Jepang, permasalahan ABK Indonesia di wilayah kerja KJRI di Cape Town cukup beragam. Sebagai salah satu pelaksanaan program kerja di bidang Perlindungan WNI, KJRI di Cape Town secara rutin mengadakan pertemuan dengan para ABK. “Pada forum ini KJRI memberikan penyuluhan serta sosialisasi mengenai banyak hal, seperti bimbingan dan santapan rohani, bahaya HIV/AIDS, pola hidup terutama arahan untuk tidak berperilaku boros, dan kiat-kiat apabila menghadapi masalah selama hidup di perantauan, “ tutur pria yang dikenal sebagai ‘bapak’ ABK ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/754/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=754&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/29/lido-dan-sedikit-soal-libido-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110718-003072.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG-20110718-00307</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110717-00301.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG-20110717-00301</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tata Kota Kyoto (3-subway)</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/28/tata-kota-kyoto-3-subway/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/28/tata-kota-kyoto-3-subway/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 16:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[kyoto eki]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun kyoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan pernah ke Kyoto? Jika ya, tentu mengerti dengan Kyoto-eki (stasiun Kyoto) yang megah dan moderen itu. Saya lupa pernah menulis tata kota Kyoto beberapa waktu lalu. Ini bagian ketiga dan terakhir WOW. Hanya itu kata bisa terucap saat menyaksikan langsung Kyoto-eki. Sulit untuk mendeskripsikan betapa megah dan modernnya stasiun terbesar kedua di Jepang &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/28/tata-kota-kyoto-3-subway/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=744&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan pernah ke Kyoto? Jika ya, tentu mengerti dengan Kyoto-eki (stasiun Kyoto) yang megah dan moderen itu. Saya lupa pernah menulis <a href="http://enteguh.wordpress.com/2010/07/07/tata-kota-kyoto-1/"><strong>tata kota Kyoto</strong> </a>beberapa waktu lalu. Ini bagian ketiga dan terakhir</span></p>
</blockquote>
<p>WOW. Hanya itu kata bisa terucap saat menyaksikan langsung Kyoto-eki. Sulit untuk mendeskripsikan betapa megah dan modernnya stasiun terbesar kedua di Jepang ini. Terdiri dari 16 lantai, termasuk tiga lantai di bawah tanah, stasiun ini bukan hanya menjadi pusat moda transportasi kereta api, melainkan salah satu urat nadi bisnis di Kyoto.</p>
<div id="attachment_745" class="wp-caption alignright" style="width: 307px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/stasiun-kyoto.jpg"><img class=" wp-image-745  " title="stasiun kyoto" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/stasiun-kyoto.jpg?w=297&#038;h=223" alt="" width="297" height="223" /></a><p class="wp-caption-text">Stasiun Kyoto, megah dan sangat modern</p></div>
<p>Betapa tidak, stasiun yang desainnya dirancang Hiroshi Hara ini dijejali dengan kantor-kantor pemerintah, kantor pos, museum, pusat perbelanjaan,  puluhan restoran, bioskop, dan sebuah lantai observasi di atas. Luas keseluruhan lantai mencapai 238.000 m2. Memandang dari lantai tiga, hilir mudik ribuan manusia mewarnai stasiun yang bangunannya sepanjang 470 meter, lebar 60 meter, dan tinggi 60 meter ini. Mereka seolah diburu waktu. Terbukti, tak ada yang berjalan lambat. Semuanya berlangsung sangat cepat.<span id="more-744"></span></p>
<p>Modernitas Kyoto-eki tergambar dari banyak hal. Hara, sang arsitek, menonjolkan kekuatan rancang bangun dari konstruksi baja dan sirkulasi udara. Tangga, eskalator yang menjulang, ruang-ruang terbuka yang sangat lega, dan berbagai akses menuju hotel, restoran, atau peron kereta api tampak dominan. Bangunan stasiun yang berbentuk kubus itu juga didominasi dinding kaca untuk membawa masuk cahaya matahari. Tak perlu takut akan mengantre lama untuk membeli tiket. Kendati ribuan manusia memenuhi stasiun ini tiap hari, mesin penjual tiket kereta disebar di berbagai titik sehingga hilir mudik penumpang tetap lancar.</p>
<p>Lupakan dulu kemegahan bangunan yang dibuka untuk publik pada 1997 tersebut. Yang perlu dicermati adalah sistem integrasi moda transportasi di stasiun itu. Selain kereta api, stasiun ini juga terhubung dengan terminal bus. Terminal ini merupakan yang terbesar di Kyoto. Bus-bus ini tidak hanya melayani rute dalam dan antarkota, tapi ada juga yang khusus menuju Bandara Internasional Kansai di Osaka. Selain itu, jaringan kereta JR (Japan Railways), Keihan, Hankyu, dan Kintetsu menghubungan Kyoto dengan kota-kota lain di daerah Kansai. Kereta ekspress JR Haruka menghubungkan Bandara Internasional Kansai dengan Stasiun JR Kyoto. Dari Kyoto-eki juga bisa melesat ke Tokyo dengan kereta api cepat Shinkasen yang tersohor itui.</p>
<p>Integrasi moda transportasi di kota-kota besar memang bukan barang baru. Seperti Kyoto, kota seluas 827,90 km² itu juga menginginkan kemudahan akses bagi warganya. Dengan pergerakan yang cepat, semakin dinamis pula roda bisnis dan kehidupan sosial. Menyatukan stasiun dengan terminal dan menghubungkannya pada titik-titik strategis dipandang dapat mempercepat pergerakan aktivitas warga.</p>
<div id="attachment_746" class="wp-caption alignleft" style="width: 328px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/stasiun-kyoto-2.jpg"><img class=" wp-image-746 " title="stasiun kyoto 2" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/stasiun-kyoto-2.jpg?w=318&#038;h=238" alt="" width="318" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">Stasiun Kyoto, mangstaffff...</p></div>
<p>Integrasi moda transportasi itu menjadi salah satu masterplan kota Kyoto yang mengusung konsep <em>conservation, renaissance, and creation.</em> Pemerintah Kyoto menyatakan, akan selalu mempromosikan perbaikan gaya hidup dan vitalisasi kegiatan kota dengan membangun fasilitas umum dan sistem lalu lintas yang baik untuk mendukung kelancaran arus orang dan barang, namun tidak membebani lingkungan.</p>
<p>”Kami akan mengambil langkah-langkah penting dalam manajemen kebutuhan transportasi (transportation demand management) untuk mengembangkan sebuah kebijakan baru lalu lintas yang sesuai dengan perubahan sosial dan ekonomi,” kata Wali Kota Kyoto, Daisaku Kadokawa, pada situs resmi Pemerintah Kota Kyoto.  Dia menerangkan, implementasi dari manajemen kebutuhan transportasi itu di antaranya kyoto akan terus membangun kereta api bawah tanah dan jalan.</p>
<p>Dalam satu konferensi persnya , Kadokawa mengumumkan rencana renovasi total <em>subway</em> <em>station</em> (stasiun kereta api bawah tanah) Shijo. Mestinya renovasi itu sudah kelar tahun ini. Berkaitan dengan resesi ekonomi yang sempat menghantam 2009 lalu, bisnis pengelolaan stasiun kereta bawah tanah telah menjadi isu serius. Untuk merevitalisasi ruang-ruang dan mendapatkan tambahan PAD, kota telah memutuskan untuk membuat ruang bisnis baru di stasiun kereta bawah tanah Shijo. ”Delapan toko baru yang akan menyasar konsumen wanita berusia 20-an tahun sampai  40-an tahun akan dibuka,” kata dia. Lainnya, pasar bunga dan supermarket Seijo Ishii.”Kota ini akan terus mendorong perbaikan lingkungan di stasiun kereta bawah tanah dan terminal bus untuk semua orang,” kata dia.</p>
<p>Dalam rangka memperkuat sistem integrasi dan perbaikan transportasi itu, sejumlah kebijakan akan ditempuh. Pertama, menjaga jaringan lalu lintas kota. Kedua, meningkatkan jaringan lalu lintas untuk mendukungpertukaran di wilayah metropolitan, melalui <em>upgrade</em>jaringan kereta api, peningkatan fungsi dalam dan di sekitar stasiunyang berfungsi sebagai simpul lalu lintas, dan peningkatan jaringan jalan.</p>
<div id="attachment_747" class="wp-caption alignright" style="width: 378px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_7809.jpg"><img class=" wp-image-747  " title="IMG_7809" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_7809.jpg?w=368&#038;h=246" alt="" width="368" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">tuku karcis subway</p></div>
