chocholate hills

Kali pertama mendengar nama bukit-bukit coklat , yang terbayang adalah sebuah kawasan perbukitan dengan hamparan tanaman coklat. Tapi bayangan itu harus disingkirkan jauh-jauh. Bukit-bukit coklat tak lebih dari kawasan perbukitan gersang yang dipenuhi oleh rumput-rumput kasar jenis imperata cylindrica and saccharum spontaneum. Sama sekali tidak ada tanaman coklat.  

Bukit-bukit coklat adalah kawasan wisata paling terkenal di Pulau Bohol, Filipina. Bukit coklat bahkan telah menjadi simbol provinsi itu.Begitu dibanggakannya, penduduk Filipina terkadang menyebutnya sebagai keajaiban dunia yang kedelapan (eight wonder of the world). Dari Cebu, untuk menginjak Bohol harus terlebih dahulu menyeberang selat. Dengan feri cepat bertarif sekitar 400 peso, Bohol dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Dari pelabuhan Tagbilaran, Bohol, rute terpendek yang ditempuh untuk menuju bukit-bukit coklat adalah Baclayon, Loay, Loboc, Bilar, Batuan, dan akhirnya Carmen. 

hamparan bukit-bukit kecil

Dari satu wilayah ke wilayah di atas, pemandangan berbeda-beda tersaji memankan mata. Dari Tagbilaran yang menjadi ibu kota Bohol sampai ke Loay, jalanan berada di tepi pantai. Tak pelak, mata lebih banyak tersuguhi panorama laut biru, pasir, dan padang mangrove. Dari Loay menuju Loboc, jalanan berkarakter mendatar dengan dominasi areal pertanian di kanan kiri jalan. Dari Loboc, jalanan terus menanjak dengan tikungan-tikungan tajam. Ini pertanda bahwa topografi wilayah sudah memasuki dataran tinggi. Namanya juga perbukitan, hutan adalah menu wajib yang tak terpisahkan. Di kanan kiri jalan, hutan hujan tropis menjadi penyejuk udara yang begitu alami.

Menurut Tessi, seorang guide lokal, hutan hujan tropis di Bohol termasuk salah satu paru-paru Filipina. Hutan hujan tropis ini juga yang menyumbang sumber air bagi Pulau Bohol. Bukan tanpa sebab jika turis begitu penasaran dengan kawasan perbukitan ini. Bukit-bukit coklat begitu unik. Jumlah bukitnya mencapai 1.268 buah dengan ukuran yang hampir sama, yakni berketinggian sekitar 30-50 meter. Yang paling tinggi 120 meter.  Hamparan bukit berpuncak tumpul menyerupai tenda ini terhampar di kawasan seluas kurang lebih 50 kilometer persegi.

Tessi mengungkapkan, penamaan bukit coklat ini ternyata dilontarkan seorang pilot Amerika Serikat. Saat itu dia terbang melintas di atas bukit ini. Karena bertepatan dengan musim kemarau, rumput-rumput di bukit itu terlihat berwarna coklat. ”Dia lantas menyebut kawasan ini sebagai bukit-bukit coklat,” ujarnya.  Dari kajian geologi, kawasan bukit-bukit coklat ini merupakan kawasan karst (kapur).

mendung menggantung di langit di bukit cokelat

Berdasarkan keterangan yang tertulis di area wisata ini, bukit-bukit coklat dulunya terbenam di dasar laut. Karena proses vulkanik di Pulau Bohol, daratan menyembul dan bukit-bukit inipun terlihat. Bukti yang mendukung proses pembentukan itu terlihat dari masih sering ditemukannya fosil kerang atau binatang laut lain yang terserak di bukit-bukit ini.  Menikmati hamparan bukit unik ini paling tepat memang berada di puncak tertinggi. Jika ingin lebih ideal lagi, nikmatilah antara Maret- Mei saat cuaca panas berlangsung (Tag-init).

Pada saat ini, bukit coklat akan benar-benar coklat karena rumput-rumput yang tumbuh di atasnya benar-benar meranggas dan kering sehingga berwarna coklat. Untuk menuju tempat tertinggi, dinas pariwisata setempat telah mengakomodasi keinginan pengunjung dengan membangun jalan berundak. Tidak enaknya, dibutuhkan stamina ekstra untuk mencapai puncak itu. Tapi, dijamin kelelahan saat menaiki anak tangga itu akan terbayar lunas saat berada di puncak. Mata dapat leluasa melahap hampir seluruh hamparan bukit-bukit ini.

Sejauh mata memandang, hanya bukit-bukit tumpul yang terlihat. ”Ini adalah pemandangan alam yang unik. Saya sangat takjub,” kata Hayumi Mizaki, seorang turis asal Kobe, Jepang.  Tidak dimungkiri bukit-bukit coklat adalah kebanggan warga Bohol dan Filipina. Presiden Gloria Macapagal Arroyo yang menjadikan bukit-bukit coklat sebagai tempat wisata pertama yang dikunjungi saat menginjak Bohol berujar, ”Bukit-bukit coklat tidak hanya dikenal dan dibanggakan di dalam negeri, tapi juga dunia luas.”

Fakta menyebutkan Pemerintah Filipina telah menetapkan kawasan perbukitan ini dalam daftar jujugan wisata di Filipina. Dengan segala keunikannya ini pula, Unesco telah menetapkan bukit-bukit coklat sebagai salah satu warisan dunia (Unesco world heritage) Bila tak puas hanya dengan menatap, wisatawan dapat mengoleksi aneka macam souvenir yang memperlihatkan sisi indah bukit ini. Deretan kios di dekat area parkir kendaraan menjual beragam pernak-pernik, mulai kaus, mug, gantungan kunci, topi, asbak, dan sebagainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s