Kamila Andini (2)

Apakah sampeyan kenal Samira Makhmalbaf? Buat yang belum tahu, dia adalah sutradara dan penulis skenario asal Iran.Samira adalah putri sutradara kondang Mohsen Makhmalbaf. Pada usia 17 tahun, setelah memproduksi dua video, Samira menggarap film pertamanya, The Apple.  Setahun kemudian, dia tercatat sebagai sutradara termuda yang pernah berpartisipasi di Festival Film Cannes, Prancis. Apa hubungannya dengan Kamila Andini?

Jalan hidup Dini sekilas serupa dengan Samira. Sama-sama bergulat di jagat film di usia belia dan putri seorang sineas kenamaan. Adakah suatu kebetulan di sana? ”Aku memang terinspirasi Samira Makhmalbaf,”kata Dini di rumahnya yang asri di kawasan Bintaro. Menurut dara kelahiran Jakarta 6 Mei 1986 ini, Samira yang memulai debut di usia muda membuatnya meyakini satu hal bahwa dengan kemauan dan kerja keras tak ada yang tak bisa dilakukan.

Asal tahu, meski dalam darahnya mengalir deras gen Garin Nugroho, Dini tak serta merta tertarik di dunia film. Dia baru mengikuti jejak ayahnya semasa SMA dengan membuat film pendek dan dokumenter. Karier profesionalnya sebagai pembuat film dukumenter dimulai selepas menyelesaikan pendidikan sosiologi dan seni media dia Universitas Deakin, Melbourne, Australia.

Sejumlah film dokumenter telah dihasilkan, di antaranya A Song for Tukik, From Coral Triangle, dan Penyu dan Kerajaan Lautku. Itu belum termasuk sejumlah video klip. Sejumlah penghargaan yang didapat dari film The Mirror Never Lies kian menerbangkan mimpi Dini untuk melahirkan karya berkualitas.

mewarisi kehebatan ayahnya

”Kalau ditanya apa rencana ke depan, ya tentu buaf film lagi. Sekarang lagi nulis naskahnya,”kata sulung dari empat bersaudara ini. ”Judul sementaranya Sekala Niskala atau The Seen and Unseen,”lanjut dia. Kapan terwujud? Dini tersenyum. ”Penginnya ya secepatnya. Tapi sekarang lagi persiapan nikah dulu ,”lanjut calon istri sutradara Sang Penari, Ifa Isfansyah ini.

Penggemar olahraga menyelam ini sedikit membocorkan, film keduanya akan mengambil latar di Bali. ”Masih berkisah tentang anak-anak juga. Tentang anak-anak di Bali dan dunia gerak,”sebut dia. Dini menyatakan, film ini ibarat antitesis dari film pertama. Jika The Mirror Never Lies dibuat dari hal yang sangat disenanginya, maka film kedua akan menetas dari hal yang paling tidak disukainya. ”Aku suka travelling, tapi aku tidak pernah merasa tertarik dengan Bali. Sudah banyak banget orang kesana. Aku sengaja ingin membuat dari kebalikannya ”terangnya. (zen teguh)

 

TENTANG KAMILA ANDINI

Nama              : Kamila Andini

Lahir                : Jakarta, 6 Mei 1986

Orang Tua       : Garin Nugroho dan Riani Ikaswati

Pendidikan      : Bachelor of Arts (Media Arts & Sociology) Deakin University, Melbourne, Australia (2003-2007)

Pekerjaan        : Sutradara dan penulis skenario

 

FILMOGRAFI

2002 – 2003:

–          Rahasia Dibalik Cita Rasa (Behind The Secret Recipe), dokumenter, Indocs Production, 2002

–          Millenium Year, dokumenter, PopCorner, 2003

–          Jas Merit, film pendek, Konfiden Production, 2003

2008 – 2009:

–          Sepasang Mata Bola, Film Televisi, ASTRO Production, 2008

–          100 Tahun Kebangkitan Nasional, seri documenter, 2009

–          Slank Dance, video klip Slank, 2009

–          Monogamy, video klip Slank, 2009

2010-2011:

–          A song for tukik, dokumenter, 15min, SET film, 2010

–          From Coral Triangle, dokumenter, SET film, 2010

–          Penyu dan Kerajaan Lautku, documenter drama, SET film, 2011

2011:

  • The Mirror Never Lies (TMNL), film feature, SET Film, 2011.

PENGHARGAAN UNTUK TMNL

1.    Honorable Mention Award, Global Film Initiative, 2010

2.    Terpilih pada kompetisi pendatang baru, Festival Film Busan, 2011

3.    Bright Young Talent, Festival Film Mumbai, 2011

4.    Film Terbaik untuk kategori “Earth Grand Prix”, Festival Film Tokyo, 2011

5.    Special Mention Award, Wind of Asia-middle East Competition, Festival Film Tokyo, 2011

6.    Special Mention Award, Festival Film Cinemanila, Manila, 2011

Advertisements

3 responses to “Kamila Andini (2)

  1. Salut dah sama sineas yang berkarya dengan mementingkan kualitas dan mengangkat kekayaan budaya negeri … apalagi memperhatikan anak-anak. Satu lagi kayaknya yang wajib saya tonton setelah saya suka film yang mengangkat anak-anak seperti Denias Senandung di Atas Awan itu …

    Trims banget .. saluut 🙂

    wah ini nggak hanya fotografer tapi penikmat film juga rupanya. thanks kang

    • wkwkwk fotografer darimana ceritanya ha ha

      Btw .. ni lagi banyak belajar dari blog ini nih .. sedikit usul mas bagaimana kalau dibuat semacam daftar isi atau sitemap … biar asyik nih ngacak-ngacaknya he he
      Trims 🙂

      hhha, kan memang udah potograper kang..heehhe… nuhun usul sitemapnya. (bisa buat gak ya?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s