Sharp-Green Front Sakai

Ketika industri dituntut terus berperan aktif dalam pengurangan efek rumah kaca, Sharp Corporation mereaksi dengan mewujudkan Green Front Sakai, kawasan industri terpadu yang berbasiskan efektivas produksi dan ramah lingkungan.

IDE besar pembangunan Green Front Sakai telah dirintis Sharp sejak beberapa tahun silam. Intinya, raksasa elektronik ini menginginkan sebuah pusat produksi berkapasitas maksimal, namun tetap efisien. Konsep itu diterjemahkan dalam satu kawasan industri dengan sejumlah perusahaan di dalamnya. Saat ini di Green Front Sakai selain Sharp Corporation terdapat 18 perusahaan lain yang merupakan penyuplai komponen untuk Sharp Corporation. Beberapa di antaranya adalah Corning, Kurita, TOPPAN, dan Iwatani.

DI SINI LCD SHARP DIHASILKAN.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan Green Front Sakai yang berdiri di atas lahan sekitar 127 hektare di Takumi-cho, Sakai, Osaka, Jepang, akan terus berkembang. Saat Seputar Indonesia mengunjungi kawasan industri tersebut atas undangan Sharp Indonesia, masih terdapat hamparan tanah kosong lebih dari luas lapangan bola di antara pabrik  panel LCD (liquid crystal display) dan sel surya (solar cell) yang telah beroperasi.

Menurut General Manager Business Strategy Planning Green Front Sakai Planning Center Takuo Mori,  pada tahun lalu atau saat masih mengandalkan pabrik di Kameyama, produksi LCD mencapai 36.000 panel per bulan. Di Green Front Sakai, kapasitas produksi meningkat menjadi 72.000 substrasi kaca per bulan. Jumlah ini setara dengan 15.600.00 layar televisi ukuran 40 inchi. “Seiring kenaikan permintaan, produksi bisa terus meningkat,” kata Mori.Sesuai perencanaan, panel LCD yang dihasilkan di tempat ini menggunakan substrasi kaca generasi ke-10 dengan ukuran terbesar yaitu 2.850 mm x 3.050 mm yang memiliki tingkat efisiensi tinggi.

PUSAT KONTROL ENERGI SHARP

Mori menjelaskan, sistem integrasi industri yang mengedepankan operasional berteknologi tinggi (high performance operation) di Green Front Sakai telah menciptakan eco-friendly (ramah lingkungan), baik melalui pusat pemantauan energi, penyederhanaan jalur logistik, penggunaan instalasi lampu LED (light emitting diode), maupun sistem daur ulang produk.

Di pusat pemantauan energi, terdapat 46 monitor berukuran 65 inchi yang mengontrol penggunaan energi seluruh pabrik (plant) di Green Front Sakai. Begitu terdeteksi ada salah satu unit mengonsumsi energi berlebih, akan langsung diturunkan sesuai batas yang telah ditentukan. Di banding pabrik yang terpisah, sistem pengontrolan energi ini mampu menekan 20% efek rumah kaca atau mengurangi 48 ribu ton CO2 (karbon) per tahun. “Integrasi industri berhasil menghemat penggunaan energi,” ujar Mori.

Selain mengontrol penggunaan energi, pusat kendali ini juga menjalankan fungsi dasar operasional pabrik seperti keamanan, mendeteksi kebakaran dan fungsi seluruh mesin produksi. Pusat pemantauan energi ini juga didesain sebagai early warning system gempa bumi. Dengan estimasi gempa terjadi 20 km dari Green Front Sakai, alat deteksi sudah dapat menyampaikan bencana itu 6 detik kemudian.

Dengan menempatkan sejumlah perusahaan di satu kawasan, juga terjadi penghematan dalam hal distribusi logistik. Di kawasan industri terpadu ini, seluruh barang dapat dikirim langsung melalui jalur khusus yang terkoneksi di masing-masing pabrik (conveyance system connecting). Jalur logistik itu dijalankan secara otomatis oleh mesin dan diawasi di pusat pemantauan energi. Itu artinya, Green Front Sakai menghapus sistem alat angkut konvensional (truk). “Untuk menghasilkan LCD, Sharp tak lagi menunggu komponen-komponen dari industri lain yang dikirimkan dari perusahaan lain menggunakan alat angkut seperti sebelumnya,” tambah Mori.

PROSES PEMBUATAN LCDPenyederhanaan jalur distribusi logistik itu mampu mengurangi penggunaan karbon 3.300 ton per tahun. Sementara, melalui penggunaan lampu LED di seluruh pabrik  mampu menghemat penggunaan listrik sebesar 47% dan menekan karbon hingga 17.750 ton per tahun. Untuk sistem daur ulang produksi di Green Front Sakai, Sharp Corporation sanggup mengurangi karbon 5.500 ton per tahun. Dengan demikian, kata Mori,Green Front Sakai berhasil mengurangi 74.550 ton karbon per tahun. “Dibanding pabrik Sharp di Kameyama, karbon yang berhasil ditekan mencapai 35%,” tambah dia.

Executive Officer Group General Manager Enviromental Protection Group Sharp Corporation Hiroshi Morimoto menjelaskan, mereduksi karbon dalam keseluruhan produksi merupakan visi Sharp untuk menjadi eco-positive company. Dia  menjelaskan, visi tersebut diimplementasikan dalam empat strategi, yakni eco-positive technologies, eco-positive products, eco-positive operations, dan eco-positive relationship. “Menghasilkan produk ramah lingkungan dan menekan emisi karbon adalah langkah nyata untuk mengatasi pemanasan global,” ujar dia.

Morimoto menambahkan,  visi ramah lingkungan itu juga direalisasikan dengan pembangkit tenaga surya. Di Green Front Sakai, seluruh atap pabrik yang merupakan panel sel surya mampu menghasilkan 18 Mega Watt (MW). Ditambah Kansai Electric Power co yang berlokasi tak jauh dari Green Front Sakai dengan kapasitas 10 MW, total 28 MW dihasilkan. “Dengan teknik terdepan yang dikembangkan di Greeen Front Sakai, kami berharap dapat memberikan kontribusi besar bagi dunia melalui pengurangai CO2,” pungkas dia. (zen teguh)

Advertisements

7 responses to “Sharp-Green Front Sakai

  1. semakin pengen ke Jepang 😀

    Smart article, dude! Semoga Indonesia juga sudah mulai berhitung dan berencana ke arah itu 🙂

    waduh maturtengkyu mbakk……………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s