The Queen’s last story

Tulisan ini dikutip dari SINDO
saya merasa perlu mem-posting karena dia adalah legenda

Jasad Suzanna Dibalut Serba Putih, Bibir Dilipstik Pink

ORANG menjulukinya ratu horor berkat film-film seram yang dibintanginya. Banyak orang mengecap dia sebagai bintang panas karena keberaniannya dalam berakting vulgar. Namun semua pengidentitasan itu kini hanya akan menjadi kenangan karena sosok tersebut telah berpulang.
Suzanna, 66, wanita penuh mistis itu, meninggal dunia Rabu (15/10) malam sekitar pukul 23.15 WIB. Suzanna meninggal di rumahnya, Kebondalem 2, Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang, karena penyakit diabetes yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.
Namun seakan lekat dengan filmnya yang berbau misteri, kematian artis bernama lengkap Suzanna Martha Frederica Van Osch Nathalia ini hanya diketahui segelitir orang yang dekat dengannya. Mereka antara lain, suaminya Clift Sangra, penasihat hukum keluarga, Bambang Tjatur Iswanto, serta sejumlah pengurus RT dan RW di sekitar kediamannya. Bahkan, anak kandungnya, Kiki Maria, yang sempat berkonflik dengan Clift Sangra tidak kelihatan hingga pemakaman usai.
Saat detik-detik terakhir, Suzanna hanya ditunggui Clift Sangra, yang merupakan suami keduanya. Clift mengaku terkejut atas meninggalnya pemeran film horor Beranak dalam Kubur ini. Dia mengatakan, tidak ada tanda-tanda jika istrinya akan meninggal secepat itu. Sebab, Rabu malam itu, dirinya sempat menemani Suzanna minum susu. “Usai minum susu, istri saya naik ke ranjang dan akan berangkat tidur. Saat itu kami masih berbincang-bincang. Namun tak lama kemudian, istri saya sudah diam. Saya tidak percaya kalau dia sudah meninggal,” terang Clift Sangra.
Siang kemarin, sekitar pukul 09.30 WIB, Suzanna dimakamkan di pemakaman umum Giriloyo Kota Magelang. Artis tiga dekade itu dimakamkan di samping kubur ibundanya, Yohana van Osch, dan satu liang dengan makam salah satu anaknya, Ari Adrianus, dan kakaknya, Irene Beatrik van Osch.
Suzanna lahir di Bogor 14 Oktober 1942 silam. Kariernya berawal saat memenangkan kontes “Tiga Dara” dan diaudisi Usmar Ismail. Popularitas Suzanna kemudian melonjak berkat film-film panas dan mistik, seperti Bernafas Dalam Lumpur, Bumi Makin Panas serta Pulau Cinta (1978) dan Ratu Ilmu Hitam (1981) yang membuatnya menjadi nominator FFI untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik. Suzanna berhenti bermain film di awal tahun 1990-an. Namun bukan berarti dia sudah tidak lagi eksis. Pada 2003, di saat usianya menginjak 61 tahun Suzanna berbinar lagi di sinetron Selma dan Ular Siluman yang ditayangkan salah satu televisi swasta.
Dari serentetan film yang telah dilakoninya, dia meraih banyak penghargaan, di antaranya The Best Child Actress (Festival Film Asia, Tokyo, 1960), dan Golden Harvest Award. Bungsu dari lima bersaudara yang berdarah Jerman-Belanda-Jawa-Manado ini juga meraih gelar Aktris Terpopuler se-Asia saat Festival Film Asia Pasifik di Seoul tahun 1972.
Suzanna pernah menikah dengan aktor Dicky Suprapto yang jadi lawan mainnya dalam banyak film. Namun, pernikahan ini tak bertahan lama. Usai cerai dari Dicky, dia menikah dengan Clift Sangra, teman mainnya di film Sangkuriang.
Kepergian Suzanna untuk selamanya meninggalkan kesan di hati para insan perfilaman Indonesia, termasuk aktor senior Him Damsyik. Menurut lelaki bertubuh kurus ini, Suzanna adalah pribadi yang unik.
“Dia itu orangnya unik, jarang makan nasi tapi lebih sering mengunyah melati dan daun-daun hijau seperti daun bluntas dan lain-lain,” tutur Him Damsyik di Jakarta kemarin.
Him Damsyik mengaku sangat mengenal Suzanna karena sering beradu akting dengan ratu horor itu. Sayangnya, sejak Suzanna pindah ke Magelang, hubungan baik di antara mereka terputus. Pemeran Datuk Maringgih dalam sinetron Siti Nurbaya ini tak pernah lagi mendengar kabar soal Suzanna.
“Saya nggak pernah tahu dia sakit apa, karena saya jarang bertemu dan berkomunikasi dengan dia,” tambahnya. (muh slamet/okezone)

Filmografi
1950 The Long March
1958 Asrama Dara
1959 Bertamasja
1961 Mira
1963 Antara Timur dan Barat
Aku Hanja Bajangan
1965 Segenggam Tanah Perbatasan
1966 Suzie
1967 Penanggalan
1970 Bernafas dalam Lumpur
Tuan Tanah Kedawung
1971 Beranak dalam Kubur
Air Mata Kekasih
1973 Napsu Gila
Bumi Makin Panas
1974 Ratapan dan Rintihan
1978 Pulau Cinta
1980 Permainan Bulan Desember
1981 Sundel Bolong
Lembah Duka
Ratu Ilmu Hitam
1982 Sangkuriang
Nyi Blorong
1983 Nyi Ageng Ratu Pemikat
Perkawinan Nyi Blorong
1984 Telaga Angker
Dia Sang Penakluk
Usia dalam Gejolak
1985 Ratu Sakti Calon Arang
Bangunnya Nyi Roro Kidul
1986 Malam Jumat Kliwon
Petualangan Cinta Nyi Blorong
1987 Samson dan Delilah
1988 Santet
Ratu Buaya Putih
Malam Satu Suro
1989 Wanita Harimau
1990 Pusaka Penyebar Maut
Titisan Dewi Ular
1991 Perjanjian di Malam Keramat
Ajian Ratu Laut Kidul
2008 Hantu Ambulans

Advertisements

4 responses to “The Queen’s last story

    • tidak mesin
      tidak mesin diploma 2

      tidak Seksi Keamanan Pengumuman
      tidak No:914/12/002-07/2013

      tidak Face dong
      tidak yang Bajaj

  1. tidak mesin
    tidak mesin diploma 2

    tidak Seksi Keamanan Pengumuman
    tidak No:914/12/002-07/2013

    tidak Face dong
    tidak yang Bajaj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s