Festival Indonesia di Balkan

Apa jadinya jika fusion jazz yang memiliki energi dinamis dan agresif  bertemu lagu dan tari nusantara dalam satu panggung? Menakjubkan. Itu yang tersaji ketika Festival Indonesia 2012 digelar di tiga kota Eropa Timur: Beograd, Bukares, dan Sofia, pertengahan September lalu.

Ratusan pengunjung Museum Nasional Dimitrie Gusti, Bukares, Rumania seperti terpaku sore itu (9/9). Mereka yang semula hilir mudik menikmati miniatur rumah-rumah tua di areal museum tersedot dalam magnet pentas Festival Indonesia. Pada sebuah panggung medium berkarpet hijau dan berlatar pepohonan, Indro Hardjodikoro Band, sebuah grup band bergenre fusion jazz, menggebrak dengan lantunan lagu pembuka Ondel-ondel.

Persis ketika harmoni itu mencuat, kelompok Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI) melenggangkan tari dan vokal untuk mengiringi. Dalam balutan tata suara dari sound systemyang memadai, kolaborasi selama lima menit itu berjalan tanpa cacat. Nuansa jazz yang terbangun penuh improvisasi berpadu dengan rangkaian gerak rancak menghasilkan tepuk tangan meriah penonton.

Kolaborasi Indro Hardjodikoro Band dan Paduan Suara Anak Indonesia di Museum Demitrie Gusti, Bucharest. Edan bung…mantab surantabb!!!

Kolaborasi it u terus menghipnosis. Berturut-turut  lagu-lagu daerah semacam es lilin, andong, janger, sin sin si batu manikam, panon hideung, dan rencong memanaskan pentas. Namun tak dimungkiri ujung dari pesona pergelaran itu ialah ketika lagu dan tari Rampai Aceh menghentak. Tari itu seolah menunjukkan magisnya ketika tim PSAI secara sempurna melakukan gerak tepuk dada dan tepuk tangan secara amat cepat. Sebuah lengkingan menjadi klimaks tarian. Tepuk tangan lagi-lagi bergema.

”Sungguh luar biasa. Kolaborasi yang sangat-sangat hebat,” puji Aurelia Cosma, perwakilan dari Museum Dimitrie Gusti yang menjadi salah satu tamu kehormatan pada pertunjukan itu. Dia tak henti-hentinya menyanjung, lewat kata-kata, juga standing ovation untuk beberapa menit lamanya. Cosma bukan satu-satunya yang mengapresiasi. ”Sangat menarik. Saya terkesima dengan jazz itu. Dan tariannya juga ekspresif,” kata Irina Madalin, salah satu pengunjung.

Totalitas memang harga mati yang diusung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam menampilkan Festival Indonesia ini. Totalitas itu tecermin tegas dari dipasangnya Indro Hardjodikoro Band dan Paduan Suara Anak Indonesia.  Indro Hardjodikoro Band jelas tak diragukan kemampuan musikalitasnya. Digawangi Indro Hardjodikoro, salah satu bassist terbaik Indonesia, band ini telah unjuk gigi dalam sejumlah festival jazz bergengsi di beberapa negara.

PSAI pun tak perlu disangsikan. Paduan suara yang dilahirkan Aida Swenson Simanjutak ini telah melalang buana dan menyabet berbagai penghargaan internasional. PSAI pun pernah tampil di Gedung Putih, Amerika Serikat.  Sinergi dua kelompok seniman dalam satu panggung itupun tak ayal melahirkan atraksi yang memikat.

Apa yang tersaji di Bukares mengulang kesuksesan di Beograd sebelumnya (7/9).  Tampil di Ballroom Hotel Hyat sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI, kolaborasi itu demikian elok. Lagi-lagi Indro Hardjodikoro Band memainkan peran sentralnya sebagai duta budaya dan PSAI menyempurnakannya dalam langgam indah, membentangkan cakrawala Indonesia.

