La Tomatina

Posted August 29, 2009 by zenteguh
Categories: daily live

Tags:

Tiba-tiba saja saya ingin berada di Valencia, Spanyol dan menikmati La Tomatina, festival tradisional yang digelar tiap Rabu terakhir di bulan Agustus. Perang tomat itu terlihat begitu mengasyikkan. Suka cita berbaur dalam lumuran warnah merah darah tomat-tomat yang telah matang. Biar sebiji, sebaskom, atau sekarung tomat-tomat mblenyek itu diguyurkan ke sekujur tubuh, tak ada emosi, tak ada dendam, tak ada permusuhan. Yang ada hanya tawa dan persahabatan.

Kalau berada di tempat itu, saya tak ingin merasakan tomat-tomat yang baunya menusuk itu. Tapi sekedar melihat. Karena pada saat itu tiba-tiba saja saya membayangkan terjadi perang laptop. Semua yang hadir saling lempar laptop. Kebetulan sebagai turis, saya ikut turun ke jalan dan menangkap sebuah laptop. Syukur-syukur dapat MacBook.

Tiba-tiba saja saya membayangkan demikian karena sudah beberapa bulan ini tak lagi pegang benda itu. Bukan dijual, tapi di…..Maka, aktivitas ngeblog pun terhambat. Terpaksa mengandalkan PC plus internet gratisan di kantor. Sungguh sial, dalam beberapa bulan terakhir ini login ke WP pun tak bisa gara-gara orang IT nge-banned. Kian panjang saja daftar tempat nongkrong yang diblokir setelah fesbuk, twitter, dll. Bos saya memang bukan jamaah bloggeriyah, fesbukiyah, twitteriyah, plurkeriyah, atau iyah-iyah yang lain di dunia maya. Bos saya cuma jamaah koraniyah, majalahiyah, tabloidiyah, kantorberitaiyah, dan segalamacambukuilmiahiyah. Mungkin karena itu dia tak rela anakbuahnya nggaya jadi peselancar, jadi wisatawan blog, atau tukang komen ala Kangboed.

Ah sudahlah, gak ada laptop dan koneksi diputus juga gak papa. Saya tak mau mengotak-atik karena kawatir gak barokah. Yang penting masih bisa tamasya blog dan masih bisa makan tomat. Sayang belum bisa ke Spanyol rek…

susahnya apdet

Posted August 15, 2009 by zenteguh
Categories: Bebas

sebenarnya saya juga pingin jadi narablog yang bermahzab imam syafii, eh one day one posting, macam pak Wandi yang Sukoharjo itu atau Gus yang Kar itu, atau narablog-narablog senior lainnya. Tapi selalu ada saja keterbatasan untuk itu. Ini sama sekali bukan faktor ide, tapi tetek bengek yang lain. jadi sementara ini saya memang harus jadi orang yang bermahzab, saksempate ae posting, sak isone ae tamasya blog….

Wartawan dan Bos Media

Posted August 5, 2009 by zenteguh
Categories: Bebas

Jika memungkinkan, jadilah bos media ketimbang jadi wartawan. Terserah, mau jadi pemilik koran, televisi, radio, atau penguasa portal. Jadi bos media, sudah pasti banyak enaknya. Mau dilihat dari kacamata manapun, semuanya menempatkan juragan di tempat yang lebih terhormat. Dari strata sosial, misalnya, kasta pemilik media (media sungguhan bukan media bodrex, apalagi termorex) jelas berada di tataran brahmana, elit, borjuis, atau entah apa lagi sebutannya. Pemilik media umumnya orang hebat, terutama dari sisi intelektualitas dan finansial sehingga selalu menempati kelas atas. Kemampuan finansial, apalagi ditopang kualitas media yang dipimpinnya, akan berbanding lurus dengan jaringan/kolega yang dimilikinya. Tak diragukan bahwa pemilik media punya relasi lebih luas dibanding sekadar reporter. Pemilik media, mungkin, akan lebih mudah menemui Presiden daripada wartawan. Read the rest of this post »

