BERLIN……..#frozen

Pancaran surya awal Maret kemarin tak ubahnya fatamorgana. Matahari yang sempat berpendar terang mendadak kusam, suram, dan akhirnya benar-benar menghilang. Sementara dingin masih merajam tulang, serpihan-serpihan putih nan lembut jatuh dari langit. Ini SALJU. Saya kesetanan!

Seorang pria menggulung bola salju di Danau Wannsee, Berlin (foto: Reuters/Tobias Schwarz)

Reuters/Tobias Schwarz

BERLIN, 3 Maret 2013.

Late Winter Snowfall, kata kantor berita AFPdan Reuters. The Return of Winter, tulis koran lokal Der Spiegel. Snow at the Start of Spring, tambah beberapa media lain untuk menggambarkan curahan salju sepanjang Maret lalu.

Well, apapun ungkapannya, semua merujuk pada satu hal: musim dingin tak sudi berlalu!

Maret, mestinya musim semi datang dengan sinar matahari menyelimuti dan kuncup dedaunan mungkin mulai ada yang mulai bermunculan.  Dingin, bisa jadi belum susut, tapi sewajarnya hangat mulai menyusup.

Seminggu jelang keberangkatan ke Berlin, saya pun mengira demikian. Semula memang demikian adanya.  Tanggal 3 Maret, saya bareng mbak Susana Rita Kompas, mas Arief Widoseno ANTV, mas Firdaus Masrun Indosiar, mas Frans Surdiasis Jakarta Post, plus mas Dede dari perwakilan Messe Berlin Indonesia tiba di Bandara Tegel Berlin.  Ini keberangkatan untuk meliput pameran pariwisata terbesar dunia,  Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2013.

Akhir musim dingin yang mengesankan. Laporan cuaca di berbagai saluran televisi menyebutkan suhu tak jauh-jauh dari kisaran -2 hingga 3 derajat Celcius. Wajar bila sepatu boot, syal, jaket tebal, plus penutup kepala/telinga berlalu lalang di mana-mana.   Sudah lama rasanya saya tak merasakan dingin teramat menusuk. Mungkin kali terakhir seperti itu di puncak Argopuro, Situbondo.

Empat hari berjalan, matahari terus menemani. Kaki-kaki terus melangkah: dari hotel JW Marriott yang tak jauh dari Postdamer Platz menuju Messe Berlin di depan Haus des Rundfunk, tempat liputan.  Melintasi aspal, menikmati riuh dan sibuknya U-Bahn (subway), juga terkadang merasakan bus kota yang bersih dan manusiawi itu.

Tapi, semuanya berubah.

9 Maret

Presenter ayu berambut pirang di salah satu channel tivi lokal membuat mata yang mulai mengatup sedikit memicing.  ”Diperkirakan salju turun sore ini. Suhu -3 derajat,”katanya.  Saya melirik jam, lewat 3 pagi. Selimut ditarik, bibir terkembang. Zzzz.. tidur dalam  senyum.

16.00 waktu Berlin

Hall 26 A Messe Berlin masih sesak meski waktu terus merambat senja. Di tempat itu, paviliun Indonesia bak magnet. Pengunjung silih berganti datang. Sekadar mengagumi, sebagian besar lainnya bertransaksi. Untuk kali ke-45 Indonesia berpartisipasi di ITB Berlin. Khusus tahun ini, status Indonesia sungguh istimewa: country partner alias negara mitra. Jadi, amat maklum bila pesona Indonesia kian mencorong.

Sore teramat melelahkan. Wawancara sana-sini beres, foto-foto cukup. Saatnya keluar ruangan dan bergerombol dengan sejumlah orang bernasib sama: penikmat tembakau. Di luar pintu hall 26, dingin menyayat. Tapi disinilah sebatang Dji Sam Soe justru begitu nikmat.

Hanya sekitar 10 menit di situ sebelum akhirnya sesuatu terjadi. Yes, it’s SNOWING.

Serpihan-serpihan salju turun. Benda putih bak kapas itu melayang-layang dari langit, hinggap di bumi yang membeku. Uhhh……….saya berjingkrak.

Harus saya akui, saya superndeso. Seumur hidup, inilah SALJU pertama. Salju yang selama ini hanya ditemui di film-film, foto-foto, juga cerita, benar-benar terhampar di depan mata. Kali ini saya biarkan ke-ndeso-an itu melonjak. Saya tak malu kayak bocah yang kedatangan hujan setelah musim kemarau melanda.

Ketika orang-orang bule memilih masuk karena salju makin deras, saya malah membiarkan tubuh tersiram. Langit luas bak shower yang memancurkan remah putih.

Saya mungkin udik, tapi ternyata bukan satu-satunya. Tahu salju datang, orang-orang berkulit kuning (saya perkirakan dari Vietnam, Myanmar, dan beberapa Taiwan), juga yang berkulit gelap (India, Afrika) keluar ruangan. Hahaaa…banyak juga orang ndeso di Berlin. Ada salju langsung saling foto.

