Wonderful Indonesia….

Persis ketika irama Ronggeng Blantek berakhir, riuh tepuk tangan membahana di ampitheater Victoria & Alfred Waterfront, Cape Town, Afrika Selatan. Tarian Betawi itu benar-benar mengundang decak kagum ratusan penonton.

Ronggeng Blantek ibarat menu pembuka Wonderful Indonesia Open Air Cultural 2011 yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI di Cape Town bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pertengahan Juli kemarin. Sebab, satu demi satu kesenian Nusantara yang dihadirkan di panggung terbuka itu disambut meriah. Tepuk tangan serasa tak berhenti menyambut penampilan apik para penari dan pelantun lagu daerah Indonesia.

Tari Ronggeng Blantek oleh penari sanggar Delima dari Jakarta

Termasuk ketika tari Bajidor Kahot yang mempertemukan budaya Bali dan Sunda disuguhkan penari Sanggar Delima dari Jakarta. Hampir seluruh penonton, sebagian besar Capetonian (warga Cape Town) dan sebagian lain turis Eropa terpukau. Mereka memperhatikan seksama. Hingga denting terakhir musik selesai dan penari turun panggung, aplaus panjang diberikan. Hal yang sama juga tersaji ketika tari merak dan tari saman terhampar rancak.

Kemeriahan bahkan semakin menjadi kala lagu Rek Ayo Rek dibawakan ke panggung. Dengan gaya kocak, penyanyi mengajak penonton masuk ke panggung dan berjoget. Walhasil, seorang turis Eropa yang berjoget amat kaku mengundang gelak tawa. Justru karena itu, pagelaran seni semakin menarik animo pengunjung yang berlalu lalang di tempat wisata populer di Cape Town tersebut. Kapasitas tempat duduk sekitar 500 orang penuh sesak. Dan ketika keseluruhan acara berakhir sekitar pukul 16.00 waktu setempat, yang muncul adalah sanjungan dan pujian.

Amazing Indonesia. Bagus sekali. Anda beruntung tinggal di negara yang kaya budaya dan kesenian yang mengagumkan,” ujar John Pillay, pegawai perusahaan tambang emas. Dia mengaku terpesona dengan kostum penari yang beraneka warna serta gerak tarian yang luwes. John menyatakan mengenal Indonesia meski belum seluruhnya. ”Saya tahu Bali. Sepertinya sangat indah. Mungkin nanti kalau ada kesempatan saya akan mendatanginya,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan LaRochelle Mngadi. ”Ya saya tahu Indonesia sedikit-sedikit. Itu negara yang cukup luas, bukan? Sayangnya saya belum pernah kesana,” kata wanita berkulit gelap ini kemudian tertawa. Dia mengaku mengetahui Indonesia dari beberapa buku yang pernah dibacanya. Namun dia baru melihat berbagai tarian daerah dari acara di Waterfront tersebut. Rochelle tak segan untuk melontarkan kekagumannya atas kesenian yang ditampilkan. ”Sangat menarik. Saya menyukainya terutama tarian yang tangannya cepat sekali,” kata dia merujuk kepada tari saman asal Nanggroe Aceh Darussalam.

Berbeda dengan Charlene Smith yang mengaku sama sekali buta dengan Indonesia. ”Jujur saja saya kurang tahu. Tapi menurutku sangat bagus bila melihat penampilan penari tadi dan dari gambar yang ditayangkan,” ujar pekerja kantoran ini.

Tidak dimungkiri pagelaran seni tersebut memang membuka cakrawala masyarakat Afrika Selatan untuk mengenal lebih jauh tentang Indonesia. KJRI dan Kemenbudpar bertindak cerdas dengan menyajikan  cultural performance di V&A Waterfront, pusat kegiatan para turis lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Cape Town.

Sinergi Kemenbudpar dan KJRI juga sangat apik dengan menampilkan ragam budaya Indonesia melalui slide yang terpampang di layar lebar di atas panggung. Bukan semata panorama Bali, namun keajaiban Candi Borobudur, pesona Danau Toba, keunikan

Kolaborasi KJRI Cape Town dan KBRI Namibia

tari merak di The Pavilion Conference Center

Yogyakarta, hingga nuansa alami Toraja ikut dimunculkan. Pembagian brosur dan flyer  tentang pariwisata Indonesia juga menjadikan para pengunjung kian mahfum dengan keelokan Tanah Air.

”Setahu saya, banyak orang hanya mengenal Bali. Pemerintah Anda mestinya lebih banyak menggelar promosi seperti ini. Saya rasa kegiatan ini sangat bagus dan memancing penasaran,” kata Suhan Singh, pengusaha garmen keturunan India yang lahir dan besar di Cape Town. ”Kalau saya sendiri cukup mengenal Indonesia karena saya pernah ke Jakarta untuk berbisnis,” lanjut dia.

