Good Start, Milan!

reu-milan2.jpgSiapa bilang umur uzur lantas hancur? AC Milan membuktikan bahwa kesimpulan sepihak jutaan orang itu salah besar. Menghadapi tim yang disebut-sebut paling eksplosif musim ini di Eropa, Arsenal, setan-setan tua Milan ternyata bermain elegan.

Memang, hampir sepanjang 2×45 menit plus additional time, I Diavolo Rosso pontang-panting menghadapi gelombang serangan Manuel Adebayor cs. Skema main cepat dan terbuka yang diterapkan arsitek Arsene Wenger memang luar biasa. Aliran bola, mulai dari barisan defender yang digalang Gallas menuju moncong-moncong  kaki midfielder yang dikendalikan Cesc Fabregas hingga ke  striker tunggal Adebayor begitu efektif.

Tapi, Milan tetaplah Milan. Status tim dengan koleksi trofi terbanyak di Benua Biru bukan asal mampir. Kendati separuh lebih pemain sudah berkepala 3, tak membuat mereka lantas ambruk begitu saja. Justru, pengalaman dan kedewasaan mereka mampu menjinakkan tembakan para meriam muda Arsenal. Statistik menunjukkan bahwa Milan tetap bermain cantik meski dibombardir anak-anak The Gunners. Ball possession 53% untuk tuan rumah berbanding 47% yang dimiliki setan merah.

Kredit plus layak diberikan pada  Il Capitano Maldini. Ikon San Siro ini tampil ciamik di belakang bersama Kaladzhe, Nesta, dan Oddo. Padahal, sebelumnya banyak yang meragukan kemampuannya mengingat usianya sudah 39 tahun! Skor kacamata rasanya pantas untuk Milan yang datang bukan dengan amunisi terbaik

Kini memang layak dinanti di leg kedua, pekan depan. Apakah yang tua yang berjaya, atau yang muda yang harus mengelus dada. Di San Siro, Milan adalah raja. Apalagi, bukan kali ini saja mereka bertempur dengan Arsenal di level Eropa ini. Di Piala  Super edisi 94/95, Milan juga bermain 0-0 dengan Arsenal di Highbury. Di kandang sendiri, sang setan bermain kesetanan dan mengemas dua gol tanpa mampu dibalas lawan. Liga Champions edisi tahun kemarin, Milan juga bertemu dengan tim Inggris di babak knock out ini. Lawannya juga tak main-main, MU. Saat itu, kondisinya juga tak berbeda dengan saat ini. MU adalah tim paling menjanjikan. Faktanya, Milan keok 1-2 di tangan anak asuh Sir Fergie. Tapi jangan salah, di San Siro, giliran MU yang harus menangis. Mereka tidak saja kalah, tapi juga tersingkir dari kompetisi paling elit di Benua Biru ini. Congratz Milan! you will always El Grande.

Behind the scene…….

Sejak aku mengenal bola Eropa, saat umur 11 tahun atau kelas 5 SD (1991) silam, AC Milan adalah tim favorit. Aku juga tak tahu awalnya karena tak pernah membaca referensi tentang mereka. Lihat mainnya juga tidak. Sayang Milan mungkin karena saat itu banyak teman-teman yang selalu mengucapkannya. “Top tenan, AC Milan paling joss..” begitu ucapan mereka. Dari situ telingaku mulai akrab. Nama Milan kian tertancap setelah mengetahu ada nama-nama hebat bercokol di tim kota mode ini. Sebutlah Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkard. Mungkin, nama-nama keren itulah yang membuatku kian senang dengan Milan. Waktu berlalu, era juga berganti. Soal bola Italia, favoritku tetap tak beranjak. Meski sempat terlunta-lunta di kompetisi domestik di era 2000-an, aku tak berpaling. Milan is the best..!!   

Advertisements

One response to “Good Start, Milan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s