Haeny, When U A Few Good Women?

xx-haeny_relawatiSaran, bacalah MAJALAH TEMPO edisi akhir tahun. Seperti yang lalu-lalu, TEMPO membuat ulasan khusus tentang TOKOH TEMPO 2008. Kali ini, majalah investigatif nomor wahid itu memilih 10 bupati/wali kota yang dianggap terbaik di republik ini. Baik memang banyak ukurannya, tapi TEMPO telah mengerucutkan dalam berbagai indikator.
Saya benar-benar terkesiap, kagum, dan angkat jempol untuk edisi khusus ini. Buat saya, sungguh sebuah hal yang tak mudah ketika harus memilih 10 orang dari 472 pilihan. Itu pula memang yang diakui awak TEMPO ketika akan menerbitkan ulasan ini.
Eniwei liku dan seribu kisah perjuangan peliputan jurnalisme itu dikupas habis dengan catatan yang demikian enak dan mengalir, khas TEMPO. Tulisan-tulisan itu pulalah yang kemudian membuat saya tergelitik untuk melahirkan tulisan ini. 10 orang telah dipilih, mereka adalah Wali Kota Tarakan Jusuf Serang Kasim, Wali Kota Yogyakarta Hery Zudianto, Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib, Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma, Bupati Jombang Suyanto, Bupati Badung AA Gde Agung, Wali Kota Surakarta Joko Widodo, Wali Kota Sragen Untung SW, Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajudin, dan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat.
Pemilihan ini tentu mutlak hak TEMPO dan juri yang telah digandengnya, meski ada beberapa nada sumbang (misalnya tentang Bupati Sragen yang dianggap pilihan salah). Saya sedang tidak dalam kapasitas menggugat hasil terpilih itu. Saya hanya berpikir, betapa hebatnya orang-orang itu sehingga terpilih sebagai TOKOH TEMPO 2008.
Yang terbersit kemudian, bagaimana dengan Bupati Tuban Dra Haeny Relawati Rini Widastuti Msi? Begitu jelekkah dia sehingga tak masuk dalam 10 orang yang dalam bahasa TEMPO disebut sedikit orang di Republik yang luas ini ( a few good men). Atau, dia masuk kategori baik tetapi tidak spektakuler dalam kepemimpinannya?
Barangkali yang terakhir itulah jawabannya. Mempertanyakan kualitas Haeny memang sudah saya pendam dari dulu. Apa yang hebat dari dia? Apa yang telah dia lakukan pada Tuban, kampung halamanku? Rasa-rasanya tidak ada yang istimewa blass..!!
Terminal megah di tepi pantai tapi sepi? Masjid eksotik bak cerita Aladin? Atau trotoar mengkilap karena ditegel? Inikah prestasi yang dia torehkan? Adipura…? Ah, dari dulu mengajak orang Tuban lebih peduli kebersihan relative gampang ketimbang menyuruh orang Surabaya. Memang sungguh tak pantas menyandingkan nama Haeny dengan TOKOH TEMPO 2008 apalagi dengan melihat betapa hebatnya para pemimpin daerah itu melakukan inovasi. Barangkali, Haeny memang sudah terbenam dalam kenikmatan memimpin Tuban sehingga tak lagi ada terobosan yang spektakuler. Tak ada inovasi yang demikian dahsyat yang membuat semua rakyatnya bangga. Industrialisasi dan modernisasi…? Ini bukan prestasi Haeny. Ini keramahan Tuhan yang telah memberi begitu banyak golongan C di kota ini. Siapapun bupatinya, investor akan datang karena mereka butuh bahan baku.
Haeny, when u a few good men? Kapan kau menjadi sosok yang luar biasa? Pengangguran masih bejibun tuh, jgn cuma ekspansi SPBU aja. Tahu gak pembcaca yang budiman, tak lama dari edisi TOKOH TEMPO 2008 itu, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi menyerahkan Leadership Award 2008 (daerah yang dianggap terbaik dalam menerapkan pelayanan satu atap). Tahu gak siapa bupati/wali kota di Jatim yang dapat? Bupati Lamongan Masfuk dan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat. No Tuban here… Mungkin masih ingat juga kalo Tuban jg gak masuk di Otonomi Award-nya Jawa Pos.
Memang, terlalu dangkal cara berpikir menjustifikasi hanya gara-gara tak dapat penghargaan lantas dicap buruk. Haeny tak buruk, saya yakin itu. Tapi dia juga tak cukup baik, saya lebih yakin lagi itu.
Mengapa demikian? Ya karena tidak ada prestasinya. Penghargaan itu kan simbol bahwa seseorang berprestasi. Wong LSM yang ngecam Haeny tidak sedikit. Para aktivis lingkungan di Tuban juga tak henti menyuarakan protes kebijakan Pemkab Tuban yang terlalu mengumbar izin penambangan galian C hingga merusak hutan dan kawasan kars. Dari mana logikan memoles trotoar dengan tekel. Dimana-mana pedestrian paving. Jangan-jangan karena bapak bupati?
Oh, Haeny. Prestasimu sebagai bupati perempuan pertama di Tuban hingga menempatkan dirimu di www.tokohindonesia.com, rasanya belum cukup untuk membesarkan kota yang telanjur terkesan stagnan ini. WAKE UP mom, terlalu sayang jika kota yang demikian berpotensi ini lamban bak siput. Sadarilah sebenarnya kau punya talenta-talenta hebat yang bisa membangun kota ini dengan lebih baik lagi.
Ada slamet widodo, ada ardyansah gonzalez, ada ali topan, and more (terlalu banyak sehingga tak bisa disebutkan satu-satu). How about me…?Nanti ajalah kalo udah pinter he..he

