Java’s Builder

Saya salut dengan dengan insting awak Republika yang dengan cepat dan cerdas menurunkan sisi lain dari tragedi jatuhnya pesawat Fokker 27 di Bandar Hussein Sastranegara, Senin, 6 April 2009. Selain tulisan feature tentang korban-korban pesawat naas TNI AU itu, versi online koran milik kelompok Mahaka Media itu mengulas Anthony Herman Gerrard Fokker, sang pencipta sekaligus pendiri pabrik Fokker di Belanda. Anthony Fokker ternyata kelahiran Blitar, Jatim, 6 April 1890. Ia meninggal pada 1939 di Amerika Serikat. Beberapa versi, di antaranya absoluteastronomy, wiki, astro, wwiaviation, ataupun encarta menyebut pioneer penerbangan Belanda ini lahir di Kediri. Biarpun bukan barang baru, namun karena momen yang tepat, tulisan ringan itu menjadi sangat bermutu.
Saya jadi teringat bahwa banyak sekali Belanda yang lahir di Jawa (Java) dan kemudian menjadi bagian penting sejarah negeri ini. Pada kategori arsitektur, terdapat tiga nama top. Mereka ini merupakan otak di balik pembangungan gedung-gedung kokoh di Nederlands-Indische atau Hindia Belanda, terutama di Jawa. Jadi anggap saja pria Belanda kelahiran Jawa ini adalah Java’s Builder. Siapa mereka? Mengutip data perpustakaan Universitas Petra Surabaya, tiga arsitek itu adalah:

1. Frans Johan Lauwrens Ghijsels (1882-1947)
FJL Ghijsels lahir di Tulungagung, 8 September 1882. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di Belanda, Ghijsels belajar arsitektur di Polytechnic Delft pada 1903. Waktu itu disiplin arsitektur masih merupakan bagian dari jurusan “Civil Engineering”. Baru setelah tahun 1905 disiplin arsitektur berdiri sendiri terpisah dari jurusan sipil (Akihary, 1996:14).
Proyeknya menyebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Tapi yang terbanyak terletak di Jawa, terutama di kota-kota besar sepertiBatavia, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Karya-karyanya dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama antara tahun 1910-1915, ketika itu dia masih bekerja untuk BOW (Departemen Pekerjaan Umum) di Batavia. Kedua antara 1916-1929, ketika ia mendirikan biro AIA (AlgemeenIngenieurs en Architecten Bureau).
Karyanya itu antara lain
– Kantor Tilpon di Jalan Garuda, Surabaya, dibangun antara 1913-1914
– Rumah Sakit KPM Petamboeran (sekarang PELNI) Jakarta
– Kantor “Nillmij” (sekarang Bank BNI di Yogyakarta)
– Stasiun Kota Jakarta, tahun 1927-1931.
-Rumah Sakit “Onder de Bogen” (sekarang Panti Rapih – Yogyakarta) tahun 1929

2. CHARLES PROSPER WOLF SCHOEMAKER (1882-1949)
CP Wolf Schoemaker lahir di Banyubiru, dekat Salatiga, Jawa Tengah, pada 1882. Dia mempunyai saudara kandung yang juga berprofesi sebagai arsitek, yaitu Richard Leonard Arnold Schoemaker (1886-1942). Richard juga seorang profesor arsitektur di Delft. Pengalaman pekerjaan Wolf Schoemaker selama 35 tahun
terbentang luas, mulai dari insinyur zeni angkatan darat di Jawa dan Sumatra,
sebagai arsitek pemerintah Hindia Belanda, sebagai arsitek “private” dan sebagai guru besar arsitektur di SekolahTinggi Teknik Bandung (sekarang ITB).
Karya-karya Schoemaker antara lain:
-Penjara Sukamiskin,Bandung, dibangun tahun 1919
– Koloniale Bank, Surabaya, tahun 1927
– Hotel Preanger, Bandung, tahun 1930
– Mesjid Cipaganti,Bandung, tahun 1933

3. HENRI MACLAINE PONT (1884-1971).
Anggap saja Batavia adalah Jawa. Henri Mclaine Pont dilahirkan pada tanggal 21 Juni 1884 di Meester Coenelis – Jatinegara- Batavia. Pada umur 9 tahun, Pont kembali ke Belanda bersama keluarganya untuk menerima pendidikan dasarnya di sana. Pada 1902, dia memasuki Sekolah Tinggi Teknik Delft. Pont seangkatan dengan Ghijsels. Dia tamat sebagai sarjana teknik arsitektur pada 1909. Pada 1913, Pont memutuskan untuk menetap di Semarang . Di sana dia
membuka kantor arsiteknya yang pertama. Dalam waktu singkat kantornya
kebanjiran banyak proyek. Proyek–proyeknya mulai dari komplek perumahan di Semarang barat, perencanaan perkembangan Semarang ke selatan, rencana
perluasan daerah Darmo, Surabaya , komplek pergudangan gula untuk beberapa perusahaan di Tegal, Cirebon, dan Cilacap. Kantornya menjadi sangat sibuk sekali. Karena itu, dia perlu memanggil rekan akrabnya selama kuliah di Belanda yaitu Thomas Karsten, untuk ikut membantunya bekerjasama di Semarang. Karya-karyanya yang fenomenal:
– Stasiun Kereta Api Tegal, dibangun tahun 1911.
– Sekolah Tinggi Teknik Bandung (ITB), tahun 1918
– Gereja Katholik Pohsarang, Kediri, tahun 1936

**************

Menurutmu, siapakah Java’s Builder selanjutnya?
– Susilo Bambang Yudhoyono
– Sri Sultan Hamengku Buwono X
– Megawati Soekarnoputri
Ataukah
– Prabowo Subianto?

Contreng tanggal 8 Juli 2009.

Advertisements

21 responses to “Java’s Builder

  1. Hah? Jadi mesjid Cipaganti deket rumah saya itu bikinan londo tho? Kok saya nggak liat tuh mesjid ada bau Belandanya ya?

    Oh ya Mas Teguh, kalo mau kirim e-mail langsung ke Mas Teguh ke alamat mana? Apa ngirimnya ke e-mail Koran Sindo?

  2. selanjutnya siapa ya? nyi roro kidul mngkn, mas. he2. soalnya para pemimpin itu kan sudah sangat susah diharapkan, jadi berharap pada mistis saja. ha3,

  3. Ya jaman dulu orang Indonesia bisa baca aja udah syukur, janganlah berharap membangun dulu hihihihih……. Coba sekarang? Pinternya ga ketulungan, tp sayangnya pada kerja di luar….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s