Mulyawan Munial…

Inilah sosok di balik kedatangan superstar lapangan hijau ke Tanah Air. Bermodalkan imajinasi, tekad, dan jaringan, Mulyawan Munial mendirikan Munial Sport Group (MSG), perusahaan agen pemasaran olahraga pada 2009 silam. Lewat proses yang dibangun setahap demi setahap, Muly sukses membawa Cesc Fabregas, Rio Ferdinand, Edwin van der Sar, Jose Antonio Reyes, Xabi Alonso dan lain-lain ke Jakarta. Apa kuncinya?

 

For the best person that be ever meet in this world, Muly.

Coretan spidol hitam itu tertulis di kostum tim nasional Spanyol. Di bawahnya, terbubuh beberapa tanda tangan. Salah satunya milik Jose Antonio Reyes, mantan pemain Atletico Madrid dan timnas Spanyol yang kini merumput di Sevilla. Jersey itu terbentang dalam sebuah bingkai kaca besar, disandarkan di tembok kantor Munial Sport Group, kawasan Kemang, Jakarta Selatan. ”Saya cukup terharu dengan tulisan ini. Tidak menyangka Reyes mempersiapkan ini khusus untuk saya,” kata Muly.

Totalitas di Olahraga (SINDO/EKO PURWANTO)

Kostum berhias tanda tangan Reyes bukan satu-satunya pemandangan di ruang kerja lelaki kelahiran Medan, 1 Agustus 1974 ini. Bagi penggila bola, masuk ruangan seluas tak lebih dari 7×5 meter itu bisa jadi tercengang, bahkan mungkin iri bukan kepalang. Betapa tidak, di ruangan berdesain minimalis nan cozy itu terbentang pula kostum milik Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka. Tak cuma itu, Muly pun memiliki kostum asli Los Blancos, julukan Real Madrid, yang dijejali tanda tangan seluruh pemainnya. ”Presiden Madrid Florentino Perez juga ikut tanda tangan,” sebut Muly sambil menunjuk tanda tangan di dekat pundak kanan kostum warna putih itu.

Well, Muly memang seolah lakon tunggal di bisnis ini. Berikut petikan wawancara saya dengann peraih gelar MBA dari Bond University, Australia, akhir Juni lalu.

Anda melaju di bisnis sports marketing di saat tidak banyak orang bermain di sini,sebuah kebetulan atau impian dari dulu?

Pada dasarnya ini karena saya sangat menyukai olahraga.Sejak kecil saya menggemari olahraga.Tapi bisnis ini bukan sebuah keinginan yang dirancang lama.Misalnya saja bicara saat SMP,saya waktu SMP tidak kepikiran soal ini.Seperti kebanyakan, saya ya belajar,main,dan olahraga. Bahkan ketika dewasa, karier saya pada mulanya sebagai bankir.

Dari bankir ke sports agency, momentum apa yang mengubah itu?

1997 saya bekerja di perbankan. Ketika dihantam krisis ekonomi pada 1998, banyak bank kolaps, saya keluar. Hikmahnya,ada kesempatan untuk sekolah lagi.Saya kemudian kuliah di Australia.Di sinilah saya sering berimajinasi bagaimana hidup bertetangga dengan Tiger Woods atau David Beckham atau Michael Owen.Soal imajinasi saya ini sebenarnya turut dipengaruhi film tentang Jerry Maguire. Akhirnya lulus kuliah saya bergabung dengan IMG (International Management Group). Dari situ pula saya tahu mengenai seluk beluk tentang majamen atlet. Karena saya tahu ada perwakilan di Indonesia,setahun di IMG saya keluar dan ke Jakarta.

Apa yang Anda lakukan?

Memulai bisnis sports agency atau sports marketing dengan mendirikan PT For You Indonesia pada 2002 dengan beberapa teman. Namun karena kemudian tidak ada sinergi lagi saya keluar.Saya mendirikan perusahaan sendiri Munial Sport Group.Ini bisa disebut perusahaan keluarga karena saya memang melibatkan anggota keluarga di sini. Ada adik-adik saya. Munial itu nama bapak saya, nama keluarga.Sebagai anak, anggap saja ini dedikasi minimum ke keluarga.