<p>Ketiga, mengembangkan jaringan lalu lintas yang lebih luas. Kebijakan ini diterjemahkan dalam konsep membentuk jaringan jalan mobil hanya untuk menghubungkan bagian dalam dan di luar wilayah metropolitan. Kebijakan keempat adalah menetapkan kebijakan lalu lintas baru, di antaranya melalui promosi manajemen kebutuhan transportasi. ”Sistem integrasi di semua lini kehidupan bagian dari upaya Kyoto menjadi  <em>a town for walking</em> (kota untuk berjalan-jalan,” ungkap Kadokawa.</p>
<p>Fakta di lapangan, Kyoto memang telah menegaskan dirinya sebagai kota yang sangat nyaman untuk berjalan-jalan. Sebagai Kota Kebudayaan dan Pelajar, Kyoto mirip Yogyakarta di Indonesia. Bahwa Pemerintah Kota Kyoto terus memberikan sentuhan akses transportasi yang mudah dan praktis, itu hal yang tak terpisahkan dari identitas kota yang menjadi jujugan wisatawan sekaligus kota metropolitan. Bagi kota-kota besar di Indonesia, Kyoto barangkali salah satu contoh bagaimana komitmen memberikan fasilitas transportasi terbaik bagi warga selalu menjai prioritas. ”Karena itu, rugi kalau Anda ke Jepang dan tidak menikmati Kyoto,” seru Takumi Yoshio, salah satu mahasiswa Kyoto University yang sempat berbincang ringan di minimarket Lawson, tak jauh dari Kyoto-eki.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/744/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=744&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/28/tata-kota-kyoto-3-subway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/stasiun-kyoto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stasiun kyoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/stasiun-kyoto-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stasiun kyoto 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_7809.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7809</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamila Andini&#8230;</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-3/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 08:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[kamila andini]]></category>
		<category><![CDATA[sutradara kamila andini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan kenal Kamila Andini? Saya kasih tahu: dia adalah sutradara dan penulis skenario. Cewek yang akrab dipanggil Dini ini barangkali masih hijau di jagat perfilman Tanah Air. Namun, karya perdananya di layar lebar telah membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. The Mirror Never Lies atau cermin tak pernah berbohong menahbiskan Dini sebagai sutradara &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=730&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan kenal Kamila Andini? Saya kasih tahu: dia adalah sutradara dan penulis skenario. Cewek yang akrab dipanggil Dini ini barangkali masih hijau di jagat perfilman Tanah Air. Namun, karya perdananya di layar lebar telah membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. <strong>The Mirror Never Lies</strong> atau cermin tak pernah berbohong menahbiskan Dini sebagai sutradara muda penuh talenta.</span></p>
</blockquote>
<p>Dimulai dari Festival Film Busan, Korea, mayoritas kritikus memuji film yang berlatar suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Selatan tersebut. Berlanjut di Festival Film Internasional Mumbai, Dini menyabet penghargaan Bright Young Talented award. Belum lagi di Festival Film Tokyo dengan dua penghargaan dan sebuah lagi di fetival film di Manila. Jelas bukan perkara gampang menuai prestasi bergengsi itu. Apa arti film bagi wanita 25 tahun ini? Berikut petikan dengan putri sulung sineas Garin Nugroho tersebut:</p>
<p><strong>Sederet penghargaan untuk film debut sepertinya belum semua sutradara dapat melakukan. Bisa diceritakan bagaimana proses ke sana?</strong></p>
<p>Iya Mirror (The Mirror Never Lies) itu sebenarnya bulan oktober kemarin itu sempat kelililing-keliling yang international premier-nya itu di Busan. Kebetulan tidak dapat apa-apa, namun kritikus memberikan pandangan positif untuk film ini. Setelah itu ke Mumbai, masuk ke international competition. Nah di sini dapat penghargaan Bright Young Talented Award.<span id="more-730"></span><strong></strong></p>
<p><strong>Sudah memprediksi bakal menang di situ?</strong></p>
<p>Wah enggak nyangka banget. Sama sekali tidak membayangkan akan menang. Pasalnya di Mumbai ini kan international competition, Mirror merupakan satu-satunya film dari Asia Tenggara. Bahkan di Asia hanya ada dua film yang lolos, filmku dan film dari India. Lainnya sebagian besar dari Eropa, ada dari Swedia dan banyaklah film-film bagus. Ada 13 film di situ Apalagi ada film yang sudah ke Festival Berlin dan lain-lain. Aduuuhhh…gak mikir akan dapat apa-apa, bener-bener enggak ngarepin deh karena kan underdog. Karena itu sangat kaget ketika dapat penghargaan itu. Mungkin saat itu aku director paling muda sehingga mereka memberi apresiasi.</p>
<p><strong>Visual Mirror sangat kuat dengan mengangkat latar Suku Bajo, apa yang mendasari karya itu?</strong></p>
<div id="attachment_731" class="wp-caption alignleft" style="width: 378px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/08-kamila-andini.jpg"><img class=" wp-image-731  " title="08-KAMILA ANDINI" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/08-kamila-andini.jpg?w=368&#038;h=245" alt="" width="368" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">Muda, berbakat, dan brilian</p></div>
<p>Sebenarnya sederhana. Pada film perdana ini aku ingin mengangkat tema laut karena aku suka diving (menyelam), aku suka sama laut, aku suka travelling. Aku ingin ngobrol soal laut dan Suku Bajo adalah orang yang paling dekat dengan laut. Merekalah pencerita yang paling tepat jika aku ingin bicara tentang laut, karena koneksi mereka terhadap laut. Sesimpel itu. Memang sejak dulu aku sangat tertarik dengan kehidupan mereka.</p>
<p><strong>Apa yang menimbulkan ketertarikan?</strong></p>
<p>Secara antropologi pasti menarik karena melihat kelompok-kelompok masyarakat yang menyandarkan kehidupan mereka di laut. Tapi secara khusus aku melihat sesuatu di sana, semacam freedom, ada kebebasan cara mereka dalam memilih hidup. Itu menarik banget.</p>
<p><strong>Dalam film ini salah satunya terdapat kerja sama dengan WWF, adakah misi tertentu yang dibidik?</strong></p>
<p>Perlu kolaborasi yang tepat dalam membuat film ini. WWF seperti kita tahu mereka organisasi internasional yang sangat concern pada lingkungan dan koservasi. Kita memang banyak berdiskusi di awal tentang bagaimana film ini akan ditampilkan. Tapi aku sendiri saat itu bilang jika semua masalah lingkungan itu tidak akan lepas dari masyarakatnya. Lingkungan tidak akan hidup kalau masyarakat tidak hidup dan sebaliknya, jadi masyarakatnya ini yang kita tonjolkan dulu. Akhirnya, Suku Bajo, fiksi, keluarga, dan problem lingkungan menyelimuti film ini.</p>
<p><strong>Artinya, ada semacam representasi Indonesia dalam film ini?</strong></p>
<p>Tidak sekadar merepresentasikan Indonesia, melainkan untuk masyarakat Indonesia sebenarnya. Pertama kali aku ke Wakatobi pada 2009, awalnya untuk diving, Banyak yang tanya Wakatobi itu di mana sih, di Jepang ya? Aku enggak menyalahkan orang-orang, karena banyak banget daerah-daerah di Indonesia yang aku belum tahu. Intinya kita sendiri perlu mengenal negara kita lebih jauh. Film adalah medium yang tepat untuk membawa orang berkelana. Jadi singkatnya aku membuat film adalah ingin mengenalkan Indonesia pada orang Indonesia.</p>
<p><strong>Pendeknya, film itu tidak didesain untuk berkompetisi di level internasional?</strong></p>
<p>Meraih penghargaan di sejumlah festival internasional itu bonus. Enggaklah kalau dari awal sudah mikir harus menang, ini untuk orang Indonesia. Aku percaya kalau memulai dari akarnya, akar itu akan tumbuh.</p>
<p><strong>Banyak yang menilai Mirror tak ubahnya film Garin Nugroho, sehingga muncul perbandingan antara Anda dan Garin. Sesungguhnya seperti apa?</strong></p>
<p>Kalau influence (pengaruh) itu jelas ya, itu tidak bisa dihindari. Aku dari bayi bahkan hidup dari pemikiran-pemikiran papa, dari bukunya papa, dari film-filmnya papa.  Papa yang mengenalkan aku pada semua jenis seni. Tapi pada Mirror, sebenarnya papa dari awal sudah memberi pernyataan tegas tidak akan memberikan fingerprint. Dia saja tidak pernah ke Wakatobi sebelumnya. Karena itu film pertama aku harus jujur pada yang aku punya. Tapi karena influence tadi ya, karena sejak kecil aku tumbuh dengan pemikiran papa, sehingga tetap tidak terhindarkan. Yang menarik, waktu aku Korea, Jepang, banyak yang bilang filmku beda banget dengan film-film papa.</p>
