Secuil malam di RM Sinar Minang

Sebungkus Dji Sam Soe itu tergeletak di meja. Tak jauh darinya, A Mild Menthol yang isinya tinggal menyisakan empat biji bersanding. Kami ternyata sama-sama doyan rokok. Dan yang pasti, kami juga lahap dengan nasi padang.

Merokok, jelas tidak sehat. Tapi menikmati kepulan asap dari tembakau yang terbakar sepertinya menjadi bumbu manis dalam perbincangan hangat di RM Sinar Minang, ujung jalan Wahid Hasyim, Jakarta, malam itu (Senin 24/12). Ini pertemuan pertama saya dengan fotografer dan master adsense andal dari Surabaya, Kang Yayat.

Hahahaa..kaget juga ternyata bisa benar-benar bertatap muka. Berawal dari DM yang berlanjut pada kontak BBM, saya datangi beliau ini ke hotel Alia Cikini, tempatnya menginap. Jelas harus saya datangi. Bagaimana tidak, bisa kuwalat kalau sampai murid tidak bersalam kepada guru.

Seperti saya tebak sebelumnya, Kang Yayat ini sosok ramah, rendah hati, kaya ilmu, dan renyah. Setidaknya, pertemuan pertama ini sama sekali tanpa ada kecanggungan. Berbicara ngalor-ngidul sebentar di lobi hotel, saya angkut Kang Yayat ke tempat makan sederhana sebelum dibawa ke kantor.

Sebenarnya, malu juga membawa orang sekelas Kang Yayat yang baik hati ini ke warung makan kecil. Inginnya saya bawa ke resto SKYE di puncak gedung Menara BCA. Tapi saya tahu Kang Yayat tidak doyan makanan-makanan mahal…(huahahahaha). Maklumlah, wartawan kelas pemula memang baru sanggup naik motor dan makan seadanya.

”Mas Zen merokok?” tanya Kang Yayat. Saya sebenarnya gak enak dipanggil ”Mas”. Mungkin lebih tepat ”dik” karena saya baru 17 tahun (wkwkwkwk). Eniwei, obrolan tanpa tema pun mengalir ringan. Salah satu bagian menarik adalah cerita Kang Yayat bagaimana dia memutuskan hijrah ke Surabaya, meninggalkan pekerjaannya di Jakarta dan memilih bisnis online.

Wow. Saya salut dengan keputusan itu. Faktanya, keputusan itu tampaknya tidak keliru.  Saya sebenarnya juga ngiler (apalagi pas bagian banyak dollar bisa diraup hmmm). Tebersit juga gak jadi wartawan lagi….hehehe, sayang gak tahu bagaimana caranya itu adsense dan sejenisnya.

Apapun, pertemuan singkat itu berkesan. Walaupun saya sebenarnya agak-agak gak enak karena sempat ”menelantarkan” beliau ini di kantor. Yahh, jam kerja saya memang kebalikan dengan banyak orang. Ketika orang kantoran sudah melepas letih di rumah, saya lagi kenceng-kencengnya bekerja. Malam adalah pagi buat saya.

Sayang memang, beliau-nya ini cepet-cepet pulang. Andai tidak, mungkin saja bisa saya titipkan ke fotografer di tempat saya untuk share fotografi jurnalistik hehehee.

Singkat kata, Kang Yayat is the best-lah. Saya yang lebih muda ini terasa mendapat banyak ilmu dari senior mumpuni ini. Ditunggu, edisi Dji Sam Soe berikutnya……

Kang Yayat (kiri) saya ajak ke ruang redaksi. Kayaknya pantes jadi Pimred nih..hahah

Kang Yayat (kiri) saya ajak ke ruang redaksi. Kayaknya pantes jadi Pimred nih..hahah

Kang Yayat (kanan), fotografer dan ahli adsense plus SEO dari Surabaya. Tapi orang Sunda ini heheh

Kang Yayat, fotografer dan ahli adsense plus SEO dari Surabaya. Tapi orang Sunda ini, ramah, baik hati, dan tidak sombong hehehehe…

Advertisements

6 responses to “Secuil malam di RM Sinar Minang

  1. [kliatan banget beda usianya..]
    kita sama2 ud ketemu sama mastah, dan beliau memang oke orangnya.
    baik hati dan tidak sombong.. bertemu dgn beliau seolah ketemu temen lama aja.
    #jadi pingin ditraktir sama rano karno, makan siang di rm sinar minang.

    wkwkwwkkw……….begitulah Bund.Saya sebagai orang yang jauhhhh lebih muda juga merasa dekat saja. heheh. Eniwei, boleh juga ke RM Sinar Minang bund, kapan ke sini hahahahaha

    • Nah lho … padahal beliau LJ adalah salah satu guru nulis saya selain Mas Zen ini … 😀

      Ya iya betul itu Kang, saya juga belajar banyak pada LJ yang top itu. Jangan belajar pada saya

  2. alhamdulillah, udah sempat juga kopdaran dengan beliau …, sebentar sih…, tapi sempat dibagi ilmu juga…, asyiik pokoknya

    Hhaaa, iya bu Monda, saya juga sekelumit saja ketemu. Terima kasih banyak atas apresiasinya…

    • Duh tersanjung sekali saya sama Bu Monda ini …
      Terima kasih Bu Monda, saya juga senang sekali bertemu dengan para senior kala itu 🙂

      Saya yang belum ketemu saja sudah merasakan aura bu Monda lho kang…:d

  3. Wah .. berlebihan nih mengulas saya yang lagi dibombardir sama google wkwkwk … andai guru OL saya baca …. wajib tutup muka he he …
    Namun begitu sangat menyenangkan ketemu Mas Zen … diajak ke kantornya membuat saya tersanjung sekali. Terima kasih sekali Mas atas sambutannya yang luar biasa 🙂

    di mana-mana, guru memang selalu merendah. saya sebagai murid harus banyak berterima kasih :d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s