Miracle of Soccer, Vladimir Weiss (1)

Tuntas sudah laga-laga kualifikasi yang panjang dan melelahkan itu. Pertarungan tim nasional semua negara di kolong jagat ini akhirnya memunculkan 32 lakon. Mereka inilah yang akan menghadirkan sequel lanjutan dari epik pertarungan itu dalam sebuah panggung besar bernama PIALA DUNIA AFRIKA SELATAN 2010.

Apalagi yang bisa dibicarakan dari kompetisi paling hebat di muka bumi ini? Titik paling kecil pun darinya akan selalu menjadi bahan perbincangan. Tak terkecuali beragam sisi dari para kontestan. Dari 32 negara itu, sebagian besar muka lama. Sebaliknya, sekelumit merupakan wajah-wajah baru. Inilah salah satu keping menarik itu. Ibarat semut di tengah koloni gajah, saat ini, mereka dipandang sebelah mata karena tak punya reputasi apapun di piala dunia. Lebih dari itu, mereka juga seperti tim antah-berantah karena tak memiliki banyak pemain atau pelatih yang menghias jagat berita sepak bola di Eropa, kiblat sepak bola.

Apapun, mereka telah memberikan fakta nyata: LOLOS KE FINAL AFSEL 2010. Inilah keajaiban sepak bola (miracle of soccer). Dan inilah orang-orang hebat di balik negara-negara “liliput” yang terkepung “raksasa” tersebut.

1. VLADIMIR WEISS

Siapa kenal Vladimir Weiss? Sesudah meloloskan Slovakia ke Afsel 2010 pun tak banyak orang tahu pria kelahiran Bratislava, Slovakia, 22 September 1964 itu. Semasa bermain untuk Inter Bratislava, Weiss adalah seorang gelandang. Dia pun pernah memperkuat tim nasional. Kala Slovakia belum menjadi negara merdeka, Weiss mengecap 19 penampilan bersama Cekoslovakia. Saat Slovakia telah menjadi negara yang berdiri di kaki sendiri, dia tampil 12 kali bersama timnas.

Sepak terjang kepelatihan Weiss dimulai ketika dia menangani klub lokal Artmedia Petrzalka. Weiss sukses membawa klub yang ditanganinya itu menjadi juara Corgon Liga (liga di Slovakia) sebanyak dua kali. Karena itu, pada 2005, Petrzalka ikut melakoni laga kualifikasi Liga Champions. Setelah itu Weiss berkelana ke FC Saturn Ramenskoye (Februar1 2006- Jun1 2007), sebelum kemudian kembali ke FC Artmedia Petrzalka. Sejak 2008, dia menangani tim nasional Slovakia.

Dalam laga kualifikasi, Weiss harus diacungi jempol. Pelatih yang mengenal bola sejak bayi akibat dihadiahi bola sepak oleh bapaknya itu mencatat rekor sempurna bersama Repre-julukan timnas Slovakia. Memang, Weiss tak membangun tim dari awal. Dia meneruskan kursi yang ditinggalkan Dusan Gallas. Tapi, racikan strategi Weiss terbukti ampuh. Pelatih yang menamai anaknya serupa dengannya (Vladimir Weiss, kini main di Manchester City), itu membawa Repre menang lawan Polandia (2-1), Republik Ceko (2-1), Irlandia Utara ( 2-0), dan Polandia (1-0) . Pada akhirnya, Weiss mampu menitikkan air mata ribuan rakya Slovakia dengan menempatkan Repre pada puncak grup 3 EUFA.

Lolos untuk kali pertama di Piala Dunia dengan membawa nama Slovakia (bukan Cekoslovakia) jelas sangat membanggakan. Tapi, hal itu ternyata tidak yang utama bagi Weiss. ”Kemenangan terbesar untukku bukan dari hasil akhir turnamen (kualifikasi) ini, tetapi fakta bahwa 10.000 orang datang dan melihat pertandingan dengan Slovenia,” kata pria 45 tahun ini dalam wawancaranya dengan ESPN. ”Bangsa ini telah bangkit, mereka percaya pada kami,” lanjut dia.
Itulah Weiss. Namanya memang tak sementereng, misalnya, Fabio Capello yang menukangi Inggris, Dunga di Brasil, Joachim Loew di Jerman, atau Marcelo Lippi di Italia. Tapi urusan sepak bola, dia sanggup untuk menggulingkan pandangan minoritas.

Tanpa pemain-pemain top, Weiss justru leluasa memainkan sepak bola kolektif. Lebih dari itu, dia ampuh membangkitkan semangat bertanding anak asuhnya kala menghadapi lawan-lawannya. Weiss, liliput yang mencoba mencari peruntungan di Benua Hitam.

Advertisements

20 responses to “Miracle of Soccer, Vladimir Weiss (1)

  1. Dasar wartawan bola, jagonya ya begini ini ya mas, lancar de soccer news, ndotcome kok jarang diajak BW mas? 😆

    wah pak wandi, ini asal nulis aja. eniwei ndotcom-nya masih dalam rekonstruksi jadi belum siap. Saya juga masih jarang apdet dan tamasya blog (blogwalking) karena terkriminalisasi kantor 😀

  2. Salam kenal kak Teguh, terima kasih informasinya, ini ada Mariska yang masih butuh bimbingan ngeblog.

    Terima kasih telah mampir di blog sederhana dan jarang apdet ini mbak. Soal bimbingan geblog pak wandi ahlinya..saya makmum aj

  3. Slovakia dan Czek memang negara2 Eropa Timur yang mengandalkan kecepatan ala lokomotif.. Kita lihat sejauh apa mereka bisa berbicara di Afsel nanti 😀

    ya bener mas dhodie. Mungkin mereka tak akan jauh dari “penggembira”. Belum ada sejarah tim baru juara di World Cup.

  4. sampeyan sing luwih ngerti VLADIMIR WEISS kuwi, aku malah gak kenal, durung tau salaman sih …

    lha, aku yo durung kenal e pak. Kenale Bendol

  5. semoga keajaiban itu akan terus terjadi di putaran laga piala dunia afsel. sudah ndak menarik apabila pemenangnya hanya itu2 saja.

    setuju pak sawali. Piala dunia harus rame, jangan hambar, harom…:D

  6. kpn yo indonesia jd tuan rumah piala dunia.. secara batin sepertinya rakyat sdh siap menyambut bola dunia ada nyata2 ada di indonesia. tp secara lahir? mosok nanti disuruh bal2n di lapangan lebak bulus ya mas 🙂

  7. yang membombardir minta update gak disini gak di sana. Ni ada usulan dikit nanti saya kirim by email aja yah !!! paling tidak minggu ini lah !!!
    Salam hangat selalu 🙂

    siap pak Yayat…terima kasih banyak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s