<p><strong>Dari sisi mana?</strong></p>
<p>Kalau film papa kan romantis, imajinasinya luas, eksplorasi ruangnya beda. Sementara aku cewek sehingga mungkin ada sisi feminin di filmku. Aku sebenarnya tidak tahu persis apa yang membuat beda, tapi mereka bilang itu beda banget. Mungkin di Indonesia film-film kayak gini sedikit, sehingga begitu ada film seperti itu dianggap mirip sama film papa. Terus mau apa? Apalagi papa satu-satunya yang bikin film seperti itu, tapi nggak ngerti juga sih hahaha.</p>
<p><strong>Dengan dibanding-bandingkan pada Garin, apakah menimbulkan ketidaknyamanan?</strong></p>
<p>Enggak sih. Soal selera, film-film yang aku sukai sama dengan film-film yang disukai papa. Kalau tiba-tiba aku harus membuat taste berbeda, misalnya</p>
<div id="attachment_735" class="wp-caption alignright" style="width: 341px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/jkt-kamila-andini-eko-purwanto-11.jpg"><img class=" wp-image-735   " title="jkt-kamila andini-eko purwanto 1" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/jkt-kamila-andini-eko-purwanto-11.jpg?w=331&#038;h=218" alt="" width="331" height="218" /></a><p class="wp-caption-text">Ramah dan murah senyum</p></div>
<p>bikin film action enggak mungkin juga, jadi enggak masalah. Aku yakin punya sisiku sendiri. Ya nantilah waktu yang akan bikin orang tahu bedanya di mana.</p>
<p><strong>Banyak kritik terhadap kualitas sinema Indonesia ketika film-film yang bertema horor dan seksualitas menjamur. Bagaimana Anda melihatnya?</strong></p>
<p>Pengalamanku, orang yang mengkritik itu biasanya mereka yang tidak menonton film-film Indonesia. Maksudku, tahun ini banyak lhofilm bagus lahir, Sang Penari, Tanda Tanya, Lima Elang, Catatan Si Boy, jadi sayang kalau orang melihat hanya dari satu sisi. Bahwa film itu berkembang itu tidak hanya di negara kita, Thailand juga begitu, film horor dan komedi membeludak. Yang penting itu adalah kita juga punya film-film yang jadi penyemimbang.</p>
<p><strong>Berarti tidak ada yang salah?</strong></p>
<p>Tahun ini adalah tahun yang kaya untuk perfilman Tanah Air. Kita punya banyak film bagus. Sebenarnya yang sangat dibutuhkan adalah ruang dan apresiasi dari masyarakatnya.</p>
<p><strong>Bisa dijelaskan?</strong></p>
<p>Pertama, soal ruangnya, karena banya film jadi menumpuk-numpuk sehingga dua minggu sudah harus ganti film karena banyak yag mengantre. Kedua, soal apresiasi, kita mau bikin film bagus kayak apa kalau tidak ada apresisasi ya sulit. Misalnya Sang Penari yang sampai sekarang belum 100.000 (penonton), sementara Pocong sudah 20.000 dalam sehari, bagaimana enggak mau tumbuh film-film seperti itu. Jadi apresiaasi dari masyarakt yang dibutuhkan. Kalau mau bagus ya nonton film bagus.</p>
<p><strong>Tentang paradoks antara mengejar kualitas dan jumlah penonton, Anda sendiri memilih mana?Ada yang menyebut film Anda adalah ”film festival”? </strong></p>
<p>Sebenarnya, seperti papa, aku atau siapapun, pasti enggak maulah film yang dihasilkan jadi sekadar film festival. Pasti akan lebih senang kalu filmnya</p>
<p>diapresidasi di negeri sendiri. Tapi sekarang ini mau tidak mau kita harus ke sana karena ruangnya tidak ada. Orang-orang tidak sempat nonton filmku, di bioskop cuma dua minggu kecuali aku bisa buat copy yang banyak, terus mau di mana lagi?. Kita sebagai filmmaker tentu ingin film kita ditonton. Nah satu-satunya ruang yang di festival internasiona.</p>
<p><strong>Apakah menumbuhkan apresiasi masyarakat itu susah?</strong></p>
<p>Menonton itu harus dijadikan budaya, menontong itu perlu. Kalau sekadar ingin melihat film yang bikin kita seneng pasti nontonnya film-film Hollywood, tapi film itu kan bukan sekadar entertainment tapi gagasan dan edukasi. Kadang-kadang kita juga perlu nonton film yang membosankan sampai akhir karena kita ingin mendapatkan sesuatu yang lebih jelas. Kalau kita bisa melakukan itu, semua film pasti bisa ditonton.</p>
<p><strong>Ini tentang mimpi film Indonesia hadir di Academy Award, misalnya di kategori best foreign language film, menurutmu mungkinkah mimpi itu bisa jadi kenyataan?</strong></p>
<p>Kalau mungkin pasti mungkin banget. Intinya kita harus kompak. Dari mulai investornya, pembuatnya, sampai penontonya harus kompak kalau mau ke sana. Kompak itu dalam arti saling mendukung, tidak semua berada pada kepentingannya sendiri-sendiri. Jangan seperti serang, misalnya dari sisi penonton, masih pilih-pilih film. Karena terus terang semakin penonton tidak ada, kesempatan kita bikin film juga semakin tiak ada. Bagaimana kita mau lebih baik kalau kesempatan saja tidak ada. Dan satu lagi, pemerintah juga harus kompak dengan kita. <strong>(zen teguh)</strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Versi asli wawancara ini dapat dinikmati</em> di<span style="color:#333399;"> <a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/448646/"><span style="color:#333399;">Koran SINDO</span></a></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=730&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/08-kamila-andini.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">08-KAMILA ANDINI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/jkt-kamila-andini-eko-purwanto-11.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">jkt-kamila andini-eko purwanto 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamila Andini (2)</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-2/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 08:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[kamila andini]]></category>
		<category><![CDATA[sutradara kamila andini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan kenal Samira Makhmalbaf? Buat yang belum tahu, dia adalah sutradara dan penulis skenario asal Iran.Samira adalah putri sutradara kondang Mohsen Makhmalbaf. Pada usia 17 tahun, setelah memproduksi dua video, Samira menggarap film pertamanya, The Apple.  Setahun kemudian, dia tercatat sebagai sutradara termuda yang pernah berpartisipasi di Festival Film Cannes, Prancis. Apa hubungannya dengan &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=717&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan kenal Samira Makhmalbaf? Buat yang belum tahu, dia adalah sutradara dan penulis skenario asal Iran.Samira adalah putri sutradara kondang Mohsen Makhmalbaf. Pada usia 17 tahun, setelah memproduksi dua video, Samira menggarap film pertamanya, <em>The Apple.  </em>Setahun kemudian, dia tercatat sebagai sutradara termuda yang pernah berpartisipasi di Festival Film Cannes, Prancis. Apa hubungannya dengan Kamila Andini?</span></p>
</blockquote>
<p>Jalan hidup Dini sekilas serupa dengan Samira. Sama-sama bergulat di jagat film di usia belia dan putri seorang sineas kenamaan. Adakah suatu kebetulan di sana? ”Aku memang terinspirasi Samira Makhmalbaf,”kata Dini di rumahnya yang asri di kawasan Bintaro. Menurut dara kelahiran Jakarta 6 Mei 1986 ini, Samira yang memulai debut di usia muda membuatnya meyakini satu hal bahwa dengan kemauan dan kerja keras tak ada yang tak bisa dilakukan.</p>
<p>Asal tahu, meski dalam darahnya mengalir deras gen Garin Nugroho, Dini tak serta merta tertarik di dunia film. Dia baru mengikuti jejak ayahnya semasa SMA dengan membuat film pendek dan dokumenter. Karier profesionalnya sebagai pembuat film dukumenter dimulai selepas menyelesaikan pendidikan sosiologi dan seni media dia Universitas Deakin, Melbourne, Australia.<span id="more-717"></span></p>
<p>Sejumlah film dokumenter telah dihasilkan, di antaranya <em>A</em><em> Song for Tukik</em>, <em>From Coral Triangle</em>, dan <em>Penyu dan Kerajaan Lautku</em>. Itu belum termasuk sejumlah video klip. Sejumlah penghargaan yang didapat dari film <em>The Mirror Never Lies</em> kian menerbangkan mimpi Dini untuk melahirkan karya berkualitas.</p>
<div id="attachment_725" class="wp-caption alignleft" style="width: 378px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/jkt-kamila-andini-eko-purwanto-61.jpg"><img class=" wp-image-725  " title="jkt-kamila andini-eko purwanto 6" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/jkt-kamila-andini-eko-purwanto-61.jpg?w=368&#038;h=242" alt="" width="368" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">mewarisi kehebatan ayahnya</p></div>
