with Tifany Idol

Nama lengkapnya Thefanie Florina Orie. Tapi dara cantik ini akrab disapa Tifany. Sudah dua pekan lebih ini dia kembali ke Malang setelah sempat berjuang di Indonesian Idol.
Riang dan ceria, begitu gayanya. Meski keinginannya menembus puncak ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol tak tercapai, dia tak pernah bermuram durja. Wajahnya yang cantik selalu dihiasi senyum dan tawa. Sapaan akrab dan perbincangan ramah juga selalu mengalir dari bibirnya ketika lawan bicara datang menghampiri.
Saat saya hubungi beberapa hari lalu (tepatnya 25 Juni 2008), dia tengah tenggelam dalam keceriaan bersama teman-temannya di suatu tempat makan di Malang. Ya, Tifany kebagian menaktrir setelah sekian lama tak bertemu. ”Iya nih, lagi kangen-kangenan,” ujarnya.
Putri pasangan Theodore Ferry Orie dan Syane Irot Tampi ini memang sedang menikmati hari-harinya di rumahnya di Jalan Danau Maninjau V/G4 I 8 Sawojajar, Malang, setelah beberapa bulan berada di Jakarta. Bertemu dengan sobat-sobat lama, baik teman di kampus maupun di SMA merupakan salah satu aktivitas yang mewarnai hari-harinya.
Bukan cuma itu, gadis yang piawai melantunkan lagu-lagu melow ini kini juga kembali disibukkan dengan aktivitas lamanya, yakni memberikan pelayanan di gereja. Ini sisi teladan dari Tifany. Meski berkecimpung dalam seabrek kegiatan, dia tak pernah melupakan Tuhan. Gadis religius ini selalu akan memberikan waktunya untuk berkegiatan di gereja.
”Tuhan yang memberikan jalan terbaik bagi Tifany,” katanya. ”Orang bilang Tifany gagal di Indonesian Idol. Tapi, Tifany tak merasa gagal. Tuhan memang telah menentukan dan pasti itu yang terbaik,” sambungnya.
Pernyataan itu tak berlebihan. Arema (Arek Malang) satu ini memang tak pernah larut dalam penyesalan mendalam saat harus tersingkir di ajang lomba menyanyi paling populer itu. Baginya, berkompetisi di reality show itu merupakan proses untuk mengasah talenta dan mendewasakan diri.
Sejak awal pun, dia tidak pernah menargetkan lolos dan menjadi pemenang. Sekadar diketahui, kala mengikuti audisi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu, Tifany hanya sekadar ikut-ikutan. Dia ikut mendaftar lantaran diajak Cici, temannya semasa SMP.
Ada cerita menarik seputar keikutsertaannya itu. Kartu registrasi yang didapatnya sempat hilang. Ketika hendak mendaftar lagi, loket pendaftaran ternyata telah tutup. Telanjur bersemangat untuk bersaing, Tifany sempat kelabakan. Tapi dia tak menyerah. Gadis berkulit putih ini lantas menghubungi panitia dan menanyakan apakah masih mungkin untuk ikut audisi.
Jawabannya sungguh melegakan. Petugas yang mengecek kembali lewat komputer menemukan namanya. Jadilah dia masuk dalam deretan ratusan orang yang tengah berjuang menunjukkan bakat menyanyinya itu. Dasar memiliki suara bagus, Tifany lolos audisi. Satu demi satu tahap dilewati, hingga akhirnya dia sukses menembus Jakarta.
Penampilannya yang anggun, elegan, dan manis, ditunjang kelihaiannya menyuarakaan lagu-lagu romantis mengantarkan dia sebagai kontestan 10 besar. ”Masuk babak ini saja sudah menjadi prestasi tersendiri. Sebab, Tifany selalu nothing to lose, hanya ingin menampilkan sesuatu yang terbaik, itu saja,” ungkapnya.
Waktu terus berjalan. Pekan demi pekan bergulir, Tifany terus menyedot perhatian di Indonesian Idol. Sayang, langkahnya harus terhenti. Lagu Disco Lazy Time dari Nidji telah menutup peluangnya untuk menjadi penerus Rini, pemenang Indonesian Idol sebelumnya.
”Sempat sedih sih. Maklum Tifany telah habis-habisan berlatih. Pokoknya keras sekali persiapannya,” ungkapnya mengenang. Dia mengakui telah salah memilih lagu sehingga harus tersingkir. ”Lagu itu tidak pas buat Tifany,” ucapnya.
Cewek kelahiran Malang 22 November 1988 ini berterus terang tak pandai membawakan lagu bertipe nge-beat. Menurutnya, menyanyi lagu rancak akan lebih hidup bila diiringi dengan gerakan-gerakan tubuh untuk menunjang musik yang mengentak-entak. Di sinilah persoalannya. ”Tifany memang jarang banget menyanyi lagu-lagu nge-beat,” tambahnya.
Setelah kegagalan itu, Tifany mengaku tak memiliki obsesi tertentu di bidang tarik suara. Saat ini, selain aktif di gereja, pikirannya terfokus untuk mengurus kembali perkuliahannya. Maklum, sejak menjadi kontestan di Indonesian Idol, studinya di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang terpaksa ditinggalkan. Tifany cuti saat menginjak semester kedua. ”Sekarang administrasinya tengah diurus. Harapannya semester depan sudah kuliah lagi,” tuturnya optimistis. Soal menyanyi, dia percaya jika Tuhan memberikan jalan, pasti angan-angannya untuk menjadi penyanyi profesional bakal tergapai. (zen teguh)

Advertisements

One response to “with Tifany Idol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s