Get Married, Friend!

Jarum jam tepat di angka 05.35 WIB ketika sebuah SMS masuk di ponsel (senin, 18/02/08). Tulisannya begini, ” Mohon doa restu pagi ini aq brngkt ke lombok..tgl 20 nikah.” 08155916642. Ini pesan singkat dari temen dekat, yang juga tetangga di kampung halaman, NASRUDI NAKA (naka80.wordpress.com). Pencenk, begitu aku memanggil, bakal mengakhiri 28 tahun masa kelajangannya dua hari lagi dari sms itu masuk.

 Sebenarnya aku menyesal banget tidak dapat hadir di pesta sakralnya itu. Bagiku, dia tak cuman sekadar teman. Dia bahkan kuanggap sebagai saudara. Dari dia aku banyak belajar, terutama soal mempertahankan prinsip. Meski pelajaran itu tak dapat kuserap sepenuhnya he..he…Dari dia pula aku belajar menjadi pecinta alam. Ya, aku gak sengaja ketemu dia pas SMA, saat sama-sama aktiv di organisasi PA. Meski beda SMA, karena sering kegiatan bareng, akhirnya kita jadi akrab. Lebih akrab lagi setelah rumahnya juga tak jauh dari rumahku. Seiring waktu, dia bahkan menjadi Ketua Himapala di Unesa Surabaya. Aku sendiri sempat meretas jalan yang sama di Impala Unibraw Malang (biarpun akhirnya tak bertahan lama).  Saat lulus kuliah dan berburu kerja, beberapa kali aku ke Surabaya untuk tes. Karena tak ada sanak saudara, aku numpang di kosnya. Dia yang menunjukkan jalan, dia pula yang memberi makan he..he. Dengannya, aku bergosip. Everything. Mulai kodew (cewek), politik, sport, dan daily live.

Pencenk adalah lelaki tangguh dan berkarakter . Ketika banyak mahasiswa mati-matian mengejar nilai bagus agar dapat mengantongi cumlaude saat lulus, dia tetap asyik dengan Himapala-nya. Dedikasinya untuk mengembangkan organisasi dan mencintai alam mengalahkan tumpukan tugas-tugas dosen. (ini yang kadang sedikit aku sayangkan). Tapi terbukti, dengan segala pilihannya itu, toh dia tetap survive. Kepiawaiannya di dunia alam bebas telah menjadikan dia salah satu anggota tetap tim SAR Sampoerna. Kelebihannya mengakrabi dan menyelami alam menjadikan dia sosok yang selalu hadir dalam kegiatan-kegiatan outbond yang dipegang teman-temannya.

Lewat kehidupan alam-nya inilah dia juga menemukan tambatan hati. Aku gak tahu persis bagaimana awal dia merajut cinta. Sebab, lama kita tidak bertemu hingga jarang bergosip lagi. Yang pasti, terakhir dia bilang telah mantab menata hidup dengan gadis Lombok-nya itu, setelah melalui lika-liku cinta yang rumit bak cerita sinetron-sinetron.

Dalam obrolan ringan lewat telpon akhir Desember 2007, dia bilang bakal married. Saat itu aku mengusahakan datang melihatnya berdiri di pelaminan. Dalam hati, aku merasa wajib untuk datang karena dia juga telah menyingkirkan hari-hari sibuknya untuk mendatangi pernikahanku di ujung selatan Jatim (Pacitan), beberapa waktu lalu.

Tapi, aku sadar, mungkin tidak akan mudah untuk datang. Sulitnya mengambil jeda dari kerjaan kantor menghambat rencana kedatangan itu. Kekhawatiran itu akhirnya benar-benar terjadi. Aku sulit untuk mengambil cuti karena bos sudah dua minggu tak masuk. Dia harus terbaring di RS Internasional Bintaro karena menderita sinus. Praktis, stok tenaga di kantor pas-pasan. Untuk libur dalam kondisi seperti ini sangat tidak enak. Gak enak hatilah ama temen-temen lain yang masuk. Kerjaan mereka pasti berjibun.

Namun, aku punya skenario lain. Jika Pencenk membawa istrinya ke Tuban, dan merayakan pesta kecil-kecilan, aku akan datang. Aku berharap ada di sana bila acara itu ada.

Maaf teman! Sory tak bisa hadir di hari sucimu. Tapi, biar aku tak di sana, aku berdoa bahwa langkahmu itu adalah jalan menggapai ridha Yang Kuasa. Get Married, Friend! Semoga tercipta keluarga sakinah mawadah warahmah. cepet buat anak. Sesuai keinginan kita dulu, bawa anak masing-masing dan jalan-jalan bareng di alun-alun Tuban. Nikmati hari-harimu sebagai head of family.

Advertisements

3 responses to “Get Married, Friend!

  1. thanks friend….tidak semua keinginan bisa terwujud…yg penting kita bisa saling mendoakan dan tetap menjaga keep our brotherhood…dan mungkin skalanya makin besar dengan keterlibatan keluarga kita….suwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s