Cantiknya Marsha

06_msharapova_01.jpgAwal 2008 menjadi hari-hari yang membahagiakan buat si cantik Maria Sharapova. Dara Rusia alumnus sekolah tenis Nick Bollettieri di Bradenton, Florida, AS, ini sukses menggenggam mahkota  Australia Terbuka. Asal tahu saja, di grand slam pembuka kalender 2008 ini, pemilik panggilan Masha (Marsha boleh juga kok)  ini tidak banyak diramalkan menjadi kampiun. Ini wajar mengingat, sepanjang 2007, prestasinya tidak terlalu mengkilap. Apalagi, nama-nama top juga ikut ambil bagian di kompetisi yang selalu digelar pada Januari ini. Sebutlah misalnya Justine Henin, Williams bersaudara, atau si jelita Ana Ivanovich. Tapi Marsha tetap melaju. Kendati sempat dikecam beberapa suporter karena lenguhannya, dia menggapai juara dan melengkapi koleksi titel grand slamnya yang baru tiga biji. Februari ini, dewi fortuna tak mau beranjak dari pemilik kaki jenjang ini (sudah jenjang, mulus lagi…top tenan rek). Di Qatar Terbuka, pemegang raket Prince O3 White itu menghabisi kompatriotnya Vera Zvonareva 6-1, 2-6, 6-0.  Tak heran, mulai muncul prediksi begini, 2008 era Marsha…? Jika penampilannya tetap seperti sekarang ini plus tidak dilanda cedera, bagiku sangat mungkin dia akan kembali yang menjadi terbaik. Bahkan tidak mungkin, nomor 1 WTA bisa digenggamnya lagi.  Sekarang tentu saja kembali pada Marsha. Apakah dia sanggup untuk konsisten memainkan serve tajamnya plus penempatan bola di baseline yang akurat. Jika tidak, jangan harap bakal melenggang mulus sebagai petenis wanita top dunia.  Sebagai salah satu pelatihnya (jamput, sejak kapan kenal dia), aku mendukungnya menjadi penguasa tahta WTA.  Nggak tahu ya, seneng banget lihat kakinya yang bak belalang itu. Kata orang Jawa, lancir. Soal permainan, ah kesampingkan dululah. He..he..fisik memang selalu bikin hati dikelabui mata. Aku sebenarnya tidak terlalu paham soal tenis. Itulah mengapa kalaupun nonton, pasti saat petenis-petenis wanita dunia aja yang main. Ya iyalah, banyak dari mereka Makhluk Tuhan yang paling SEXY. Sharapova sebenarnya hanya salah satu bagian. Yang paling jadi sorotan sekarang ini, tentu saja Ana Ivanovich asal Serbia itu.  Belum lagi Daniela Hanthucova, si langsing yang imut. Maria Kirilenko juga oke. Seorang teman bilang, kalo ingin anak menjadi atlet, pilihlah tenis. Why? Because fulusnya banyak. Memang iya! Tenis adalah salah satu olahraga prestisius. Di sini gudangnya dolar. Di Qatar Terbuka, Marsha mengantongi cek senilai USD 414.000. Kalo kurs dolar Rp10.000, sudah Rp4.140.000.000 alias Rp4,1 M cing. Ini memang perkecualian cause Qatar adalah gudangnya duit. Qatar Terbuka merupakan turnamen WTA yang ngasih hadiah paling gede di antara turnamen serupa lainnya di dunia. Lepas dari itu, nilai uang dalam olahraga satu ini tak ada yang kecil. Lantas bagaimana di Indonesia? Lumayan juga kok. Setidaknya, hadiah tenis tetap lebih besar ketimbang karate, taekwondo, tinju, atau renang. (foto by sportsillustrated.com)

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s