I’ve been to Bucharest…

Apa yang kamu pikir tentang Bucharest? Klub sepak bola Steau Bucharest? Nicolae Ceausescu yang diktator komunis itu? Atau, senam gimnastik yang kesohor? Hmmm…yang saya tahu Ibu Kota Rumania ini lebih dari indah. Ia artistik, hijau, humanis, meski sedikit mencemaskan. Ia lebih dari menakjubkan…

Selalu ada gelegak adrenalin ketika menginjak tempat yang tak pernah disua sebelumnya. Begitulah  yang terjadi tengah September lalu ketika saya menginjak Bucharest. Ohoo….ini Eropa Timur, bung!

Peta Rumania

Baiklah, ke-ndeso-an saya memang meledak. Saya tak percaya bisa menginjak Little Paris ini. Bagi banyak orang mungkin biasa saja. Tapi, buat saya tak sesederhana itu. Bucharest meletupkan curiosity tentang banyak hal: komunis, bola, merlot, wanita, dan tentu saja, jejak sejarah.

Kembali soal Rumania (kadang dieja Romania atau Roumania) terletak di Eropa Tengah dan Tenggara, di bagian utara Semenanjung Balkan dan berbatasan dengan Laut Hitam.Hampir seluruh delta sungai Donau terletak di wilayah Rumania. Negara ini berbatasan dengan Hongaria dan Serbia di barat, Ukraina dan Republik Moldova di timur laut, dan Bulgaria di selatan.

Sejarah mencatat bahwa bangsa Dacia, Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Bulgaria, Kerajaan Hongaria, dan Kekhalifahan Utsmaniyah (Ottoman) pernah menguasai wilayah ini. Sebagai sebuah negara, Rumania terbentuk pada 1859 dari penyatuan wilayah Moldavia dan Wallachia dan memperoleh pengakuan internasional pada 1878. Pada tahun 1918, Transilvania, Bukovina dan Bessarabia menyatakan bergabung.

Rumania merupakan negara dengan wilayah terluas ke-9 dan penduduk terbesar ke-7 di Uni Eropa. Bucharest (Bucureşti) merupakan kota terbesar, termodern, dan terpopuler. Inilah jantung Rumania. Ia pusat industri, budaya, dan finansial. Terletak di tepi Sungai Dâmboviţa, kota ini amat rupawan.

Persoalannya, tak semua rencana eksplorasi atas segala keingintahuan yang dalam itu tertuntaskan. Tiga hari menginjak Bucharest, secara teknik, lumayan cukup untuk menjelajah kota terbesar Rumania ini. Tapi, saya tak bisa seenaknya ngelayap. Saya punya tanggung jawab hehehe. Alhasil, tiga hari itu seolah tanpa sesuatu teramat istimewa. Dan, saya agak menyesal soal ini :d.

Well, barangkali satu-satunya tempat yang benar-benar terjajah kaki saya adalah Museum Desa  (Muzelul Satului) Demitrie Gusti. Ini museum etnografi yang menggambarkan wajah desa-desa di Rumania. Dibangun pada 1936, museum ini mengadopsi nama pembuatnya Dimitrie Gusti (bersama Victor Ion Popa dan Henri H Stahl).

Apa saja isinya? Bayangkanlah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Seperti itulah dia. Taman luas terbuka dengan berbagai miniatur bangunan rumah petani di seluruh Rumania. Amatlah wajar bila kemudian banyak siswa/pelajar/mahasiswa datang ke sini. Museum ini memang gudang pengetahuan.

 

Gedung Parlemen Rumania (Palace of Parliament). Udah deh, jangan ke Romania kalau gak kesini. Ini bangunan terluas nomor dua di dunia. Nomor satunya Pentagon di AS. Mejeng dulu bentar ya…

Beginilah penampakan utuh gedung parlemen itu. (image: mycontinent.com)

Saya lupa persisnya, kalau gak salah gedung kementerian Romania ini…*bukacatetandulu*

Salah satu landmark Bucharest. (image:wikipedia)

Arcul de Triumf di Bucharest. Jangan tanya kenapa sama persis dengan di Paris. Memang masih ada kaitan sejarah. Ini dibangun untuk merayakan kemerdekaan Rumania.

Hahahah…ini bagian pamernya. Nampang di Arcul de Triumf. Sayang backlight. Ane udah item, eh kena bayangan pula..:d

Air mancur di kawasan Taman Herastrau

Aduh gedung apa ini ya…lupa kagak nyatet namanya…

Ukiran perunggu di perapian gedung KBRI Bucharest. Ini salah satu bagian  artistik dari kota ini, selain bangunan-bangunan yang bergaya art deco

Lampu hias gantung di gedung KBRI Bucharest

di depan perapian gedung KBRI Bucharest

salah satu sudut kota. Motretnya ngasal aja gan…

salah satu sudut kota.

Ini salah satu pemandangan dalam museum desa Demitrie Gusti. Motretnya sengaja nunggu cewek lewat. Foto-foto lain akan diunnggah tersendiri

Advertisements

3 responses to “I’ve been to Bucharest…

  1. Ada 3 keindahan yang saya pandang 🙂
    1. Membayangkan indahnya arsitektur gaya Eropa … secara saya orang awam kok keknya seragam ya kalo Eropa ya seperti itu (maklum baru lihat dari foto or gambar).
    2. Menikmati indahnya foto-foto yang di sajikan.
    3. Membayangkan indahnya perjalanan ke sana 🙂

    Waduhhh….selalu menyenangkan bila ada Kang Yayat di sini. Hatur Nuhun kang…pujiannya membuat mabuk kepayang hahaha. Apa kabar kang?

  2. Thanks juga to emak LJ yang udah kasih like. Eniwei, saya susah komen di LJ karena closed terus. Kenapa ya..? #thinking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s