Quattron, No Yellow No Glow

Bingung mau beli televisi LCD? Toshiba, Sony, Samsung, LG, atau Sharp? Ya, ya, ya, perang produk antara raksasa elektronik memang tidak akan pernah berhenti. Sialnya, semuanya menawarkan kehebatan dan kecanggihan teknologi. Keputusan akhirnya berada di kantong, selera, dan trust.

Khusus Sharp, ini sedikit referensinya. Sebagai pemimpin pasar televisi LCD di Jepang, Sharp telah melakukan revolusi teknologi dengan melahirkan Quattron.

Inilah teknologi empat piksel (quad pixel) yang mampu menghasilkan kualitas gambar televisi menjadi sangat optimal. Quattron menambahkan warna kuning (yellow), melengkapi tiga warna dasar (merah, hijau, biru atau biasa disebut RGB) dalam teknologi konvensional.

Executive Officer Group General Manager Global Market Development Group Emerging Markets Asia Oceania Sharp Takashi Okuda menyatakan, teknologi Quattron memungkinkan munculnya miliaran warna (color reproducibility) dan menghasilkan efisiensi pencahayaan transmisi dalam kategori tinggi. ”Ini menjadikan kualitas gambar sangat hidup. Dalam ukuran besar, gambar juga tidak pecah,” kata Okuda dalam jumpa pers dengan wartawan Indonesia di kantor pusat Sharp, Osaka, Jepang, belum lama ini.

Aquos Quattron 3D (img:gadgetpark)

Teknologi Quattron telah ditanamkan pada televisi seri terbaru andalan Sharp, Aquos. Mengusung brand Aquos Quattron, televisi LCD ini telah menghiasi pasar Amerika Serikat dan Eropa pada April lalu, kemudian secara bertahap masuk pasar global, termasuk Indonesia. Mengapa lebih dahulu ke AS dan Eropa? Okuda menyebut itu adalah strategi bisnis Sharp sebagai pemain besar televisi LCD. Sejumlah analis menyebut, langkah itu untuk menandingi agresivitas rival seperti Samsung dan Sony. Disinggung respons konsumen, pria berkacamata  ini menegaskan, reaksi pasar sangat bagus. ”Konsumen menyambut positif,” ujar dia.

Pernyataan ini tidak berlebihan. Dalam sejumlah situs dan blog, Aquos Quattron menjadi perbincangan hangat. Seorang neuroscientist, Dr Jack Lewis, menyebutkan, kunci memahami warna adalah dengan membandingkan tingkat cahaya merah, hijau, dan biru melawan cahaya kuning, yang semuanya terjadi di lapisan khusus neuron dalam retina. ”Penambahan sub-pixel kuning (untuk standar merah, hijau dan biru) dalam produk ini menciptakan nada warna begitu banyak,” ulasnya sebagaimana tertulis dalam artikel Sharp Aquos Quattron TV Brings in Yellow Fourth Pixel – RGBY di gadgetynews.

Menurut dia, teknologi Quattron menciptakan gambar yang meniru fitur penting dari sistem visual otak. ”Hal ini pada akhirnya bisa membuat kita merasa lebih terlibat dalam hal-hal yang kita lihat di televisi, apakah itu bermain video game dengan teman Anda, bersorak-sorai dalam tim Anda atau menonton film aksi terbaru, ” kata dia.

Di Jepang, kehadiran Quattron juga telah menciptakan reaksi positif sejumlah konsumen. Toshihide Ochiai, seorang pebisnis, mengaku terkejut ketika tahu Sharp mengeluarkan Quattron. Sementara, sebulan sebelumnya dia telah membeli Aquos seri E yang masih menggunakan teknologi RGB.”Jika saya sedikit sabar, mestinya saya beli Quattron,” ujar pria yang punya motto hidup No Music, No Life ini.

bersama petinggi Sharp Jepang (saya yang berkumis :d)

bersama petinggi Sharp Jepang (saya yang berkumis :d)

Advertisements

5 responses to “Quattron, No Yellow No Glow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s