Rendezvous

Andai bisa mengulang waktu, tentu salah satu yang saya pilih adalah berada di zaman abu-abu&putih. Seragam SMA itu tak hanya mengalirkan kebanggaan hari demi hari, namun juga melahirkan gairah, mengobarkan ambisi, menyentakkan syaraf-syaraf motorik, dan menggelegakkan adrenalin. Ada kesombongan di sana, ada kerendahan jiwa, ada pesona, ada cinta, ada gelak tawa, dan sudah pasti ada pedih. Ada peran berpura-pura, tapi tak jarang ada peran apa adanya.

xx-logojpgKali pertama mengenakan celana panjang setelah menanggalkan celana pendek warna biru gelap, saya terbuai begitu banyak perasaan. Seketika saja, saat itu, saya merasa seolah akan segera menjadi Galih dan berharap menemukan Ratna. Dalam ayunan langkah pertama itu, bait demi bait Kisah Kasih di Sekolah-nya Obie Mesakh terngiang-ngiang. Rasa-rasanya, saya begitu dewasa.

Tapi, lupakan dulu cinta. Karena dalam rentang 1995-1998 itu, saya justru tak begitu menghiraukannya. Berada dalam kelas yang isinya “makhluk kacau” menjadikan saya semakin kaco. Celakanya (atau untungnya), setahun berlalu saya masih terdampar dalam mad class itu. Tak heran, harapan masuk kelas IPA-yang disebut-sebut gudangnya anak cerdas, tak pernah kesampaian. Saya berkubang di kelas 3 IPS 1 yang, lagi-lagi, isine wong edan kabeh.

Mencermati pelajaran cukup ala kadarnya. Ngisi tes-tes ulangan juga seingatnya. Kalau gak ingat, tinggal melirik isi laci meja. Secarik kertas siap membantu kapan saja. Guru gak hadir disambut suka cita, kalau hadir ya…kalo mood masuk ke kelas, kalo nggak ya di kantin aja. Bolehlah SMA ku yang paling kesohor di Tuban ini dikelilingi tembok tebal dengan kawat berduri di atasnya, tapi itu bukan halangan untuk melompatinya. Modus ini, sialnya, begitu mencandu. (kelak, jika ada adik kelas melakukan hal yang sama, itu bukan karena kakak kelasnya memberikan contoh. Tapi dia yang punya bakat dan naluri alamiah :D)

Ahh…..masa SMA memang begitu indah. Suka menggelayuti, duka pun menyertai. Sejuta kenangan terlalu sulit untuk diungkapkan. Sungguh, ingin sekali rasanya mengulang masa-masa itu. Ketika punya kesempatan pulang kampung sepekan lalu, kurasakan sejenak segala aura yang pernah bermukim 3 tahun di sana, lewat tempat parkir motor yang pernah kucolong helm entah milik siapa, lewat lapangan upacara yang tak lagi berumput, lewat lapangan basket tempat para Cinderella pernah berlari-lari kecil dan memperlihatkan kegenitannya, lewat tembok berduri ala penjara Guantanamo, dan juga terali besi jendela kelas yang pernah dibongkar skrupnya demi mencari jalan pintas ke kantin eksotik.

Benarlah kiranya semua yang tertulis di blog hitam ini. Priceless… Kenangan SMA itu tak ternilai harganya karena demikian sulit diukur. Kini saya punya kesempatan untuk merasakan segala campur aduk perasaan yang senantiasa muncul dan tak bisa direm penampakannya itu.
Yes, REUNI AKBAR SMAN 1 TUBAN 2010 adalah media untuk kembali sesaat ke masa silam penuh kehebohan itu. Thx for alumnus yang rela meluangkan hari-hari sibuknya demi menggalang massa dan “menenggelamkannya” di website alumni. Thx juga untuk dosen gaul yang selalu mengingatkan para konstituen reuni lewat milis SMANSA. Jika saat itu datang, satu kata: LADUB….

Advertisements

25 responses to “Rendezvous

  1. aku gak pernah menginjakkaan kaki di SMA. dari SMP langsung ke perguruan tinggi hehe. serius kok mas, gak pernah di SMA tapi SMK

    @pantesan pinter nggambar sampean sam..

  2. saya juga tidak pernah menginjakkan kaki ke SMA. Serius juga kayak mas antown, saya tidak pernah sekolah di SMA. saya sekolah ke SMTI(Sekolah Menengah Teknik Informatika), hehehehehe…

    @wah pantes blognya keren banget mas…:D

  3. hehe … flashback ke masa silam agaknya diperlukan juga sebagai jeda di tengah dinamika hidup yang kencang melaju. hingga sekarang, saya masih belum bisa menerima tuh, murid2 yang dikelompokkan dan diombyoki dalam steretipe kelas tertentu. tdk selalu kok anak ipa itu lebih baik daripada anak2 ips.

    @ setuju pak, saya bangga masuk IPS

  4. saya juga ingin mengulang masa lalu dan memperbaikinya, mungkin yang terjadi akan berbeda dengan saat ini.

    Kayak di filem aja, kembali ke masa lalu……..
    mengkhayal yo mas….

    Salam kenal juga

    @ya mas…gak papalah mengkhayal ga dilarang kok

  5. Siapa bilang Cah IPA ora edan pisan … yen kelasku aku ora patek sreg … endak ada feeling … tapi aku selalu gabung sama kelasé Masku IPA juga … so hasilé yo koyo aku iki … radi-radi nekad … opo malah nekad banget yo?

    Mergoné gawéné balapan terus … opo meneh yen menang balapan karo pulisi…tambah bangga dong!

    @ha…ha..ternyata mbak Julia dahsyat juga SMA-nya

  6. kunjungan balik mas, pake berburu dulu alamat blog-mu he..he..
    untungnya jaman klas 1 dan 2 sma dulu saya sempat nakal, jd di masa tua sekarang ini tinggal mengenangnya saja… indahnya masa abu2 itu!!!

    @wah nakal juga to mas….kekek

  7. Egh….kna tohog ama empunya blog
    waktu itu….??(*mikir mode on)
    aku kejar-kejar ibunya anak-anakku
    wis pokoknya rindu suasana waktu itu

    @wah, ternyata sak sekolahan mas jodohnya he..he..

  8. masa-masa sma masa yg tidak begitu menyenangkan klo saya rasa ya mas. soalnya terlalu banyak belajar, trs harus les ini itu. mo main terbatas, soalnya saya ngejer hrs masuk ptn jd gak pernah nongkrong2 sama gengnya anak2 orang kaya **halah bahasanya… tp enaknya saya jg gabung sama yg bandel-bandel makanya jd terkenal krn premannya kekekee…

    @wah keren juga mbak…bandel zaman SMA memang asyik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s