Good Bye Rob Gauntlett..

01-rob-baruBarack Husein Obama boleh menjadi Person of The Year 2008 versi Time, SBY menjadi People of The Year versi Koran SINDO, 10 bupati/ wali kota jadi Tokoh Tempo 2008, dan Bernie Madoff sebagai tokoh pilihan Dahlan Iskan. Tapi, buatku, acungan empat jempol layak-layak dialamatkan ke Rob Gauntlett, 21, pendaki gunung asal Inggris.
Rob baru saja meninggal (11/1) bersama temannya James Atkinson, 21, karena sebuah kecelakaan saat mendaki Gunung Alpen di Prancis. Nicola Gauntlett, ibu Rob Gauntlett ketika diwawancarai BBC mengatakan bahwa putranya dan Atkinson sedang mendaki es di Chamonix saat terjadi “longsoran besar.”
Siapa Rob Gauntlett? Menurut saya, remaja asal Petworth, West Sussex, Inggris, ini adalah orang edan. Sungguh-sungguh edan karena pada usia 19 tahun dia telah menancapkan kakinya di kebekuan es puncak GUNUNG EVEREST, 17 Mei 2006. Bersama James Hooper dari Somerset, Rob jadi orang termuda yang mendaki gunung tertinggi di dunia itu (8.848 meter dari permukaan laut). Luar biasa, karena tak semua orang bisa melakukan hal itu. Apalagi, keduanya tak punya ilmu mendaki gunung.
01-everest2 Rencana pendakian itu dimulai pada 2003 ketika mereka lulus SMA. Nekat, hanya itu modal awal saat Rob dan James memutuskan untuk menundukkan gunung yang telah jadi kuburan ribuan pendaki itu. Namun, dalam perkembangannya mereka akhirnya bergabung di pelatihan di Skotlandia, Perancis Alps, pada Spantik di Pakistan, dan Ama Dablam di Nepal. Misi itu sukses besar. Menurutku, Rob adalah cerminan betapa anak muda memiliki semangat yang luar biasa. Semangat itu barangkali hanya kalah dari Yuichiro Miura. Kakek 70 tahun asal Jepang itu menjadi orang tertua yang sanggup mencium keangkeran puncak Everest. Miura sekaligus memecahkan rekor yang dibuat rekan senegaranya Tomiyas Ishikawa yang menaklukkan puncak Everest pada usia 65 tahun.
Menorehkan rekor sebagai pendaki Inggris termuda yang menginjak Chomolungma (sebutan orang Nepal untuk Everest) tak lantas memuaskan Rob. Masih berduet dengan James Hooper, keduanya melakukan ekspedisi melintasi titik Magnetik Kutub Utara hingga titik Magnetik Kutub Selatan, yang diberi nama ekspedisi 180 derajat. Hebatnya, semua itu dilakukan dengan kekuatan tubuh alami
Perjalanan panjang itu dilakukan dalam rentang 8 April 2007 dan 9 Oktober 2008. Mereka berjalan kaki, melakukan ski, naik kapal ke New York City, bersepeda ke Panama City, dan kemudian kembali berlayar ke Guayaquil di Ekuador sebelum mereka bersepeda untuk melanjutkan perjalanan ke Punta Arenas, Chili untuk akhir pelayaran. Setelah menyelesaikan 22.000 mil (35 200 km) perjalanan, mereka berlayar 1.800 mil laut ke Australia. Ekspedisi yang juga membantu mengumpulkan uang untuk The Prince’s Trust ini untuk mengkampanyekan perubahan iklim. Save the World.
Jejak-jejaknya yang demikian kokoh dan semangatnya yang tak pernah luntur meski tersapu salju, terpaan angin, dan pekatnya rimba raya, membuat Rob Gauntlett dianugerahi National Geographic 2008 Adventurers of the Year pada November 2008 di markas perkumpulan itu di Washington DC, Amerika Serikat.
Sungguh sangat disayangkan Rob mati muda. Tapi, takdir memang tak bisa dilawan. Yang pasti dia telah memberikan pelajaran yang luar biasa hebat.

”Saya ingin menunjukkan bahwa segala sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin bisa menjadi mungkin bila kita percaya dengan kemampuan kita,” katanya.

Advertisements

7 responses to “Good Bye Rob Gauntlett..

  1. hari ini, Matt mendarat di indonesia untuk acara bersama beberapa blogger (mungkin). siapa matt itu? dialah pencipta wordpress.
    saya memberikan dua jempol untuk haril karyanya yang bisa kita nikmati hingga sekarang

  2. waaak….ternyata ada ANGGOTA MUDA….mana kopinya?????hehehe…piisss sob…dont take itu personal…salam kenal juga yah..aku ndaru392, nemu comment menarik tko blog warung kopi pak bonar. saya satu angkatan dengan ranob tuas di FHUB tp masuk BT setahun lebih dahulu. jok lali mampir nang ngonku…
    BRAVOOO…!!

  3. hehehehe..absen juga disini cak..
    suwon lho wes mampir neng nggonku, komenmu ndik tulisanku ttg 407 terlalu hebad..hahahaha…gak sampe sakmono cak, mosok seh wes melegenda…lha podo karo lutung kasarung…hehehhe…!!!
    diklat piro tho..??
    tulisanmu ttg pendaki gungung es yg mati muda ini mantab bener…bisa tak kopi paste di FB nya impala unibraw gak..?? sekedar utk memotivasi adek2 seng sak iki jarene arep ekspedisi…supaya bisa menconto semngatnya ROb Gauntlett…

    okey..suwon yaa..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s