Pikiran pun seketika teringat presenter prakiraan cuaca dinihari tadi. Duh, cah ayu, engkau benar. Salju memang turun hari ini…

10 Maret

Hujan salju belum berhenti. Dia terus tercurah dari langit yang kian pudar. Hamparan putih di mana-mana. Sepanjang jalan yang kemarin-kemarin kami lewati semuanya berubah.  Dalam gelimang salju, mengambil gambar jelas sebuah kebutuhan. Itupula yang kami lakukan. Dari hotel, kami menuju Bradenburger Tor (Gerbang Berlin). Mas Arief dan Mas Firdaus antusias luar biasa. Wajar, buat jurnalis televisi, gambar bagus adalah nyawa.

Sungguh tak mengira. Matahari yang menyambut di awal-awal kami datang ke Berlin seperti sekelebatan. Sebab, setelah itu salju terus turun. Bahkan ketika sudah sampai di Indonesia pada 11 Maret, salju makin menggila di Eropa. Bandara Frankfurt sempat berhenti beroperasi, ratusan penerbangan dibatalkan. Di Prancis, jaringan metro (kereta) juga sempat mandeg.

Ketika artikel ini ditulis, Inggris masih jadi negara terparah. Beberapa negara Eropa Timur seperti Ukraina malah turut merasakan belakangan. Demikian juga Polandia. Kantor berita AFP juga melaporkan, salju masih melanda beberapa bagian Jerman, 3 April. Inilah Maret terdingin.

Dan, saya merasa sangat beruntung pernah merasakan secuil LATE WINTER itu.

Mari Kita Nikmati Salju…

POHON…….

Hamparan salju di Tiergarten Park

Hamparan salju di Tiergarten Park

Putih di awal Maret

Putih di awal Maret

nyata adanya

Cabang dan ranting pun memutih
Sudah putih, lembut pula..

Sudah putih, lembut pula..

MOBIL…..

Area parkir bandara Tegel Berlin

Area parkir bandara Tegel Berlin

Bukan mobil saya...

Bukan mobil saya…

Ini barangkali mobil saya hehehe...

Ini barangkali mobil saya hehehe…

KEDINGINAN YA…

Jangan duduk, nanti pantat basah...

Jangan duduk, nanti pantat basah…

Titik air dari remah salju yang mencair...

Titik air dari remah salju yang mencair…

SEPEDA…………..

Sepeda salju (foto: AFP PHOTO/TIM BRAKEMEIER)

Sepeda salju (foto: AFP PHOTO/TIM BRAKEMEIER)

Jeruji memutih. Dipotret dekat restoran China (lupa di kawasan mana)

Jeruji memutih. Dipotret dekat restoran China (lupa di kawasan mana)

Kala RANO KARNO tenggelam dalam beku……………

Pria mirip Rano Karno mengetes ilmu kekebalan tubuh. Copot jaket tebal dan penutup kepala. Jangkrik ternyata adeemmmmm...

Pria mirip Rano Karno mengetes ilmu kekebalan tubuh. Copot jaket tebal dan penutup kepala. Jangkrik ternyata adeemmmmm…

Advertisements

9 responses to “BERLIN……..#frozen

  1. Postingan ini telat harusnya pas hari itu di post sehingga saya masih menampilkan produk musim dingin di blog affiliasiku he he.
    Mantap perjalanannya. Suka banget foto-fotonya.
    Kapan2 ajak saya donk mas wkwkwkwk.

    HAHAHAHHAA….butul-butul kang. Entah mengapa produktivitas nulis melorot abiss. Mungkin masih kedinginan kali ya haha..nuhun-nuhn kang atas apresisasinya. Yang jelas saya tak sanggup ngajak, wong saya juga dibayari terus inih :d

  2. pria mirip rano karno jika ketutupan salju akan jadi putih, lembut pula.. wkwkk

    setuju dengan mang gemot,
    keren foto-fotonya, om Zen..!

    Nah itu dia Bund, gak butuh produk pemutih kulit agar tampak lebih terang. Cukup salju saja hahaahh…nuhun2 kedatangannya…. danke

  3. banyak orang ndeso di Berlin oom?
    hi..hi… ketawa ngakak gara2 ini…, aku pun akan bertingkah sama .. lha wong belum pernah lihat salju

    Wah sumpah saya ndeso bener2 ndeso bin narsis pokoknya bu Monda. Lha mau bagaimana namanya baru pertama ketemu salju hahah…….thanks bu Monda

    • sekali lagi … foto2nya bikin ngiri …

      wah makasih bu Monda… kayaknya bu Monda juga bisa nih tahun depan (nunggu musim dingin lagi hehe)

  4. luar biasa masbro, saya aja seumur2 blom pernah melihat yang namanya salju. hehehe.

    Lha ya itu mas beroww, maka dari itu saya girap2 gak karuan ketika dapat salju. Bersyukur luar biasa hahaha…wis pokoke ndesooo tenan…

  5. mantaps mas.. hehe, salam-Mpok Nur, tulisannya kerenkeren..


    hahahaha…………maturtengkyu om ichsan…saya rasa bantal kepala lebih hebat. Mohon izin nanti saya mau pasang link-ya ya pak boss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s