one stick

seharian menatap monitor komputer membuat mata bener-bener capek. Apalagi berita setoran temen-temen juga berat-berat nih. Kepala rasanya sudah pengin digeletakin aja. Paling enak gini adalah one stick dan secangkir kopi panas. Istilah one stick kugunakan untuk menyebut sebatang rokok

 Istilah ini lumayan populer, terutama buat temen-temen deket sesama bandar beluk alias perokok. Saat lelah dan butuh refreshing sejenak, aku bilang aja pada orang-orang, one stick dulu ah….Ucapan yang sama juga keluar dari bibir sobat-sobat ketika akan menyalakan “nyawa keduanya” itu. Ku bilang he, mau kemana…? Mereka jawab, one stick dulu boss…..!ha..ha kami tertawa bersama.Istilah one stick ini kuadopsi dari temen kental bernama Rino Surya Budisaputra. Temen semester 1 di Unibraw (dia sih kemudian hengkang ke UGM dan lulus SH di sana) ini memang perokok berat. Saat itu, awal 2005. Aku masih ngekos di Taman Ketintang Surabaya setelah resign dari tempat kerja di Jakarta. Kebetulan si Rino ini juga lagi ngekos di Surabaya. Dia lagi kursus IELT sebagai bekal menuju Ausiee. Dasar lama gak ketemu, dia sering banget main ke kos. Biasanya tiap malam. Gak banyak acara kami lakukan selain ngobrol ngalor ngidul seraya rendzevu, mengenang masa-masa di Malang. Rokok menjadi teman setia dalam perbincangan penuh gelak tawa itu. Ketika malam mulai larut dan matanya mulai sayu, dia pamit. Menariknya, ucapan pamit itu tak serta merta dia langsung pulang. Dikeluarkannya lagi Long Beac-nya dari saku. “One stick dulu ah…,” ujarnya sambil menyalakan rokok itu dengan tokai andalannya. Rokok putih itu tak lama menancap di bibirnya. Dia lagi-lagi pamit. “Aku muleh sik zen,” kata dia. “Oya ati-ati nang ndalan,” kataku. “Sik-sik gak enak iki. Sik lah one stick maneh (tunggu dulu, gak enak ini. satu batang lagi ah),” katanya. Dasar, jadilah perbincangan berlanjut hingga melewati batas malam. Dari situ, istilah one stick begitu akrab di telingaku. Sesungguhnya aku bukanlah perokok. Tanpa merokok pun aku juga tidak sakau. Tapi, seringnya aku tetap menghisap batangan penuh racun itu. Enak aja, buat nyantai barang sejenak. Seperti malam ini, capek setelah ngedit berita yang berat-berat, enaknya ya…one stick dulu ah…..jancuk enak tenan..!!!

Advertisements

2 responses to “one stick

  1. kenangan lama, mas Zen… jadi ingat kembali.. ngerokok di cheap cafe pinggir kali surabaya atau ngerokok bareng di warung kopi pinggir jalan Malang. what a beautiful memory…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s