<p>”Kalau ditanya apa rencana ke depan, ya tentu buaf film lagi. Sekarang lagi nulis naskahnya,”kata sulung dari empat bersaudara ini. ”Judul sementaranya Sekala Niskala atau <em>The Seen and Unseen</em>,”lanjut dia. Kapan terwujud? Dini tersenyum. ”<em>Penginnya</em> ya secepatnya. Tapi sekarang lagi persiapan nikah dulu ,”lanjut calon istri sutradara <em>Sang Penari</em>, Ifa Isfansyah ini.</p>
<p>Penggemar olahraga menyelam ini sedikit membocorkan, film keduanya akan mengambil latar di Bali. ”Masih berkisah tentang anak-anak juga. Tentang anak-anak di Bali dan dunia gerak,”sebut dia. Dini menyatakan, film ini ibarat antitesis dari film pertama. Jika <em>The Mirror Never Lies </em>dibuat<em> </em>dari hal yang sangat disenanginya, maka film kedua akan menetas dari hal yang paling tidak disukainya. ”Aku suka <em>travelling</em>, tapi aku tidak pernah merasa tertarik dengan Bali. Sudah banyak banget orang kesana. Aku sengaja ingin membuat dari kebalikannya ”terangnya. <strong>(zen teguh)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>TENTANG KAMILA ANDINI</strong></p>
<p>Nama              : Kamila Andini</p>
<p>Lahir                : Jakarta, 6 Mei 1986</p>
<p>Orang Tua       : Garin Nugroho dan Riani Ikaswati</p>
<p>Pendidikan      : Bachelor of Arts (Media Arts &amp; Sociology) Deakin University, Melbourne, Australia (2003-2007)</p>
<p>Pekerjaan        : Sutradara dan penulis skenario</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>FILMOGRAFI</strong></p>
<p>2002 – 2003:</p>
<p>-          Rahasia Dibalik Cita Rasa (Behind The Secret Recipe), dokumenter, Indocs Production, 2002</p>
<p>-          Millenium Year, dokumenter, PopCorner, 2003</p>
<p>-          Jas Merit, film pendek, Konfiden Production, 2003</p>
<p>2008 – 2009:</p>
<p>-          Sepasang Mata Bola, Film Televisi, ASTRO Production, 2008</p>
<p>-          100 Tahun Kebangkitan Nasional, seri documenter, 2009</p>
<p>-          Slank Dance, video klip Slank, 2009</p>
<p>-          Monogamy, video klip Slank, 2009</p>
<p>2010-2011:</p>
<p>-          A song for tukik, dokumenter, 15min, SET film, 2010</p>
<p>-          From Coral Triangle, dokumenter, SET film, 2010</p>
<p>-          Penyu dan Kerajaan Lautku, documenter drama, SET film, 2011</p>
<p>2011:</p>
<ul>
<li>The Mirror Never Lies (TMNL), film feature, SET Film, 2011.</li>
</ul>
<p>PENGHARGAAN UNTUK TMNL</p>
<p>1.    Honorable Mention Award, Global Film Initiative, 2010</p>
<p>2.    Terpilih pada kompetisi pendatang baru, Festival Film Busan, 2011</p>
<p>3.    Bright Young Talent, Festival Film Mumbai, 2011</p>
<p>4.    Film Terbaik untuk kategori “Earth Grand Prix”, Festival Film Tokyo, 2011</p>
<p>5.    <em>Special Mention Award</em>, Wind of Asia-middle East Competition, Festival Film Tokyo, 2011</p>
<p>6.    <em>Special Mention Award</em>, Festival Film Cinemanila, Manila, 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/717/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=717&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/07/kamila-andini-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/jkt-kamila-andini-eko-purwanto-61.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">jkt-kamila andini-eko purwanto 6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih tentang Cape Town</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/06/masih-tentang-cape-town-2/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/06/masih-tentang-cape-town-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 17:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[cape town]]></category>
		<category><![CDATA[table mountain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan tahu bagaimana keindahan Cape Town? Harian Seputar Indonesia pernah menuliskan demikian: inilah salah satu kota dengan panorama paling menakjubkan di dunia.Berlatarkan Table Mountain yang melegenda, berteraskan pantai paling ujung di Afrika,Cape Town selalu meninggalkan memori yang membekas. Ya, itu betul sekali. Kota yang dikembangkan Jan van Riebeeck ini memang sungguh memesona. Lanskap alamnya &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/06/masih-tentang-cape-town-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=669&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan tahu bagaimana keindahan Cape Town? Harian Seputar Indonesia pernah menuliskan demikian: inilah salah satu kota dengan panorama paling menakjubkan di dunia.Berlatarkan Table Mountain yang melegenda, berteraskan pantai paling ujung di Afrika,Cape Town selalu meninggalkan memori yang membekas.</span></p>
<p style="text-align:left;"><em>Ya, itu betul sekali. Kota yang dikembangkan Jan van Riebeeck ini memang sungguh memesona. Lanskap alamnya luar biasa. Sebagai pertemuan budaya Afrika,Eropa, dan Asia, nuansa kota dan keragaman budayanya begitu elok. Andai saja sampeyan saat ini memegang buku <strong>Seven Days in Cape Town</strong> tulisan Sean Fraser, itulah wajah kota yang begitu didambakan jutaan manusia ini. Pada pertengahan Juli lalu, saya sempat merekam secuil dari berbagai keindahan yang bertebaran itu. Sayang karena keterbatasan kamera (hanya kamera saku Cannon) dan waktu, semuanya tak dapat tergambarkan utuh. Inilah di antaranya:</em></p>
<div id="attachment_700" class="wp-caption aligncenter" style="width: 496px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_11432.jpg"><img class=" wp-image-700    " title="IMG_1143" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_11432.jpg?w=486&#038;h=272" alt="" width="486" height="272" /></a><p class="wp-caption-text">Table Mountain dipotret dari V&amp;A Waterfront</p></div>
<div id="attachment_699" class="wp-caption aligncenter" style="width: 496px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_11451.jpg"><img class=" wp-image-699     " title="IMG_1145" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_11451.jpg?w=486&#038;h=272" alt="" width="486" height="272" /></a><p class="wp-caption-text">Pelabuhan Table Bay yang sibuk namun memesona</p></div>
<p style="text-align:left;"><span id="more-669"></span></p>
<div id="attachment_694" class="wp-caption aligncenter" style="width: 342px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0902.jpg"><img class=" wp-image-694   " title="IMG_0902" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0902.jpg?w=332&#038;h=442" alt="" width="332" height="442" /></a><p class="wp-caption-text">salah satu sudut kota</p></div>
<div id="attachment_693" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_1173.jpg"><img class=" wp-image-693   " title="IMG_1173" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_1173.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Hout Bay</p></div>
<div id="attachment_691" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0953.jpg"><img class=" wp-image-691   " title="IMG_0953" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0953.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">suvenir khas, di jual di tepi pantai dekat camp bays</p></div>
<div id="attachment_690" class="wp-caption aligncenter" style="width: 444px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110714-002571.jpg"><img class=" wp-image-690       " title="IMG-20110714-00257" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110714-002571.jpg?w=434&#038;h=326" alt="" width="434" height="326" /></a><p class="wp-caption-text">Camp bays, banyak sekali bule di sini, mulus lagi hihihi</p></div>
<div id="attachment_688" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0937.jpg"><img class=" wp-image-688   " title="IMG_0937" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0937.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Lanskap Cape Town dipotret dari Table Mountain</p></div>
<div id="attachment_687" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0939.jpg"><img class=" wp-image-687   " title="IMG_0939" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0939.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Table Mountain National Park</p></div>
<div id="attachment_684" class="wp-caption aligncenter" style="width: 342px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0947.jpg"><img class=" wp-image-684   " title="IMG_0947" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0947.jpg?w=332&#038;h=442" alt="" width="332" height="442" /></a><p class="wp-caption-text">The Protea, national flower of South Africa. Saya potret di Table Mountain National Park</p></div>