Selain kecintaan,apa yang membuat Anda begitu yakin dengan bisnis di dunia olahraga ini?

Saya pernah ikut seminar, di situ dikatakan,di dunia ini the best marketing is religion. Agama nomor satu,demi agama orang bisa berbondong-bondong tanpa disuruh. Mereka bergerak atas dasar keyakinan.Setelah agama apa? Olahraga.Olahraga adalah the true reality show.Kita datang, kita gak tahu hasilnya, emosi kita mengikuti sehingga kita bisa menjerit, menangis, ketawa,bahkan bisa berantem.Contoh, ketika timnas main ,tanpa diperintah ,ribuan orang datang, bayar tiket mahal, tak peduli berdesak-desakan. Luar biasa.

Jadi apa sebenarnya MSG itu?

MSG adalah perusahaan yang bergerak di bidang olahraga dan memiliki empat divisi.Pertama divisi event management yang pekerjaannya menggelar event-event olahraga, seperti kejuaraan golf, kompetisi sepak bola junior, dan lain-lain. Ada divisi talent di mana kami menjual talent-talent pemain lokal dan dunia.Kalau melihat Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Denny Sumargo jadi bintang iklan,kami terlibat di situ. Bukan kontrak eksklusif memang, tetapi mereka mempercayakan kepada kami.Selain itu ada divisi akademi,yang sasarannya ke sekolah-sekolah. Satu lagi divisi sports and travel.Pendek kata, MSG itu one stop sports.

Anda sukses mendatangkan pemain-pemain kelas dunia, bagaimana prosesnya ?

Bisnis ini mengandalkan networking dan kredibilitas. Networking sangat penting,sebab dari situ saya bisa mengenal banyak orang.Untuk pemain-pemain lokal, saya mengandalkan dari hubungan mulut ke mulut,dari pertemanan, hingga akhirnya bisa terkoneksi. Untuk pemain asing,prosesnya melalui pengajuan penawaran ke agen pemain.Ini bisa lewat internet atau email saja.Di sinilah kredibilitas menjadi kunci.

Maksudnya?

Saya bukan jualan barang,saya hanya mengandalkan ucapan.Kalau ucapan itu tidak dipercaya lagi,tentu susah. Nah,saat mengajukan tawaran ke pemain untuk datang ke sini,tentu mereka tahu kapasitas saya,bagaimana track record perusahaan ini.Segala proses kemudian berjalan transparan.Jika kontrak disepakati,saya menjaga betul bagaimana itu terwujud.Di situlah kredibilitas dipertaruhkan. Sekali kredibilitas hilang,bisa selesai bisnis ini.Banyak kasus agen tumbuh kemudian hilang,tumbuh hilang lagi. Kalau tidak ada kredibilitas, tidak ada kepercayaan, tidak bisa berumur panjang.

 Bisnis ini konon membutuhkan cost hingga miliaran rupiah, benarkah begitu?

Mendatangkan pemain kelas dunia,terutama yang masih aktif bermain memang tidak murah. Untuk pemain yang masih aktif merumput di kisaran Rp2–6 miliar.Yang berstatus legenda, harganya Rp100 juta hingga Rp2,5 miliar. Kalau tim kira-kira Rp25–30 miliar.

Dan keuntungan Anda?

Tidak banyak kok, yang penting cukup saja hahahaha… Biasanya 10-15%.Tapi bisa juga kurang dari itu kalau misalnya di luar kontrak dengan sponsor,saya mengeluarkan biaya-biaya tertentu.

Sepanjang pengalaman Anda, mana negosiasi pemain yang paling susah?

Bagi saya, nego itu tidak sulit karena tinggal ‘ya’ atau ‘tidak’. Justru yang paling mendebarkan itu adalah menjaga bagaimana mereka dapat memenuhi kontrak itu. Bagaimana pihak-pihak ini memenuhi komitmennya.

