Celaka dari Beograd

Namanya juga apes. Musibah. Bisa datang kapan saja dan di mana saja. Termasuk di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Karena mengerem mendadak, motor Shogun saya terjungkal. Sudah barang tentu saya yang di atasnya ikut ndlosor mencium aspal. Duhh..

Kejadiannya kalau gak salah Selasa 18 September sekitar pukul 16.00 WIB. Seperti biasa saya menggeber Shogun andalan melintasi Kemanggisan-Tanah Abang-Kebun Sirih untuk menuju kantor. Tidak ada yang berbeda sebenarnya. Tapi, sore itu memang nasib buruk melanda.

Dalam kecepatan sedang (ya sekitar 70-an km/jam), motor Shogun melewati sebuah gundukan aspal kecil. Apes sekali ndilalah saat itu hanya satu tangan yang memegang kemudi. Tangan kiri  membetulkan tas slempang yang tertiup angin. Sial, guncangan keras itu membuat tangan reflek tarik rem depan.

Bruakk…keseimbangan hilang. Motor ambruk dan meluncur deras. Dengan pantat separuh masih nempel di jok, separuh lainnya di aspal, saya ikut terseret. Srutttt…lumayan sekitar tiga meter. Gedublak-gedublak…motor baru berhenti setelah ujung kemudi menghantam trotoar.

Alhamdulillah, saya selamat gan meskipun satu spion ancur, footstep kanan mleot gak karuan, bodi beret dan dudukan plat belakang kiwir-kiwir. Alhamdulillah waktu kejadian belakang ane kagak ada mobil. Padahal biasanya jam segitu jalan sangat ramai. Beberapa motor di belakang saya ikut roboh karena mereka juga harus mengerem mendadak gara-gara saya jauh.

Memang selamat, tapi….terasa ada yang perih!

Walah, darah mengalir di telapak atas tangan kiri saya. Tanpa sadar ternyata tangan ikut tergores aspal ketika meluncur tadi. Belakangan gores itu juga ada di kaki kanan. Heheh, kaos kaki ikut jebol rupanya. Tapi yang paling parah sebenarnya siku kanan. Sampai sekarang (dua minggu lewat dari kejadian) masih terasa ngilu. Nah waktu kejadian, bengkak gak karuan.

Aneh bin ajaib. Beberapa menit setelah kejadian itu saya cari apotek beli revanol dan kapas. Semua luka saya bersihkan. Dan saya tetap pergi ke kantor. Editing beberapa beberapa berita sampai malam. (Wah jago banget abis kecelakaan motor tetap kerja).

Tapi memang, namanya tubuh memang tak bisa dibohongi. Luka-luka yang awalnya tak begitu terasa itu keluar sifat aslinya menjelang malam. Sakit ruarr biasa. Badan mulai demam dan luka-luka gores makin perih. Saya cabut ke rumah sakit minta suntik tetanus.

Dokternya  geleng-geleng kepala. ”Kecelakaan jam berapa?”

”Jam empat sore,”kata saya.

”Kok baru sekarang ke rumah sakit, sendirian lagi dan masih naik motor lagi?”

”Ya, tadi masih kerja,”

”Masyaallah mas, emang lebih penting kerja daripada tangan yang kayak begini,”

Saya cuma bisa nyengir.

Bengkak besar di siku (bengkaknya terlihat gak biasa) akhirnya di rontgen. Alhamdulillah aman…tapi nyerinya tetap gak hilang-hilang. Saya gak tahu juga kenapa bisa jatuh saat itu. Mungkin selain buru-buru, juga agak ngantuk dan gak fokus. Lebih daripada itu, skok depan motor saya memang agak mati sehingga kurang meredam goncangan begitu…

Kecelakaan ini terjadi hanya beberapa hari setelah pulang dari Beograd-Bucharest-Sofia. Alhasil, luka-luka di tangan (termasuk siku) itu membuat pergerakan terhambat. Tangan dibuat makan, ngetik berita, dan lain-lain terasa sakit. Inilah yang akhirnya membuat berita tentang liputan Festival Indonesia 2012 amat telat tayang di koran.

Heehe…maap mas Nandi, Pak Doddy, dan Bu Nina. Mungkin kalau tidak jatuh, rasanya gak akan selambat ini…

Advertisements

4 responses to “Celaka dari Beograd

  1. Wah semoga lekas baik kembali Mas 🙂
    Btw luar biasa betul nuh .. sempat kerja, dll.
    Btw keliling jagat terus ni Mas ya … Mantap.
    Sukses selalu buat MAs Zen 🙂

    Eh kang Yayat, makasih kang support-nya hehehe. Kebetulan saja disuruh jalan-jalan. Alhamdulillah udah jauh lebih baik ini kang

  2. Mantabbb, ini baru keturunan Ronggolawe rek. Peristiwa yg sama pernah menderaku saat seminggu sebelum pulang mudik lebaran. Dengkul babras dan baru terasa saat sampe rumah . Keep fighting

    Yoi dong, kita kan generasi kulit wojo balung wesi hahah

  3. Alhamdulillah, om Zen sudah pulih kembali dan semua tugas dapat diselesaikan.

    #untung dokternya gak galak, ya.. klo dtg ke puskesmas eMak pasti diomelin.. 😛

    hahaha….padahal saya sempat kepikiran ke puskesmas yang ada Ibu Adel-nya. Tapi kok jauh ya….:lol:

  4. Yaaa ampuuun mas, baru baca, ternyata ada kecelakaan motor, semoga sekarang sudah tidak apa-apa yaah.

    hahaha, iya apes banget mbak. Wah bener-bener lagi meleng..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s