Laurence Graff…

Di hotel mewah di tepi danau Jenewa, Swiss, awal November 2010, Laurence Graff mengejutkan dunia. Pria 72 tahun itu merogoh USD46,16 juta atau Rp415,5 miliar dari kantongnya untuk sebuah cincin berlian. Sungguh mengejutkan bila melihat hidupnya  benar-benar dimulai dari nol.

Saya bangga dapat membelinya. Ini adalah perhiasan paling menakjubkan yang pernah saya kenal,” ungkap Graff memuji cincin berlian bernama Fancy Intense Pink tersebut. Ini bukan kali pertama pebisnis asal East End, London, Inggris, itu membelalakkan mata dunia. Pada 2008, Graff telah mencatatkan dirinya sebagai pembeli berlian Wittelsbach senilai USD24,3 juta atau Rp216 miliar.

Tidak dimungkiri, berlian adalah hidup Graff. Bukan sekadar kolektor, pria kelahiran 1938 itu adalah sosok di balik perusahaan berlian, Graff Diamonds. Graff Diamond beroperasi di Johannesburg, Antwerp, New York, dan Boswana. Batu-batu berlian dari kota-kota tersebut lantas diolah para desainer untuk disulap menjadi perhiasan mewah dan berkelas di kantor pusatnya di London.

Lewat Graff Diamonds, pria pekerja keras ini dikenal sebagai pemasok perhiasan-perhiasan kelas dunia ke sejumlah tokoh. Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan raja properti Amerika Serikat Donald Trump adalah contoh kliennya.

Tak heran sebutan Raja Berlian pun dialamatkan padanya. Dia juga seringkali dijuluki Hary Winston baru. Namun siapa menduga Graff pernah dipecat dari tempatnya magang bekerja saat belia? Graff tidak lahir dari keluarga kaya-raya. Ayahnya, Harry Graff, adalah pekerja pembuat jalan komersial, sementara ibunya, Rebecca Segal merupakan agen koran dan berbisnis tembakau. Graff memulai segalanya dari nol. Pada usia 14 tahun dia keluar dari sekolahnya. Oleh ibunya, suatu ketika Graff muda diajak ke lokakarya manufaktuf dan perhiasan. Dia didaftarkan untuk magang bekerja pada perusahaan itu.

Graff dengan salah satu koleksinya

“Aku benar-benar belajar di tiga bulan pertama hanya untuk menyikat lantai, membersihkan toilet dan tugas lain,” ungkap Graff pada interviewmagazine. Menurut Graff, dia telah mencoba untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Namun entah mengapa, tanpa suatu alasan yang jelas perusahaan itu mendepaknya. Pengalaman pahit itu membawa Graff muda pada pekerjaan lain. Dia menjadi buruh sebuah perusahaan perbaikan berlian. Di tempat itu, dia belajar membuat potongan-potongan kecil perhiasan.  “Itu adalah waktu yang buruk di Inggris dimana hari-hari dan orang-orang tidak memiliki banyak uang sehingga memilih memperbaiki cincin daripada membeli yang baru,” kenangnya.

Perusahaan tempat bekerja Graff berujung pada kebangkrutan. Situasi itu akhirnya melahirkan episode baru bagi Graff. Dia memutuskan untuk membuka bisnis jual beli berlian.  Dari sebuah kamar kecil di rumahnya, Graff memulai pekerjaan sebagai pembuat berlian. Partnernya adalah ayahnya sendiri. Graff membuat perhiasan-perhiasan gaya Victorian yang saat itu popular di Inggris.

Pekerjaan itu ditekuninya waktu demi waktu. Hingga suatu ketika dia mendapatkan kredit untuk mengembangkan usahanya. Pada 1960, Graff mendirikan perusahaan Graff Diamonds. Pada 1962, dia telah memiliki dua toko perhiasan, termasuk di Hatton Garden yang dikenal sebagai kluster toko perhiasan di Inggris.

Kerja keras dan insting tajam adalah modal besar bagi suami Anne-Marie itu untuk sukses. Insting bisnis itu setidaknya diwujudkan dengan pengembaraannya ke Timur Tengah. “Tidak cukup ruang untuk berbisnis di Inggris. Saya memulai perjalanan hingga ke timur jauh ke Australia dan Singapura hingga ke Timur Tengah,” ungkapnya.

Kepiawaiannya menghasilkan berlian bermutu dan kelihaiannya dalam melakukan penawaran mengantarkan Graff kenal dengan beberapa keluarga kerajaan di Timur Tengah. Bisnis berlian itu pun makin berkibar.

Pada 1973, Graff menjadi orang pertama yang memperoleh penghargaan dari Ratu Inggris atas usahanya di bidang industri dan ekspor berlian. Pada tahun yang sama, dia membuka ritel perhiasan di salah satu tempat bergengsi di Inggris, Knightsbridge.

Gerai perhiasan Graff kini telah tersebar di penjuru dunia. Mulai dari Monte Carlo, New York, Chicago, Jenewa, Hong Kong, juga Tokyo. Laurence Graff merupakan pemegang saham pengendali di South African Diamond Corporation (SAFDICO) yang merupakan grosir dan produsen berlian berbasis di Johannesburg. Pria yang disebut sebagai pakar batu mulia ini juga merupakan pemegang saham utama di Gem Diamonds, perusahaan publik pertambangan berlian di seluruh dunia.

Sepak terjang Graff di dunia berlian tak terbantahkan. Dia pernah menangani batu permata yang paling menakjubkan dan berharga dan berlian di dunia, termasuk The Idol’s Eye, The Maximillian Kaisar, The Rhodes Porter, The Diamonds Windsor, The Hope Afrika, Blue Begum, The Paragon, The Star of America, The Golden Star, The Lesotho Promise, The Sunrise Delaire dan The Constellation Graff.

Pada 2007, dia menerbitkan buku “The Fabulous Jewels in the World”. Kekayaannya yang ditaksir mencapai USD2,5 miliar ini menempatkan dia dalam daftar urut 374 orang terkaya dunia versi majalah Forbes pada Maret 2010. “Saya selalu percaya, langsung dari awal, jika Anda akan melakukan sesuatu, lakukanlah yang terbaik. Jika Anda akan bekerja, Anda ingin benar-benar menikmatinya,” kata dia. (zen teguh).

 

Advertisements

2 responses to “Laurence Graff…

  1. “Saya selalu percaya, langsung dari awal, jika Anda akan melakukan sesuatu, lakukanlah yang terbaik. Jika Anda akan bekerja, Anda ingin benar-benar menikmatinya,”

    setuju dengan Pak Graff….lakukan yang terbaik selalu terbaik.

    guuutttt………..

  2. 1. Sumbernya mana itu mas?
    2. Jemana punya kabar?

    1.dari berbagai sumber pak, dari AFP, Reuters, interviewmagazine, dll
    2. alhamdulillah kabar baik pak. Gimana njenengan..? sertifikasi aman kan? sudah jadi kepala sekolah ya pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s