Pun ketika para musisi dan kelompok paduan suara ini kembali saling mengisi dan melengkapi di panggung  resepsi HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan KBRI Bulgaria di gedung Military Club, Sofia, (11/9).  ”Fantastik. Itu adalah penampilan yang sangat bagus. Saya benar-benar menyukainya,” tutur Etna Patkova, salah satu dari sekitar 300 tamu yang hadir dalam resepsi itu.

Kasubdit Informasi Pasar Luar Negeri Kemenparekraf Francesca Nina Soemitro menjelaskan, penyelenggaraan Festival Indonesia di tiga negara kawasan Balkan tak lepas dari dukungan penuh KBRI Serbia, KBRI Romania, dan KBRI Bulgaria. Acara terselenggara baik juga berkat skenario yang disusun matang tim Kemenparekraf dan Managing Director PT Zahara Indomisi Soebali  Moertijanto selaku PCO.

”Kerja sama yang terbangun baik ini dalam rangka meningkatkan awareness masyarakat Eropa Timur tentang Idonesia. Selanjutnya kegiatan ini diharapkan dapat menarik wisatawan dari negara-negara ini untuk berkunjung ke Tanah Air,” kata Nina.

Kasi Promosi Wilayah Eropa Tengah dan Timur Kemenparekraf Dody Prianto menambahkan, pertunjukan kesenian juga dimaksudkan untuk membangun citra Wonderful Indonesia. ”Karena kita tahu bahwa Indonesia memang memiliki keindahan yang luar biasa, baik dari sisi alam maupun budayanya. Nah ini yang terus menerus kita gaungkan untuk menarik wisatawan asing. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan-kegiatan yang telah digelar sebelumnya,”kata Dody.

Seperti diketahui, mulai 2011 pemerintah menetapkan Wonderful Indonesia sebagai branding pariwisata Indonesia. Terkait itu, Kemenparekraf terus mempromosikan logo dan tulisan Wonderful Indonesia dengan beberapa kata yang menyertai, yaitu Wonderful Nature, Wonderful Culture, Wonderful Food,Wonderful People, dan Wonderful Value for Money.

Duta Besar RI untuk Serbia Semuel Samson mengungkapkan, pertunjukan kesenian yang mempersembahkan lagu-lagu tradisional menjadi salah satu daya tarik dalam mempromosikan seni dan budaya Indonesia. ”Festival Indonesia pada akhirnya dapat membantu mendekatkan hubungan antara masyarakat kedua negara dan berperan bagi hubungan persahabatan RI-Serbia,” kata Samson.

Senada, Duta Besar RI untuk Bulgaria Bunyan Saptomo menjelaskan, promosi budaya lewat kesenian  semakin mempertegas Indonesia sebagai negara multikultural. Keanekaragaman kultur itu terwujud dalam prinsip Bhinneka Tunggal Ika. ”Ini adalah salah satu kekuatan bangsa kita yang harus terus dijaga, juga diperkenalkan kepada semua negara,” sebutnya.

 BACA JUGA

1.      NASI PADANG DI TEPI SUNGAI SAVA

2.     AMAZING TRIP:BEOGRAD-BUCHAREST-SOFIA

3.     CELAKA DARI BEOGRAD

 

Suasana Festival Indonesia di Beograd. Ini tari Bali yang dibawakan cewek-cewek asli sono. Hmmm…boleh juga (image by Beny Erico)

Indro Hardjodikoro band dan PSAI membakar Military Club, Sofia, dengan penampilan manis dan full power.

Dapat sambutan meriah dari ratusan penonton saat tampil di Bucharest

Advertisements

3 responses to “Festival Indonesia di Balkan

  1. Kelihatannya Mas Zen ini memang pakar meliput kebudayaan ya .. kayaknya setiap ada acara begini di mancanegara selalu hadir reportasenya … Asyik nih .. andai bisa numpang ha ha ***ujung-ujungnya =))
    Btw lama saya gak lihat kendang aslinya tuh .. pertanda sudah lama sekali lihat secara langsung seni sunda yang saya sukai he he.

    hadeeh kang, jangan disebut pakar. Ini kebetulan dan keberuntungan saja hehehe…. Emang kang, kendang dan sulingnya top abis. Yang main juga asli Bandung. Manteb bener dah pokoknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s