Wonderful Indonesia Open Air Cultural merupakan bagian dari kegiatan Indonesia’s Festival in Cape Town, South Africa 2011: Wonderful Indonesia yang berlangsung tanggal 15-17 Juli 2011. Sebelum di V&Waterfront, kesenian Nusantara itu ditampilkan di the Pavillion Conference Center di jantung kota Cape Town.

Sekitar 300 undangan hadir, terdiri  atas konsul jenderal, konsul dan konsul kehormatan negara sahabat, pejabat Pemerintah Provinsi Western Cape dan Pemerintah Kota Cape Town, pengusaha Friends of Indonesia, serta sejumlah mantan penerima beasiswa dan masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI di Cape Town. Dalam kesempatan itu, pesona Indonesia dihadirkan melalui peragaan busana adat, tarian, dan lagu-lagu daerah. Kolaborasi penari dari Jakarta dan tim kesenian dari KBRI Namibia yang ikut menyemarakaan acara mengundang apresiasi.

Konsul Jenderal RI di Cape Town Ny Sugie Harjadi mengungkapkan, melalui pagelaran seni budaya, Konsulat Jenderal RI di Cape Town berharap para undangan dapat mengenal Indonesia lebih dalam. ”Dari situ akan menimbulkan minat untuk melihat dari dekat, artinya mereka akan tergerak berkunjung ke Indonesia,” ucap dia.

Dalam kesempatan sama, Kasubdit Wilayah Timur Tengah dan Afrika Kemenbudpar Muhammad Akmal Darulkatmi menambahkan, Festival Indonesia ditekankan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Afsel bahwa Indonesia adalah negara indah, aman, demokratis, dan memiliki keanekaragaman budaya yang luar biasa. ”Kegiatan ini memang untuk menarik minat kunjungan wisatawan dari Afsel, terutama Cape Town. Namun, yang menjadi fokus adalah kita mengedepankan pengenalan tentang Indonesia sehingga ada ketertarikan dari situ,” ucap Akmal.

Dia melanjutkan, Festival Indonesia sekaligus untuk mempromosikan branding Wonderful Indonesia. Sekadar diketahui, Wonderful Indonesia

Liputan di Cape Town atas undangan KEMENBUDPAR

diberlakukan sebagai branding pariwisata mulai 2011 menggantikan Visit Indonesia Year yang diusung sejak 2008. Wonderful Indonesia dinilai branding paling tepat karena mencerminkan banyak hal tentang Indonesia yang menakjubkan.

Kemenbudpar telah gencar mempromosikan logo dan tulisan Wonderful Indonesia dengan beberapa kata yang menyertai yaitu wonderful nature, wonderful culture, wonderful food, wonderful people, dan wonderful value for money. “Indonesia memiliki keunggulan pariwisata yang bahkan tidak dimiliki negara-negara lain, seperti Malaysia misalnya. Karena itu pengenalan tentang Indonesia menjadi penting,” sebut dia.

Terkait dengan hal itu, Festival Indonesia tidak hanya sebatas pegelara seni dan budaya, namun juga ditampilkan praktik membatik. Sebagaimana diketahui, batik sebagai identitas bangsa telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Faktanya, stand batik di Craft Market Centre V&A Waterfront dipenuhi pengunjung. ”Salah satu keinginan saya adalah mengunjungi Bali kemudian Yogyakarta untuk belajar membatik. Ini luar biasa,” ucap Charles D Adams, warga Cape Town.

Advertisements

2 responses to “Wonderful Indonesia….

  1. Ikut aplaus … reportase ini membayangkan saya ikut hadir di sana wkwkwk
    Inget afsel inget piala dunia, karena pas piala dunia itu saya terbuka untuk melihat wajah afsel dari internet tentunya. Ada kekagetan juga ketika konon ada jejak Indonesia yang cukup kental di sana dan termasuk Nelson Mandela yang suka berbatik. Ternyata betapa eratnya Indonesia dengan Afrika ini.
    Mereka memandang indah budaya negeri, tentunya kita juga akan mengatakan itu namun anehnya yang mendapat rating tertinggi justru bukan siaran kebudayaan negeri ini.
    Apa di negeri lain juga begitu mas, mendapat aplaus dan perhatian karena memang dilihat oleh orang yang tidak biasa atau baru mengenal keindahan budaya dari luar kebudayaannya sementara miliknya sudah bukan sesuatu yang indah lagi akan tetapi sesuatu yang biasa ?
    Lainnya yang cukup mencengangkan lagi .. saya baca berita pagi ini .. sebuah sekolah atau PT di amerika sana akan memasukkan “batik” ke dalam kurikulumya. Luar biasa. Indonesia memang kaya nan indah 🙂

    Pa kabar mas Zen .. semoga sehat dan sukses selalu 🙂
    Salam

    • alhamdulillah Kang Yayat…hehehe (gravatarnya keren euyyy..). Begitulah kang, orang luar begitu memuji Indonesia, mulai soal alam, tradisi, dan kulinernya. Sayang, terkadang kita yang di sini malah tak memedulikan itu semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s