Nasionalisme Bu Tinah

Posted July 28, 2009 by zenteguh
Categories: lingkungan

Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata Bu Tinah? Bukan, Bu Tinah bukan janda pemilik warung sebelah! Bu Tinah bukan pula Lurah, apalagi tuan tanah yang punya banyak sawah dan jerapah:D Bu Tinah Shoals (Bu Tinah Island) adalah pulau kecil, sekitar 130 kilometer di barat Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Karena keistimewaannya, Bu Tinah baru-baru ini menjadi salah satu dari 28 finalis Tujuh Keajaiban Alam atau New 7 Wonders of Nature. Bu Tinah, begitu juga Pulau Galapagos, Pulau Jaeju, dan Maladewa (kandidat lain yang berupa pulau) memang bukan tempat sembarangan. Pulau yang bentuknya menyerupai ladam kuda dan merupakan bagian dari Marawah Marine Biosphere Reserve ini kaya akan keanekaragaman hayati kelautan. Read the rest of this post »

Masuk Penjara. Mau…?

Posted July 24, 2009 by zenteguh
Categories: perjalanan

xx-medaengNgapain juga ke penjara? Menghirup udara kebebasan begitu nikmatnya kok harus berada di sel sempit dan pengap. Sudah jelas, penjara itu neraka dunia. Tak percaya? Cermati saja tagline di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur ini. MASUK PENJARA CUKUP SEKALI SAJA. Jelas kan..?
Foto yang saya comot dari fotografer SI, ini menggambarkan suasana Pilpres 2009 di Rutan Medaeng beberapa waktu lalu. Biarpun pernah beberapa kali menghuni maen di sana, saya baru sadar ada tulisan itu setelah melihat foto ini.
Kalau lihat kalimatnya, jelas ini pesenan sipir! Siapa yang tak pusing ngurusi tahanan atau napi? Makannya banyak, kelakukannya preman. Untung kalau ada yang mau diajak bisnis gelap-gelapan. Lha kalau ada yang gak mau dan malah menjadikan sipir anak buah, siapa yang nggak cemut-cemut ndase. Read the rest of this post »

Why Only 16..??

Posted July 15, 2009 by zenteguh
Categories: Jancuk Place

lalight12mentholEntah saya yang kurang gaul ato memang demikian kenyataannya. Namun yang pasti, saya tak pernah menemukan Djarum LA Light Mentol 12 di Jakarta yang ruwet ini. Semua toko yang pernah saya masuki, entah itu dalam kampung, pinggir embong gede, pedagang yang punya kaki 5, ato ritel raksasa macam kerfur dan jayen juga tak ada. Saya jadi berpikir, apakah memang varian 12 itu tak pernah dilempar ke Jkt ya? He ada orang Djarum ga…? Ini sesungguhnya refleksi ketika pulkam beberapa waktu silam. Waktu tenggorokan teriak-teriak minta dimasuki asap dingin, segera kaki melangkah ke toko terdekat. Niat hati ingin menebus LA Menthol 16 seperti biasanya. Namun sungguh tak mengira ketika pelayan toko yang komes dan tahes tanya: Isi 16 apa 12 mas? Read the rest of this post »

SENSATIONAL

Posted July 1, 2009 by zenteguh
Categories: Bebas

xx-NYPostBagi mereka yang bergulat di dunia media, terutama media cetak, artikel yang ditulis seorang guru, blogger, sekaligus budayawan tentang “Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa” sungguh-sungguh suatu bahan renungan teramat mendalam. Begitu kritis, tajam, multidimensi, dan mengenanya tulisan itu bahkan layak disebut penelanjangan atas dosa-dosa orang media.
Dalam kegelisahannya, guru bersahaja ini menyebut banyak ragam bahasa media (cetak) yang mengalami gejala deviasi. Barangkali beliau terlalu halus untuk menyebut betapa bahasa media (dulu dan sekarang) masih banyak yang porak-poranda. Jika Anda penikmat koran, tabloid, atau majalah, cobalah sesekali membeli 5 atau 10 media yang berlainan dan analisis lah. Apa yang terjadi di situ? Saya berani menjamin tidak ada bahasa sempurna di sana. Mendekati sempurna barangkali iya. Media cetak terbaik saat ini pun tak luput dari kesalahan soal bahasa, baik mengenai ejaan, tata kalimat, ataupun penggalan kata. Kadarnya memang berbeda-beda pada masing-masing media. Semakin mapan media itu, umumnya semakin sedikit tingkat kesalahannya.
Mengapa bahasa koran masih banyak yang kacau-balau? Read the rest of this post »