Jelasnya bagaimana?

Di sini saya kan menjembatani bagaimana kepentingan dua pihak (pemain dan sponsor) bisa bertemu. Karena belum tentu mereka (pemain) yang sudah bersedia datang akan benarbenar datang ke Indonesia.Seperti dulu Fabregas yang sempat gagal karena tiba-tiba cedera.Terus bagaimana kalau sudah begitu? Hal-hal seperti itu yang membuat stres.

Dengan track record yang bagus sekarang ini, merasa tujuan Anda sudah tercapai?

Kalau dari sisi bisnis, setidaknya saya dapat membuktikan bahwa saya bisa. Ketika kali pertama memutuskan menekuni usaha ini saya tahu itu butuh pengalaman dan tidak gampang.Menurut saya,di dunia ini tidak sesuatu yang instan. Selama 10 tahun berkarier, ada kalanya saya merasa butuh rileks, ingin nikmatin santai, mau ke mana saja.Tapi akhirnya saya menganalisis diri sendiri,sejauh mana saya ingin melangkah. Saya juga berpikir ada cost yang harus ditutup dan lain-lain, itu yang mendorong saya untuk terus maju dan ingin berkembang lebih besar. Saya ingin membuat komitmen untuk memosisikan MSG. Saya bukan expert, karena itu saya terus belajar.

Anda ternyata tak semata membawa bintang sepak bola dunia, tetapi menggelar kompetisi junior. Untuk apa, memang ada uangnya?

Jangan berpikiran bisnis ini mengejar keuntungan semata. Saya sebagai pecinta olahraga Indonesia juga menginginkan ada regenerasi, ada pembinaan terhadap bibit-bibit olahraga. Kami telah menggelar MSG Junior Football League (JFL) yang diikuti oleh 20 sekolah SMP ternama di Jakarta. Ini sebagai salah satu upaya kami untuk turut menciptakan talenta-talenta baru. Dengan adanya kompetisi anak-anak akan terpacu berlatih secara serius setiap hari, dan ketika memasuki Sabtu–Minggu mereka akan merasakan atmosfer persaingan dalam berkompetisi. Ke depan akan digelar di lima kota besar di Indonesia.

 Impian apa lagi yang ingin direalisasikan?

Saya ingin melihat ada anak-anak Indonesia bisa bermain di EPL (English Premier League) atau kompetisi elite luar negeri dan ada peran MSG di situ.Tapi lebih dari itu, kami ingin ada pembinaan olahraga yang lebih baik di sini sehingga muncul bakat-bakat baru yang bisa menumbuhkan juara-juara baru. * zen teguh

 Disclaimer

  • Wawancara dilakukan bareng Hana Farhanna
  • Telah tayang di rubrik Inspiring Person Koran SINDO

 

 

Dari awal saya tahu bisnis ini tidak gampang.

Networking dan kredibilitas sangat penting di bisnis ini

Tidak ada sukses diraih instan

Muly menunjukkan kostum yang dipenuhi tanda tangan seluruh pemain Timnas Merah Putih. Di sebelahnya, kostum Real Madrid.

Advertisements

3 responses to “Mulyawan Munial…

  1. di puskesmas sering disarankan agar pasien menjauhi MSG,
    tapi tampaknya MSG yang ini akan membantu Indonesia dalam pembinaan olahraga yang lebih baik.. semoga sukses..!

    wkikikik…bener mak, jauhi MSG, dekati USD aja hhahaha….

  2. Hem..
    Sngaja cari artikelnya MSG. trbesit pkiran pngin jd pemandu bakat atau agen pemain. Tp skolah biasa2 aja cuman lbh nya hnya cinta olahraga trutama sepak bola sprti beliau.

    Terima ksh buat bpk yg posting ini sungguh membantu untuk saya dan mngkin jg bnyk di luar sana yg punya pemikiran sprti saya.

    Thnks.
    Salam Olahraga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s