Segalanya tentang Bir

Deutschland Bier, Kebanggaan Jerman

drinkbeer9.jpgRayakan Kemenangan dengan bir….Tidak usah bersedih tim anda kalah, mari minum bir…Kata-kata kontras itu hampir tiap hari terdengar di bar-bar Jerman. Tidak pagi, siang, sore atau malam bahkan menjelang pagi lagi. Bukan hal yang baru memang. Jerman adalah pasar bir terbesar ketiga di dunia setelah AS dan China.

Menurut hitungan pemerintah, kira-kira 1.200 tempat pembuatan bir Jerman menghasilkan di atas 115 juta hektoliter bir setahun. Sebagian di antaranya untuk diekspor. Orang Jerman rata-rata menghabiskan sekitar 140 liter bir seorang setiap tahunnya. Bir telah menjadi bagian hidup warga Jerman. Tak heran, semua jenis dan varian rasa bir ada di negara asal mobil rakyat (Volkswagen) ini. Bukan hanya rasanya yang berbeda-beda, tapi juga cara penyajiannya.

Ada yang dihidangkan di gelas kecil seperti di Koeln (200 ml), ada pula yang dalam gelas-gelar besar seperti di Munich–ukurannya sekitar 1.000 ml dan disebut juga Mass of Beer. Bir-bir tersebut ada yang dicampur sedikit dengan cola sehingga berwarna cokelat kegelapan dan rasanya agak manis. Ada juga yang dicampur dengan soft drink beraroma jeruk sitrus, namanya Alster-Wasser, sangat populer di Hamburg.

Namanya juga negara bir, tidak hanya satu atau dua jenis saja yang beredar di pasaran. Selain Alster-Wasser ada pula yang disebut Altbier, bir Jerman yang dihubungkan dengan kota Dusseldorf. “Alt” adalah kata Jerman untuk tua. Alt diproses dengan ragi bir dengan ukuran yang tinggi. Beberapa gandum mungkin dipakai di variasi. Aroma tidak terlalu menusuk, rasa tidak begitu getir, tetapi memiliki rasa pahit sedang sampai tinggi terutama di akhir minuman. Warna coklat tembaga.

Variasi Altbier adalah Sticke. Lebih kuat alkoholnya, sangat keras, tetapi jarang dilihat. Hanya kedai-kedai tertentu yang menyediakan.Ada juga yang dinamakan Berliner-Weisse. Disebut-sebut sebagai penghilang dahaga paling mujarab. Bir ini yang dapat memuaskan dari rasa kehausan. Sangat menyegarkan dengan rasa yang sedikit masam. Hanya dibuat di Berlin, walaupun beberapa pembuat bir di kawasan utara Jerman juga membuatnya dengan rasa yang mirip. Lebih populer dengan sebutan sampanye bir (sampanye). Dibuat dari kombinasi sampai 75% ragi gandum bekas dan 25 persen susu yang menghasilkan cirri khas buih putih di ujungnya, namun cepat hilang. Sering, dan paling enak bila dicampur dengan sirup manis.

Berlin punya ciri khas, begitu pula kota Einbeck. Disini terdapat Bock, bir yang sangat kuat asli Einbeck.Kandungan alkoholnya sangat tinggi dengan aroma gandum yang sangat manis. Campuran air dan gandum memberikan rasa yang sangat khas. Bock yang manis ini lazimnya juga berasa coklat. Secara tradisional berwarna gelap sampai coklat tua. Variasinya adalah Helles Bock atau Maibock. Secara tradisional memiliki sifat sama dengan kecuali rasa coklat yang lebih terasa. Warna juga lebih terang, kuning seperti emas sampai kuning menyala.

Lebih keras dari Helles Bock adalah Dopplebock. Kerap disebut ator. Berwarna pucat sampai gelap, rasanya sangat manis dengan diimbangi rasa pahit di akhir tegukan. Eisbock adalah variasi paling keras dari bir bock. Sangat alkoholik. Eisbock sebenarnya sama dengan dopplebock. Bila ingin menjadikan eisbock, dinginkan hingga menjadi es. Saat mencair, alkohol menjadi lebih menyengat karena kadarnya yang meninggi.Warna oranye kekuningan sampai coklat tua.Ada juga jenis yang disebut Dortmund/Export, bir ringan (kadar alkohol rendah) produksi Dortmund.  

Dibanding bir-bir ringan sejenisnya, Dortmund lebih keras alkoholnya, biasa dibawa bepergian atau untuk diekspor. Karakteristiknya adalah lebih banyak rasa pahit , sedikit manis lebih kuat dan lebih banyak malt daripada Jerman pilseners. Dortmunder cukup keras, ini dibentuk dari kombinasi proses peragian yang istimewa, membantu menghasilkan final rasa unik. Kehangatan alkohol begitu terasa.Jika anda penggemar bir hitam, Jerman memiliki Schwarzbier atau bir hitam. Seperti namanya, warna bir ini coklat tua menjurus hitam. Rasa manis, rendah di aroma dan rasa dengan sedikit rasa pahit. Beberapa kawasan di bagian selatan Jerman akrab dengan Weizenbier. Sangat berbuih, agak masam dan mengingatkan akan cengkeh dan pisang.

Lebih keras dari Weizenbier adalah Dunkel Weizen. Lebih gelap dan keras dengan warna coklat tembaga. Aroma pisang dan cengkeh tidak terlalu berasa. Lebih kuat lagi adalah Weizenbock. Dibuat dari 40-60% gandum, Rasa cengkeh dan pisang masih nampak, tetapi kekuatan alkoholnya sangat terasa menusuk. Sangat populer adalah Pilsener, bir ringan dengan kadar alkohol tidak begitu tinggi. ”Ini (minum bir) adalah bagian hidup warga Jerman. Bila anda suka tentu kami menyambut dengan tangan terbuka untuk menikmatinya bersama,” kata Hulsmann Jansenn, seorang pendukung Borussia Dortmund di sebuah bar di kota Dortmund.

Begitulah Jerman. Kedai-kedai minum terbuka siap menyambut sekitar setengah juta penggemar sepak bola bulan depan. Anda memang tidak perlu minum bila itu bertentangan dengan keyakinan. Tapi bila tidak, bir dianggap penghangat di tengah suhu Jerman yang dingin. Jika Jerman keluar sebagai juara dunia seperti 1974, tidak menutup kemungkinan Oktoberfest (festival menenggak puluhan liter bir di Muenchen) datang lebih cepat. (zen teguh-17 Mei 2006)

Advertisements

One response to “Segalanya tentang Bir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s