sepurane cak-ning

Posted May 11, 2009 by zenteguh
Categories: Bebas

xx-sorry lagiTak ada kata yang tepat selain maaf. Begitu banyak komen di blog minimalis ini, namun saya tak bisa mengunjungi balik satu per satu. Bukan saya sombong atau tak tahu adat di blogosphere, namun waktu dan kesibukan dalam hampir sebulan ini memang membuat sy begitu terbatas untuk sekadar posting atau anjangsana (blogwalking).
Tentu saja saya harus mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah sudi mampir di sini. Gila aja kalo saya tidak berterima kasih karena tempat ini belum ada apa2nya dibanding yang lain-lain. Sekali lagi, mohon maaf buat teman, sanak saudara, senior2, dan yg lain-lain bila sy belum sempat bertandang. Ini hnya soal waktu he..he…:D

Art Lover

Posted May 5, 2009 by zenteguh
Categories: Bebas

xx-geoffxx-geoff2
Geoff Ostling barangkali potret dari sedikit pecinta seni sejati di dunia. Kecintaanya itu tidak hanya diwujudkan dalam tato Taman Sydney (Sydney Garden) di sekujur tubuhnya, tapi dia baru saja mengambil keputusan yang membuat banyak orang terperangah.
Pria gendut asal Australia berumur 65 tahun ini memutuskan akan mendonasikan kulitnya kepada Galeri Nasional Canberra kelak jika sudah meninggal. ”Menyumbangkan kulit sebenarnya bukan sesuatu yang mengherankan di dunia ini, tapi memberikan tato ini adalah sesuatu yang lain,” katanya dikutip ananova. Geoff Ostling memang penggila tato. Dia juga menulis beberapa artikel tentang tato di beberapa majalah atau koran. Taman Sydney yang tergambar di nyaris semua anggota badannya (kecuali leher, wajah, dan sedikit lengannya) adalah gambaran kesenangaanya terhadap bunga.
Adakah di sini orang yang seperti dia? Maksudnya, mencintai seni seutuhnya bahkan dia meninggal kelak? Tak dimungkiri bahwa mayoritas seniman, terutama yang baru, masih dan selalu berorientasi profit, profit, dan profit. Kebanyakan masih mengejar popularitas hingga eksistensinya diakui. Buntutnya, lagi-lagi keuntungan yang dicari. Kayaknya baru sedikit yang berpikiran bahwa seni itu harus dibagi, ditularkan, dan dilanggengkan meski dia telah anumerta kelak.

Time 100, El Chapo

Posted May 1, 2009 by zenteguh
Categories: Bebas

joaqin-telegraph1Jangan jadi orang nanggung alias setengah-setengah kalo pengin dikenal. Terserah, jadi orang paling pinter ato paling bodoh, paling cerewet ato paling diam sekalian. Mau jadi politisi bersih atau politisi busuk, pasti dikenal rakyat. Striker paling tajam akan jadi bahan pemberitaan, sama halnya dengan striker paling mandul.
Andai saja Joaquin Guzman orang biasa-biasa saja, barangkali dia tak akan pernah dikenal dunia. Tapi kini lihatlah, namanya baru saja masuk dalam daftar 100 tokoh paling berpengaruh di dunia versi majalah Time (Time 100). Nama Joaquin Guzman berada di urutan keenam dari atas pada kategori Leaders & Revolutionaries (pemimpin dan tokoh revolusioner). Nama lain di antaranya Edward Kennedy (senator senior dari Partai Demokrat AS), Barack Obama, PM Inggris Gordon Brown, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Hillary Clinton, dan orang bernama SBY. Read the rest of this post »