Life…

Saya sebut realitas sosial itu sebagai dangdut koplo. Seronok dan sering disebut-sebut nyrempet dosa, iya, tapi toh bukan cuma itu. Dangdut ndeso itu tempat orang kreatif. Saking kreatifnya saya sering dibuat geleng-geleng kepala.

1. Kostum para pemain musik dan biduanitanya selalu menusuk mata. Yang main musik, warna seragamnya sometime look like umbul-umbul. Ada yang tanpa dosa mengombinasikan antara oranye dan hijau muda. Nah kurang menusuk apa? Yang nyanyi sesukannya bikin jendela. Kadang di punggung, yang sering di taskul alias atas dengkul.

2. Pencetus segala modifikasi goyangan tubuh. Setelah dulu kita dihentak dengan goyang ngebornya Inul, ternyata masih banyak yang lebih aneh. Mulai goyang gergaji, goyang kayang, goyang patah-patah, goyang getar, dan…ah entahlah goyang apa lagi saya juga ga bisa menghapal.

3. Revolusi nama. Ini yang paling menyenangkan. Mereka, para biduanita itu, tak sudi tampil di panggung dengan nama bawaan bayi. Maka lahirlah cewek-cewek bahenol yang beredar dari pentas ke pentas macam Ratna Antika, Nena Fernanda, Nada Soraya, Denies Arista, Lusiana Safara, Vivi Rosalita, Eva Talantina, Suci Saharani, Mery Geboy, dan ah entah siapa lagi. Yang edan, setelah muncul grup Trio Macan, kok tega-teganya ada Trio Zebra dan Trio Singo Edan. Saya kawatir nanti muncul Trio Bekantan, Trio Bekisar, ato malah Trio Trenggiling? Bener-bener kreatif menciptakan nama panggung demi order.three tigers

4. Peka dengan keadaan. Emang penyanyi pop saja yang bisa cepat menangkap situasi? Ketika semburan lumpur Lapindo meluluhlantakkan Porong, Monata melahirkan lagu Porong Ajur. Atau lagu SMS yang sungguh memikat itu di tengah booming ponsel low end. Sayang dangdut yang ngangkat tema ngeblog belum ada.

5. Apakah grup-grup musik dangdut itu janjian bikin nama berakhiran “A” kok bisa-bisanya ada OM (orkes melayu) Soneta, OM Monata, OM Sera, OM New Palapa, OM Kharisma, OM Radesa, OM Sinar Kemala dll. Apa takut gak ada job kalo grupnya berakhiran “O”, misalnya OM Wandisukoharjo atau OM Marsudiyanto :D.

Maka dengan segala kekreatifan yang berlimpah itu, tak heran saya sering memantau bakat mereka di youtube. Terlebih saat era pemblokiran belum sepenuhnya hilang. Sekali lagi ini bukan soal seronok. Saya sebut itu kehidupan…

*foto punya orang

Advertisements

23 responses to “Life…

  1. 1. Ada grup lama dari Surabaya, jaman Ida Laela. namanya AWARA.

    2. Knapa ya, kok milih nama Trio Macan. Knapa nggak Trio Cacing atau Trio Kambing…

    3. Jenengan Marsudi payune ning nggon Ketoprak. Marsudi Iromo…

  2. 1. full colour memang kalo memilih pakaian. kenapa yah kok identiknya seperti itu

    2. semua begoayang dengan segala lekukannya. kok goyang jadi trade mark yah

    3. kayak penyiar radio, harus ada nama udara

    4. mencari peluang, namanya juga bisnis

    5. mungkin karena menurut mereka “A” itu adalah awalan dari semuanya. jadi mungkin berharap groupnya menjadi yang terdepan

  3. Macam2 aja cara manusia cari makan, ada yang bener2 halal ada yang nyerempet2 haram, ada juga yang 100% haram..

    Jangan sampe gara2 urusan “perut” harga diri jadi dikorbankan..

  4. Duh kalau saya terkadang miris deh melihat seni musik dangdut kok ya sedemikina parah sekarang ini. Menurut saya tingkah mereka itu semakin membuat citra dangdut menjadi negatif…entahlah, apa memang sudah tidak ada cara lain untuk bisa mengangkat popularitas…Yah setiap orang memang bebas memilih jalan yg ingin dia pilih, itulah hidup…

  5. kalau ndak kreatif, ndak mungkin ndangdut akan masuk ke hotel, mas teguh, hehe …. agaknya, dangdut pun sekarang sudah dimodifikasi agar lebih berbau kelas menengah ke atas dg tampilan beat yang lembut dengan mengurangi seabanyak mungkin tabuhan2 perkusinya.

  6. dangdut boleh mati di televisi…tp di pentas hajatan2 atau promosi rokok masih berkibar2… pentasnya mereka rekam dng setting yg sederhana… dijual di lapak2 vcd bajakan… larisnya minta ampun…
    lagu pop yg lg ngetrend disulap dng irama dangdut koplo… diulang2 dng goyangan yg seakan merobohkan panggungnya… 🙂

  7. ya..itu realitas hidup dan hiburan di tanah kita. Banyak yang tampil seronok..itu yang membuat miris padahal ada banyak lagu dangdut yang memang bagus, membawa pesan moral (kayak dangdutnya Rhoma Irama ) … lepas dari itu semua, jujur saya lebih sering melihat mereka, (trio macan, trio singan edan, trio kambing atau trio-trio lainnya ) dari sisi bahwa untuk bisa sampai tampil di tv apalagi memiliki album …adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah… itu saya hargai..

  8. yang jelas pragmatisme kehidupan sehinga orang untuk mendapatkan itu semua dengan cara apa saja yang dia mau, dan menarik perhatian pemuja dangdut sehinga akan di cari orang kemanapun pergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s