<div id="attachment_681" class="wp-caption aligncenter" style="width: 487px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_1117.jpg"><img class=" wp-image-681 " title="IMG_1117" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_1117.jpg?w=477&#038;h=357" alt="" width="477" height="357" /></a><p class="wp-caption-text">Jauh-jauh ke Cape Town, ketemu Bata juga. Ini gerai Bata di Canal Walk</p></div>
<div id="attachment_680" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110716-00280.jpg"><img class=" wp-image-680   " title="IMG-20110716-00280" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110716-00280.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Pick n Pay, ritel favorit. Macam Carrefour di Indonesia</p></div>
<div id="attachment_678" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110716-00281.jpg"><img class=" wp-image-678   " title="IMG-20110716-00281" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110716-00281.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Mau cuci piring? pakai Sunlight aja, murah kok hanya 22 rand</p></div>
<div id="attachment_675" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110718-00307.jpg"><img class=" wp-image-675   " title="IMG-20110718-00307" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110718-00307.jpg?w=442&#038;h=332" alt="" width="442" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Di kawasan inilah Diskotek Lido berada hahaha....</p></div></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=669&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/12/06/masih-tentang-cape-town-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_11432.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1143</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_11451.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1145</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0902.jpg?w=768" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0902</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_1173.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1173</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0953.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0953</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110714-002571.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG-20110714-00257</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0937.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0937</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0939.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0939</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_0947.jpg?w=768" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0947</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img_1117.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1117</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110716-00280.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG-20110716-00280</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110716-00281.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG-20110716-00281</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/12/img-20110718-00307.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG-20110718-00307</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lido&#8230;dan sedikit soal libido (1)</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/11/26/lido-dan-sedikit-soal-libido-1/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/11/26/lido-dan-sedikit-soal-libido-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 10:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[diskotek lido]]></category>
		<category><![CDATA[dugem cape town]]></category>
		<category><![CDATA[lido cape town]]></category>
		<category><![CDATA[lido surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sampeyan tahu diskotek Lido di kawasan Darmo Park Surabaya? Sungguh suatu hal yang benar-benar di luar perkiraan saya ketika menemukan tempat serupa dengannya nun jauh di sana. Di Cape Town, Western Cape, Afrika Selatan, tepatnya. Pertengahan Juli 2011. Pada sebuah malam yang udara dinginnya terasa menusuk tulang, kami keluar dari taksi tua di kawasan &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/11/26/lido-dan-sedikit-soal-libido-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=640&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Apakah sampeyan tahu diskotek Lido di kawasan Darmo Park Surabaya? Sungguh suatu hal yang benar-benar di luar perkiraan saya ketika menemukan tempat serupa dengannya nun jauh di sana. Di Cape Town, Western Cape, Afrika Selatan, tepatnya.</span></p>
<p style="text-align:center;">
</blockquote>
<p>Pertengahan Juli 2011. Pada sebuah malam yang udara dinginnya terasa menusuk tulang, kami keluar dari taksi tua di kawasan Hans Strijdom Ave. Sesungguhnya perjalanan dari Hotel Fountain, tempat saya menginap tak jauh. Mungkin sekitar 10 menit jalan kaki. Tapi ini malam bung, di Afrika pula. Biarpun Cape Town terkenal aman, selalu ada peringatan: jangan jalan kaki saat malam, apalagi sendirian!.</p>
<p>Pintu sekira 1,5 meter lebarnya menyambut langkah kaki. Di dalam ruangan terlihat samar, namun pendaran warna merah amat mendominasi. Perlahan rasa hangat mulai menjalar. Adalah dentuman musik <em>trance</em> tiada henti yang mengusir dingin di tubuh. Genre musik dengan ciri khas <em>beats per minute</em> kencang dan <em>special effect</em> itu memang seolah mempercepat alirah darah.</p>
<div id="attachment_642" class="wp-caption alignleft" style="width: 349px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/11/tn1.jpg"><img class=" wp-image-642  " title="tn" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/11/tn1.jpg?w=339&#038;h=254" alt="" width="339" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">ajeb-ajeb di diskotek Lido Cape Town</p></div>
<p>Wanita berambut sebahu menghampiri. “Ayo sini kamu kasih aku 240 rand,” katanya tanpa basa-basi. Andai saja malam itu tak berada di Cape Town, mungkin saya tidak akan terkejut. Namun ini adalah kota yang terpisah ribuan kilometer jauhnya dari Indonesia. Apalagi wanita itu, Nicky, adalah <em>capetonian (</em>warga kelahiran Cape Town).</p>
<p>Awi Saputra, Erwan, dan Asep, tiga anak buah kapal (ABK) ikan berbendara Jepang yang menjadi teman di malam musim dingin itu tersenyum. “Benar kan&#8230;?,” kata Awi penuh arti.  Di sofa panjang empuk kami mendaratkan tubuh. Nicky kembali datang. Kali ini tak meminta uang, melainkan menyodorkan empat pak <del>bir</del> bminuman kaleng. Barulah saya tahu uang yang diminta sebelumnya  adalah harga untuk minuman <del></del>penghangat tersebut. Ditemani keripik kentang berasa sedikit masam khas Afsel, telinga kami biarkan dihantam musik-musik <em>clubbing</em> yang menghentak tanpa jeda.<span id="more-640"></span></p>
<p>”Tunggu sebentar lagi, pasti setelah ini ada,” kata Awi memberi isyarat. Benar, gelegar <em>It’s My Life</em> milik Bon Jovi berakhir disusul lagu yang intronya tak asing di telinga.<em> Salam Rindu</em> milik Tipe-X mendentum. Segera saja <em>hall</em> di tengah ruangan yang dihujani sorot lampu merah itu terisi. Beberapa tamu berjingkrak ska. Nyaris saja memutuskan untuk duduk sebelum akhirnya batal karena <em>Cinta Satu Malam </em>dan<em> Keong Racun</em> menyusul. <em>Hall</em> makin ramai.</p>
<p>Namun tidak ada yang mengalahkan ketika <em>Aku Bukan Bang Thoyib</em> menyergap. Sejumlah wanita cantik berkulit putih yang awalnya hanya menyepi di salah satu sudut gelap masuk ke <em>hall</em> dan meliuk-liukkan tubuh. Begitu juga dengan beberapa wanita berkulit hitam dengan rambut keriting seperti tak mau kalah. Mereka larut. Bukan hanya sebatas gerakan tubuh yang terkadang sedikit liar, namun juga berdendang. “Karena aku bukan.. aku bukan..aku bukan..aku bukan bang Thoyib&#8230;,” jerit mereka.</p>
