Nasi Padang di Tepi Sungai Sava

Rasanya tak ada yang lebih hangat untuk mengusir dingin malam Beograd kecuali food, wine, and jazz. Di kafe Iguana, tepi Sungai Sava yang membelah Ibu Kota Serbia, tiga hal itu menjadi menu wajib.

Hanya, malam itu terasa beda. Iguana yang biasanya menyajikan makanan western, berbalik 180% dengan menyuguhkan kuliner eastern. Apalagi kalau bukan makanan Indonesia.

Dalam boklet menu, tertulis empat kuliner nusantara yang disediakan, yakni  Colours of Indonesia (berisi soto ayam, tuna dabu-dabu, nasi goreng, dan dadar gulung), Beautiful Java (sop daging kacang merah, gado-gado, nasi kuning, bubur sumsum), Fascinating Sumatera (soto ayam, tuna dabu-dabu, nasi padang, dadar gulung), dan Exotic Bali(sop daging kacang merah, gado-gado, nasi bali, bubur sumsum).

ini suasana Iguana, kafe jazz terkenal di Beograd (image by tripadvisor)

Bukan tanpa alasan bila menu itu hadir di kafe yang selalu ramai pengunjung ini. Dubes RI untuk Serbia Semuel Samson merupakan orang di balik hal tak biasa tersebut. ”Promosi Indonesia harus total. Orang asing tidak bisa cukup dikenalkan dengan musik dan tari. Sekalian saja kuliner asli Indonesia. Kalau mereka suka atau penasaran tentu akan mencari referensinya,”katanya.

Benar juga. Faktanya, pengunjung yang terus mengali ke kafe cozy itu mengaku menikmati masakan Indonesia. Rata-rata, dari makanan pembuka hingga penutup selalu tak bersisa. Jangan dikira semua masakan itu dibuat koki Iguana. KBRI dan Kemenparekraf sengaja mengajak Executive Chef Hotel Hyatt Bandung I Wayan Durma untuk mengolah semua menu.

”Karena menyesuaikan lidah Eropa, ada beberapa modifikasi menu sehingga dapat diterima,”kata Wayan.

Samson menyebut sajian kuliner itu tak ubahnya diplomasi Indonesia. ”Lewat makanan kita memancing warga Serbia agar mau berkunjung ke Indonesia,” sebut dia.

Goran Jevic, pemilik restoran memuji ide cerdas KBRI dan Kemenparekraf. Bukan apa-apa, menu baru itu bukan hanya membuat tamu-tamunya merasa nyaman. Dia juga terhipnosis dengan masakan Indonesia. ”Cita rasa yang sangat menarik dan enak. Harus saya katakan masakan ini dan Chef Wayan telah melakukan keahliannya dengan sempurna. Perfect,”kata dia.

Malam makin larut. Beberapa pengunjung kafe harus gigit jari karena menu ala Indonesia ludes sebelum jam tutup. Tak berlebihan, menyantap nasi padang dengan bumbu khas yang pedas telah menghangatkam malam di tepi Sungai Sava. Terlebih, melodi jazz Indro Hardjodikoro terus mengalun, membius, dan membuat terlena. Benar-benar rasa Indonesia.

Ini dia Chef I Wayan Durma, Executive Chef Hotel Hyatt Bandung. Racikannya maut….

Kafe Iguana tampak dari depan. Ini kafe jazz dengan tagline yang sangat menggoda: food, wine and jazz

secangkir capucino di Iguana…..not bad

Jam session oleh Indro Hardjodikoro Band. Super fantastis. Fusion Jazz-nya sangat berenergi dan atraktif. Whoaa….

Advertisements

2 responses to “Nasi Padang di Tepi Sungai Sava

  1. Masakan Indonesia gak ada yang ngalahin he he wkwkwk
    Jangankan racikan seorang master di bidang masak-memasak … Sambel goang buatan saya aja sudah pasti nikmatnya … Pizzaa lewaat ha ha ha.
    Saya mengapresiasi betul tuh langkah KBRI yang kreatif mempopulerkan negeri ini lewat musik, masakan dll.
    Trims Mas infonya 🙂

    Betul kang, keluar negeri kalau ketemu roti terus rasanya mau sekarat hahah. Kuliner Indonesia emang top abiss.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s