NB: Tolong diralat kalo ternyata Haeny banyak penghargaan dan telah memajukan Tuban. Maklum, udah lama gak pulang dan baca berita kampung halaman hingga buta.

Advertisements

6 responses to “Haeny, When U A Few Good Women?

  1. prestasi haeny yg paling spektakuler adalah kemenangannya di pilbup melawan nurnahar-congping. dia bhasil mengabaikan bara api d pendopo. kantor kpu. dan tentu saja gudang hartanya. dan perintah tembak di tempat? ahai ide siapa itu? ah entahlah. apalah saya d antara samudra pembangunan fisik tuban. sy tak harus btanya siapa kontraktornya kan, zen?

  2. Saya masih penasaran dengan hilangnya CPU di kimpraswil/pekerjaan umum beberapa saat sebelum masa jabatannya periode lalu berakhir.
    Yang jelas selama saya nyangkruk bersama toaker, kopiker, becaker Tuban BELUM PERNAH saya dengar cerita tentang kebaikan dan keberhasilan beliau. Justru aneka cerita tentang gelapnya penguasa itu.

  3. Bupati tuban tidak bisa menangkap peluang apalagi menciptakan peluang…jangan berharap banyak melihat tuban maju sampai 3-4 tahun ke depan deh…..hanya mimpi di siaaang bolong….

  4. buat mas zen (zainul ikhsan), tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada anda, tolong dihapus artikel ini dari blog anda…trims

  5. Tuban saat ini sedang berada dalam zaman kegelapan. Tepatnya sudah dua periode dalam era kegelapan. Masihkah kamu ingat pemilihan bupatiTuban Pasca Hindarto oleh DPRD Tuban Yang penuh Kepalsuan itu ? Kubu PDI dengan tanpa malu-malu tidak mendukung kadernya sendiri untuk Jadi Bupati Tuban, Tapi malah Berbalik memilih istri Pengusaha yang serakah itu. Yaaah…lagi lagi dengan uang apapun bisa di beli, termasuk suara anggota DPRD itu. Itulah Pemilihan Bupati yang paling Busuk di republik ini.
    Ternyata Wong Tuban mengulangi kesalahan kedua di pilkada secara langsung pada 2006. Dengan di iming-iming jalan aspal di pelosok desa banyak warga yang menghantarkan Bu Heny Ali Hasan duduk disinggasana lagi. Sambil menyelam Minum Air. Sambil dapat borongan proyek pembangunan Jalan, bisa merebut simpati wong deso. Ingat !!! Heny Ali hasan Hanya Unggul di Pedesaan. Di Wilayah Kota dia Kalah Telak, bahkan di kampungnya sendiri. Akibatnya Para PNS mulai saat itu tidak pernah mendapatkan THR seperti tetangga kabupaten. Dasar Pendendam !!!

    Oh ya, Di Majalah AKBAR (majalah lokal Pemkab Tuban ) si Nyonya ini Di tulis dengan Nama HENY ALI HASAN.Ck..Ck…Ck….Narsis banget deeeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s