<p>Inilah <span style="color:#000080;"><strong>Lido Pub and Bar,</strong></span> salah satu diskotek di jantung kota Cape Town. Terselip di antara bangunan-bangunan tinggi tak jauh dari kawasan Long Street dan  Hans Strijdom Ave, Lido menawarkan sesuatu yang berbeda. Musik yang diputar bukan monopoli barat, melainkan lagu-lagu Indonesia. Untuk saat ini, lagu-lagu grup band Wali agaknya menjadi favorit. Sepanjang malam itu, lagu <em>Aku Bukan Bang Thoyib dan Cari Jodoh</em> diputar setidaknya tiga kali, mengalahkan <em>Separuh Nafas</em> milik Dewa, <em>Karmila</em> yang dipopulerkan Farid Hardja, dan <em>Malam Terakhir</em>-nya Rhoma Irama.</p>
<p>Mendapati lagu populer Indonesia sama mudahnya dengan mengajak para wanita malam yang berseliweran di tempat itu berbincang</p>
<div id="attachment_645" class="wp-caption alignright" style="width: 269px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/11/wali-band1.jpg"><img class=" wp-image-645  " title="wali band" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/11/wali-band1.jpg?w=259&#038;h=264" alt="" width="259" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">Lagu-lagu Wali Band jadi favorit di Lido</p></div>
<p>dengan bahasa Indonesia. Nicky hanyalah salah satu contoh. Khulsum Abidan juga tak kalah pandai. ”Kamu pasti bukan pelaut. Kamu baru terlihat di sini,” katanya menebak. Wanita dengan tahi lalat kecil di ujung bibir kanan itu lantas mengajak berbincang banyak hal, tentang Cape Town, tentang Jakarta, juga tentang rambutnya yang wangi.</p>
<p>Di seberang meja, wanita berkulit putih yang memperkenalkan dirinya sebagai Lavita Dealova juga fasih bicara Indonesia meski dialeknya terdengar lucu. Karena terbiasa bicara Indonesia, bukan hal aneh kalau misalnya mereka bilang ‘aku suka kamu’ untuk menebar rayuan maut.</p>
<p>Begitulah detak kehidupan diskotek ini. Lido bukan kelab malam milik orang Indonesia. Pemiliknya, yang biasa disebut papi merupakan Capetonian. Lantas bagaimana tempat ini begitu kental beraroma Indonesia? Sayang Papi tidak terlihat malam itu. Namun dari penuturan Awi dan kawan-kawan, Lido adalah tempat dugem favorit para pelaut asal Indonesia. Entah siapa yang memulai, namun seperti menjadi hukum tidak tertulis mereka memilih memuaskan dahaga hiburan malam di tempat ini ketika kapal-kapalnya bersandar di Cape Town. Awi sendiri mengaku dalam seminggu bisa sampai empat kali dugem di Lido. ”Susah untuk berhenti. Maunya ke sini terus,” kata dia lantas tersenyum.</p>
<p>Orang Indonesia bukan satu-satunya yang datang ke Lido. Beberapa ABK dari Thailand, Vietnam, juga warga Cape Town hampir saban malam datang. Namun bila dirata-rata, sebagian besar pengunjung adalah pelaut Indonesia. ”Orang Indonesia istimewa di sini. Ya seperti penguasa lah,” tambah Asep, ABK Komaru 8 asal Cirebon, Jawa Barat.</p>
<p>Logika pun berjalan. Ketika orang Indonesia menjadi mayoritas di tempat itu, lawan bicara pun lama-lama akan terbiasa. Tak heran purel macam Nicky, Lavita, atau Khulsum mudah saja bicara Melayu meski mereka sesungguhnya menggunakan bahasa Inggris untuk bercakap sehari-hari.</p>
<p>Menurut Awi, Lido benar-benar hidup pada Rabu dan Sabtu malam. Pengunjung membeludak. Begitu juga dengan cewek-cewek malamnya. ”Kalau malam minggu, <em>hall</em> sampai penuh,” timpal Erwan. Tak ada <em>cover charge</em> untuk masuk ke tempat ini alias <em>free</em>. Kalaupun Nicky tiba-tiba meminta 240 rand, itu karena sudah tahu kebiasaan Awi. ”Dia memang begitu. Dikasih minuman berapa saja juga habis,” sahut Nicky.</p>
<p>Seperti kebetulan, memasuki Lido di Cape Town tak ubahnya datang ke Lido Palace di kawasan Darmo Park Surabaya. Sama-sama sebagai pub kasta kedua, dangdut dan wanita malam menjadi warna. Bedanya, tidak ada penyisiran oleh aparat polisi dan TNI di Lido Cape Town. Begitupun diskotek ini tidak identik dengan kerusuhan. Memang sempat beberapa kali terjadi ketegangan antara ABK dari Indonesia dengan ABK dari Vietnam atau ABK lain. ”Karena dikuasai orang Indonesia, kalau terjadi keributan pasti mereka yang diusir meskipun sebenarnya kita yang salah,” kata Erwan lantas tergelak. Tawanya keras seperti hendak mengalahkan lagu <em>Tobat Maksiat</em>. (to be continued)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=640&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/11/26/lido-dan-sedikit-soal-libido-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/11/tn1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/11/wali-band1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wali band</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuburan Binatang Surabaya (KBS)</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/10/27/kuburan-binatang-surabaya-kbs/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/10/27/kuburan-binatang-surabaya-kbs/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 17:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat apa lagi yang mesti dipakai untuk menggambarkan kematian beruntun satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhir-akhir ini? Haruskah kita mengutuk, menghujat, atau justru memberi solusi? Ah, entahlah. Bicara apapun tentang kejadian ini rasanya juga percuma. Tidak ada yang benar-benar berubah dari tempat ini. Setahun silam, kematian beruntun satwa juga terjadi. Begitu mengenaskannya hingga membuat dunia &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/10/27/kuburan-binatang-surabaya-kbs/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=604&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Kalimat apa lagi yang mesti dipakai untuk menggambarkan kematian beruntun satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhir-akhir ini? Haruskah kita mengutuk, menghujat, atau justru memberi solusi? Ah, entahlah. Bicara apapun tentang kejadian ini rasanya juga percuma. Tidak ada yang benar-benar berubah dari tempat ini.</span></p>
</blockquote>
<p>Setahun silam, kematian beruntun satwa juga terjadi. Begitu mengenaskannya hingga membuat dunia memberikan sorotan. “<em>680 deaths! What kind of place was tha</em>t?”, tanya Maria Martinez menahan geram. Aktivis penyayang binatang asal Spanyol itu terlihat sangat marah ketika membaca laporan tentang kematian beruntun satwa KBS di situs care2. Kegeraman Maria dituangkan dalam kolom komentar di bawah berita yang menyebut dalam dua tahun lebih dari 600 satwa mati di kebun binatang legendaris itu. Maria tak sendiri. Cindy C, asal Yorkhsire, Inggris, pun murka. “<em>Oh my god that is so dreadful</em>,” ujarnya bergidik.</p>
<div id="attachment_605" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/10/xx-komodo-antara11.jpg"><img class="size-full wp-image-605 " src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/10/xx-komodo-antara11.jpg?w=530" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">komodo koleksi KBS (ANTARA)</p></div>
<p>Care2, situs yang mengampanyekan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan satwa (animal welfare) termasuk yang paling aktif menyajikan situasi KBS saat itu. Dimulai dari kematian kanguru dan harimau Sumatera hingga tentang kisah berakhirnya hidup Osama, singa Afrika. Ketika mengungkap data kematian satwa-satwa itu, komentar dan kecaman bermunculan. Bahkan, Gerlinde P, salah satu <em>member</em> situs itu dengan ketus melontarkan kekesalannya. ”Tutup saja, kebun binatang itu tak lebih dari sampah!”</p>
<p>Jangan mengira bahwa borok KBS hanya menjadi konsumsi dalam negeri. Di kalangan aktivis penyayang binatang mancanegara, kebun binatang surabaya kini masuk dalam daftar hitam. Dalam berbagai situs, blog perlindungan satwa, dan blog komunitas, berita kematian satwa KBS cukup menonjol. Lebih dari itu, sejumlah media online dan koran cetak luar negeri memberikan porsi lumayan tentang prahara itu.<span id="more-604"></span></p>
<p><a href="http://www.kyivpost.com/"><em>Kyvpost</em>,</a> yang berbasis di Kyv, Ukraina, menampilkan berita tentang semua satwa di Indonesia yang kini dalam posisi membahayakan. <em>Shanghai Post</em> memuat berita tiga kolom tentang KBS. Koran rujukan di Shanghai itu juga melengkapinya dengan foto harimau KBS terkapar. <em>Kyvpost</em> dan <em>Shanghai Post</em>  memang tidak melakukan reportase langsung. Mereka mengutip dari kantor berita <em>Associated Press</em> (AP). Tulisan AP itu juga termuat di <a href="http://www.journalgazette.net/"><em>Journal Gazette</em></a> dan <em>Sfgate.</em> Pendek kata, kalangan internasionalkini tahu bahwa ada yang tak beres di KBS.</p>
<p>Tak dimungkiri bahwa serentetan kematian satwa di bonbin (sebutan populer KBS) sangat mengerikan. Bahkan perasaan ngeri itu telah berubah menjadi kegeraman dan kecaman komunal akibat tragedi tersebut belum juga menemui ujung. Adalah pantas untuk menghujat apa yang terjadi di KBS mengingat satwa-satwa dilindungi itu sesungguhnya punya hak hidup dan beranak-pinak. Mereka layak hidup sehat dan berkembang karena tinggal di sebuah tempat bernama kawasan konservasi.</p>
<p>Kebun binatang ataupun taman satwa di Indonesia pada awalnya mempunya lima fungsi, yakni sebagai wadah pendidikan, sarana rekreasi dan apresiasi alam,  penelitian, perlindungan,  dan pelestarian alam. Berdasarkan perkembangan multifungsi, taman satwa disyaratkan sebagai suatu sarana atau wadah untuk kegiatan konservasi (eksitu). Kegiatan tersebut meliputi perawatan kesehatan, penangkaran, penelitian aspek zoologi dan ekologi, pendidikan, juga pelatihan.</p>
<p>Dalam bukunya, <em>Pengelolaan Taman Satwa Indonesia, </em>Sulistami Sutomo menyatakan, pergeseran fungsi taman satwa menjadi tempat konservasi eksitu menuntut setiap taman satwa untuk melakukan upaya pelestarian jenis satwa melalui penangkaran sesuai dengan peraturan, kaidah, dan etika yang berlaku. Konservasi eksitu memegang peranan penting dalam mencegah kepunahan keanekaragaman hayati dan memberikan kontribusi kepada konservasi melalui penyediaan sumber daya genetik secara berkelanjutan.</p>
<p>Sungguh amat disayangkan konflik kepengurusan selama bertahun-tahun telah mengingkari jati diri KBS. Fungsi konservasi perlahan terabaikan dan lama-lama terbunuh dengan sendirinya. Kebanggaan setiap kali ada satwa melahirkan pun kini seperti fatamorgana.</p>
<div id="attachment_606" class="wp-caption alignright" style="width: 280px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/10/peta-kebun-binatang-surabaya1.jpg"><img class="size-medium wp-image-606 " title="peta-kebun-binatang-surabaya" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/10/peta-kebun-binatang-surabaya1.jpg?w=270&#038;h=182" alt="" width="270" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Peta KBS</p></div>
<p>Sempat melegakan ketika Kementerian Kehutanan akhirnya turun tangan dengan membentuk Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS. Sayangnya TPS gagal mewujudkan harapan. Kematian satwa terus terjadi. Lihat saja bulan ini (Oktober 2011), buaya muara, bekantan, jalak Bali, dan komodo meregang nyawa.Belum lagi upaya memodernkan KBS juga tak pernah terealisasi. Apa itu KBS modern? Kebun binatang yang melakukan perubahan, baik itu mencakup perombakan manajemen dan pola penangkaran satwa (open space atau semispace).</p>
<p>Dalam konteks perubahan perlakuan terhadap satwa, seperti apakah KBS modern itu nanti? Jika mau berpikir spektakuler dan benar-benar mau membabat habis tragedi kematian satwa , tak ada salahnya manajemen KBS mencontoh atau setidak-tidaknya mengadopsi sistem pengelolaan kebun binatang-kebun binatang terbaik di dunia.</p>
<p>Majalah <a href="http://forbes.com">Forbes </a>pernah merilis 10 kebun binatang terbaik di dunia. Inilah mereka: Disney’s Animal Kingdom di Orlando, Amerika Serikat (1), Basel Zoo, Swiss (2). Beauval Zoo,Perancis (3), Berlin Zoological Garden di Berlin, Jerman; Bronx Zoo di New York, Amerika Serikat; Chester Zoo, Inggris; Prague Zoological Garden di Praha, Ceko; National Zoological Gardens of South Africa, Afrika Selatan; San Diego Zoo, Amerika Serikat; dan Schonbrunner, Austria.</p>
<p>Sekadar gambaran,Animal Kingdom (kerajaan satwa) merupakan taman satwa yang amat megah. Luasnya saja lebih dari 500 hektare. Kebun binatang milik Walt Disney yang dibangun pada 1998 itu terbagi dalam tujuh tema, mulai oasis, discovery island, camp minni-mickey hingga pohon kehidupan. Di Kebun binatang Basel, sekitar 6. 000 binatang dari 600 jenis yang berbeda menjadi koleksi. Di tempat ini juga terdapat  &#8220;vivarium&#8221;, dimana adalah mungkin untuk mengamati sejarah evolusi. Sekitar satu juta pengunjung datang ke tempat ini.</p>
<p>Menyamakan bentuk fisik KBS dengan kebun binantang di atas bisa jadi tak memungkinkan karena membutuhkan anggaran yang amat besar. Saat ini saja Tim Manajemen Sementara masih megap-megap mencari dana untuk merevitalisasi total KBS.  Namun yang mesti dan harus dicontoh adalah semangat para pemilik dalam mengelola. Dari 10 kebun binatang terbaik di dunia itu, keseluruhan memiliki visi dan misi satwa di kebun binatang bukanlah komoditas yang diperdagangkan demi keuntungan. Kebun binatang itu dikelola dengan baik sebagai kawasan penangkaran dan konservasi.</p>
<p>Betul, mereka mencari keuntungan dari penjualan tiket. Tapi, uang itu diprioritaskan untuk kesejahteraan hewan, bukan pengurus apalagi ketua pengurusnya. Percayalah, selama masih ada kematian beruntun satwa, sulit bagi orang untuk menanamkan investasinya. Sebaliknya, jika bonbin diurus dengan benar, bisa jadi tak sulit untuk meyakinkan pemilik modal. Sekali lagi, untuk memodernkan KBS, mulailah dengan menumbuhkan visi bahwa satwa koleksi wajib dilindungi. Mereka yang hanya menjadikan KBS sebagai ladang penghidupan tanpa pernah mengerti fungsi konservasi, jangan pernah diberi ruang. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=604&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/10/27/kuburan-binatang-surabaya-kbs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/10/xx-komodo-antara11.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/10/peta-kebun-binatang-surabaya1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peta-kebun-binatang-surabaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wonderful Indonesia&#8230;.</title>
		<link>http://zenteguh.wordpress.com/2011/08/18/wonderful-indonesia/</link>
		<comments>http://zenteguh.wordpress.com/2011/08/18/wonderful-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 18:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zenteguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[KJRI cape town]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata cape town]]></category>
		<category><![CDATA[wisata di cape town]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenteguh.wordpress.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Persis ketika irama Ronggeng Blantek berakhir, riuh tepuk tangan membahana di ampitheater Victoria &#38; Alfred Waterfront, Cape Town, Afrika Selatan. Tarian Betawi itu benar-benar mengundang decak kagum ratusan penonton. Ronggeng Blantek ibarat menu pembuka Wonderful Indonesia Open Air Cultural 2011 yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI di Cape Town bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata &#8230; <a href="http://zenteguh.wordpress.com/2011/08/18/wonderful-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=558&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Persis ketika irama <em>Ronggeng Blantek</em> berakhir, riuh tepuk tangan membahana di ampitheater Victoria &amp; Alfred Waterfront, Cape Town, Afrika Selatan. Tarian Betawi itu benar-benar mengundang decak kagum ratusan penonton.</span></p>
</blockquote>
<p><em>Ronggeng Blantek</em> ibarat menu pembuka <em>Wonderful Indonesia Open Air Cultural 2011</em> yang diselenggarakan <a href="http://www.indonesia-capetown.org.za/picnewsind8.html">Konsulat Jenderal RI di Cape Town</a> bekerja sama dengan <a href="http://www.budpar.go.id/indexprofil.php">Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata </a>pertengahan Juli kemarin. Sebab, satu demi satu kesenian Nusantara yang dihadirkan di panggung terbuka itu disambut meriah. Tepuk tangan serasa tak berhenti menyambut penampilan apik para penari dan pelantun lagu daerah Indonesia.</p>
<div id="attachment_573" class="wp-caption alignleft" style="width: 378px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_11471.jpg"><img class="size-large wp-image-573  " title="IMG_1147" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_11471.jpg?w=368&#038;h=206" alt="" width="368" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Tari Ronggeng Blantek oleh penari sanggar Delima dari Jakarta</p></div>
<p>Termasuk ketika tari<em> Bajidor Kahot</em> yang mempertemukan budaya Bali dan Sunda disuguhkan penari Sanggar Delima dari Jakarta. Hampir seluruh penonton, sebagian besar Capetonian (warga Cape Town) dan sebagian lain turis Eropa terpukau. Mereka memperhatikan seksama. Hingga denting terakhir musik selesai dan penari turun panggung, aplaus panjang diberikan. Hal yang sama juga tersaji ketika tari merak dan tari saman terhampar rancak.</p>
<p>Kemeriahan bahkan semakin menjadi kala lagu <em>Rek Ayo Rek</em> dibawakan ke panggung. Dengan gaya kocak, penyanyi mengajak penonton masuk ke panggung dan berjoget. Walhasil, seorang turis Eropa yang berjoget amat kaku mengundang gelak tawa. Justru karena itu, pagelaran seni semakin menarik animo pengunjung yang berlalu lalang di tempat wisata populer di Cape Town tersebut. Kapasitas tempat duduk sekitar 500 orang penuh sesak. Dan ketika keseluruhan acara berakhir sekitar pukul 16.00 waktu setempat, yang muncul adalah sanjungan dan pujian.<span id="more-558"></span></p>
<p>”<em>Amazing</em> Indonesia. Bagus sekali. Anda beruntung tinggal di negara yang kaya budaya dan kesenian yang mengagumkan,” ujar John Pillay, pegawai perusahaan tambang emas. Dia mengaku terpesona dengan kostum penari yang beraneka warna serta gerak tarian yang luwes. John menyatakan mengenal Indonesia meski belum seluruhnya. ”Saya tahu Bali. Sepertinya sangat indah. Mungkin nanti kalau ada kesempatan saya akan mendatanginya,” ujar dia.</p>
<p>Hal senada diungkapkan LaRochelle Mngadi. ”Ya saya tahu Indonesia sedikit-sedikit. Itu negara yang cukup luas, bukan? Sayangnya saya belum pernah kesana,” kata wanita berkulit gelap ini kemudian tertawa. Dia mengaku mengetahui Indonesia dari beberapa buku yang pernah dibacanya. Namun dia baru melihat berbagai tarian daerah dari acara di Waterfront tersebut. Rochelle tak segan untuk melontarkan kekagumannya atas kesenian yang ditampilkan. ”Sangat menarik. Saya menyukainya terutama tarian yang tangannya cepat sekali,” kata dia merujuk kepada tari saman asal Nanggroe Aceh Darussalam.</p>
<p>Berbeda dengan Charlene Smith yang mengaku sama sekali buta dengan Indonesia. ”Jujur saja saya kurang tahu. Tapi menurutku sangat bagus bila melihat penampilan penari tadi dan dari gambar yang ditayangkan,” ujar pekerja kantoran ini.</p>
<p>Tidak dimungkiri pagelaran seni tersebut memang membuka cakrawala masyarakat Afrika Selatan untuk mengenal lebih jauh tentang Indonesia. KJRI dan Kemenbudpar bertindak cerdas dengan menyajikan  cultural performance di V&amp;A Waterfront, pusat kegiatan para turis lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Cape Town.</p>
<p>Sinergi Kemenbudpar dan KJRI juga sangat apik dengan menampilkan ragam budaya Indonesia melalui slide yang terpampang di layar lebar di atas panggung. Bukan semata panorama Bali, namun keajaiban Candi Borobudur, pesona Danau Toba, keunikan</p>
<div id="attachment_561" class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_1046.jpg"><img class="size-large wp-image-561   " title="IMG_1046" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_1046.jpg?w=294&#038;h=222" alt="" width="294" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">Kolaborasi KJRI Cape Town dan KBRI Namibia</p></div>
<div id="attachment_563" class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_1019.jpg"><img class="size-large wp-image-563   " title="IMG_1019" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_1019.jpg?w=294&#038;h=222" alt="" width="294" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">tari merak di The Pavilion Conference Center</p></div>
<p>Yogyakarta, hingga nuansa alami Toraja ikut dimunculkan. Pembagian brosur dan flyer  tentang pariwisata Indonesia juga menjadikan para pengunjung kian mahfum dengan keelokan Tanah Air.</p>
<p>”Setahu saya, banyak orang hanya mengenal Bali. Pemerintah Anda mestinya lebih banyak menggelar promosi seperti ini. Saya rasa kegiatan ini sangat bagus dan memancing penasaran,” kata Suhan Singh, pengusaha garmen keturunan India yang lahir dan besar di Cape Town. ”Kalau saya sendiri cukup mengenal Indonesia karena saya pernah ke Jakarta untuk berbisnis,” lanjut dia.</p>
<p><em>Wonderful Indonesia Open Air Cultural</em> merupakan bagian dari kegiatan <em>Indonesia’s Festival in Cape Town, South Africa 2011: Wonderful Indonesia</em> yang berlangsung tanggal 15-17 Juli 2011. Sebelum di V&amp;Waterfront, kesenian Nusantara itu ditampilkan di the Pavillion Conference Center di jantung kota Cape Town.</p>
<p>Sekitar 300 undangan hadir, terdiri  atas konsul jenderal, konsul dan konsul kehormatan negara sahabat, pejabat Pemerintah Provinsi Western Cape dan Pemerintah Kota Cape Town, pengusaha Friends of Indonesia, serta sejumlah mantan penerima beasiswa dan masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI di Cape Town. Dalam kesempatan itu, pesona Indonesia dihadirkan melalui peragaan busana adat, tarian, dan lagu-lagu daerah. Kolaborasi penari dari Jakarta dan tim kesenian dari KBRI Namibia yang ikut menyemarakaan acara mengundang apresiasi.</p>
<p>Konsul Jenderal RI di Cape Town Ny Sugie Harjadi mengungkapkan, melalui pagelaran seni budaya, Konsulat Jenderal RI di Cape Town berharap para undangan dapat mengenal Indonesia lebih dalam. ”Dari situ akan menimbulkan minat untuk melihat dari dekat, artinya mereka akan tergerak berkunjung ke Indonesia,” ucap dia.</p>
<p>Dalam kesempatan sama, Kasubdit Wilayah Timur Tengah dan Afrika Kemenbudpar Muhammad Akmal Darulkatmi menambahkan, Festival Indonesia ditekankan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Afsel bahwa Indonesia adalah negara indah, aman, demokratis, dan memiliki keanekaragaman budaya yang luar biasa. ”Kegiatan ini memang untuk menarik minat kunjungan wisatawan dari Afsel, terutama Cape Town. Namun, yang menjadi fokus adalah kita mengedepankan pengenalan tentang Indonesia sehingga ada ketertarikan dari situ,” ucap Akmal.</p>
<p>Dia melanjutkan, Festival Indonesia sekaligus untuk mempromosikan <em>branding Wonderful Indonesia</em>. Sekadar diketahui, <em>Wonderful Indonesia</em></p>
<div id="attachment_568" class="wp-caption alignright" style="width: 268px"><a href="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_11091.jpg"><img class="size-full wp-image-568  " title="IMG_1109" src="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_11091.jpg?w=530" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Liputan di Cape Town atas undangan KEMENBUDPAR</p></div>
<p>diberlakukan sebagai <em>branding</em> pariwisata mulai 2011 menggantikan <em>Visit Indonesia Year</em> yang diusung sejak 2008. Wonderful Indonesia dinilai <em>branding</em> paling tepat karena mencerminkan banyak hal tentang Indonesia yang menakjubkan.</p>
<p>Kemenbudpar telah gencar mempromosikan logo dan tulisan <em>Wonderful Indonesia</em> dengan beberapa kata yang menyertai yaitu <em>wonderful nature, wonderful culture, wonderful food, wonderful people</em>, dan <em>wonderful value for money</em>. “Indonesia memiliki keunggulan pariwisata yang bahkan tidak dimiliki negara-negara lain, seperti Malaysia misalnya. Karena itu pengenalan tentang Indonesia menjadi penting,” sebut dia.</p>
<p>Terkait dengan hal itu, Festival Indonesia tidak hanya sebatas pegelara seni dan budaya, namun juga ditampilkan praktik membatik. Sebagaimana diketahui, batik sebagai identitas bangsa telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Faktanya, stand batik di Craft Market Centre V&amp;A Waterfront dipenuhi pengunjung. ”Salah satu keinginan saya adalah mengunjungi Bali kemudian Yogyakarta untuk belajar membatik. Ini luar biasa,” ucap Charles D Adams, warga Cape Town.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenteguh.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenteguh.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenteguh.wordpress.com&amp;blog=2702661&amp;post=558&amp;subd=zenteguh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenteguh.wordpress.com/2011/08/18/wonderful-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea97f1073edcb028c2e95ed8d21548c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zenteguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_11471.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1147</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_1046.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1046</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_1019.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1019</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenteguh.files.wordpress.com/2011/08/img_11091.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1109</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
