Photographic Memory…

Percayalah judul di atas menipu belaka. Ini sama sekali bukan tentang fotografi. Ini hanya cerita betapa kamera saku digital Cannon Powershot A3000IS telah memberikan saya begitu banyak kenangan. Gambar-gambar yang tak akan terlupakan.

A3000IS adalah kamera digital pertama dan satu-satunya yang saya miliki. Sederhana saja, saya belum sanggup beli DSLR sehingga kamera saku adalah pilihan paling rasional. Lagipula, saya toh cuman penganut mahzab ALP, Auto Langsung Pencet. Mana bisa saya atur-atur segala fungsi dalam kamera itu untuk menghasilkan gambar bagus. Sudah jelas saya pemula yang selalu menyerahkan sepenuhnya pada fungsi “auto” untuk menangkap objek.

Saya bukanlah fotografer meski menyenangi dunia fotografi (menyenangi lho ya, bukan mendalami). Karena itu, cukuplah A3000IS untuk melengkapi kebutuhan paling dasar,yakni mendapatkan gambar (mendapatkan lho ya, bukan menciptakan). Setidaknya-tidaknya gambar terminimalis itu cukup membantu, baik dalam mengabadikan aktivitas keluarga atau untuk kepentingan pekerjaan.

Bagi saya, A3000IS lumayan bagus. Dengan banderol harga di kisaran Rp1 juta ketika itu, rasanya cukup teknologi yang dibenamkan, seperti lensa dengan kemampuan 4xoptical zoom, sensor 10 MP, prosesor Digic III, image stabilizer, layar 2,7 inci, dan daya baterai lithium. Sangat membantu juga kamera mungil telah dibekali fitur video, meski resolusinya cuma 640 x 480 piksel alias VGA movie.

Well, mengapa tiba-tiba saya mereviu kamera pabrikan 2010 ini, tidak lain hanya untuk mengingat dan mengenang. Saya sedang apes. Kamera itu entah di mana sekarang. Terakhir kali, dua pekan lalu, rasanya masih di kamar. Kalau kemudian terselip, kok tidak juga ketemu meski seluruh isi rumah telah berulangkali diobok-obok. Kemungkinan kedua (dan sepertinya benar), seseorang telah memasuki rumah kontrakan saya dan mengambilnya. Dugaan saya, itu pas istri keluar rumah untuk belanja, sementara saya sedang melantunkan irama ngorok dengan sangat indahnya. Sial, pintu rumah terbuka……

Kata orang, kehilangan barang itu karena bukan rezeki kita. Ada juga yang bilang karena kurang amal/shodaqoh. Yang lain bilang, itu pengingat dari Tuhan agar kita hati-hati di kemudian hari. Sangat mungkin benar semuanya. Tapi, saya tidak tahu apakah premis ini benar atau tidak: barang hilang itu tanda kita disuruh beli yang lebih bagus lagi (hohoho….)

Eniwei, apapapun muaranya adalah ikhlas. Mau diapain lagi, barang sudah lenyap. Kalau benar diambil orang, barangkali dia lebih membutuhkan dari saya. Toh, tanpa motret, saya bisa menikmati foto-foto bagus dari Surabaya dan Bukittinggi. Yang hilang, biarlah hilang (semoga tidak benar-benar hilang hihihi). Sebagai penghibur, saya hanya bisa menikmati dan mengenang jasa-jasa A3000IS itu yang telah setia menemani saya dan keluarga sejak Oktober 2010 silam.

Inilah beberapa potong rekam jejaknya. (Mas, mbak, ini bukan foto-foto bagus, hanya sesuatu yang memiliki sejarah untuk saya pribadi :d)

CAPE TOWN, AFRIKA SELATAN

Kapal-kapal nelayan bersandar di Hout Bay, Cape Town. Kota terindah di Afsel

Kapal-kapal nelayan bersandar di Hout Bay, Cape Town. Kota terindah di Afsel

Gunung Mejo alias Table Mountain dilihat dari V&A Waterfront.

Table Mountain yang tersohor itu, dilihat dari V&A Waterfront.

 

BEOGRAD, SERBIA

Bus kota, transportasi massal populer di Beograd selain trem. Kagak ada subway om

Bus kota, transportasi massal populer di Beograd selain trem. Kagak ada subway om

Senja di tepi Sungai Sava, bersama seorang pemancing tua.

Senja yang pucat di tepi Sungai Sava, bersama seorang pemancing tua.

Welcome to the Museum of Yugoslav History. Datang ke sini, bisa ke makam Josep Broz Tito

Welcome to the Museum of Yugoslav History. Datang ke sini, bisa ke makam Josep Broz Tito

 

BERLIN, JERMAN

Beberapa keping Berlin Wall di sekitar Checkpoint Charlie. Guten Morgen..

Beberapa keping Berlin Wall di sekitar Checkpoint Charlie. Guten Morgen..

Gedung Messe Berlin, tempat pameran pariwisata terbesar tahunan (ITB Berlin) digelar. Kompleks gedung ini 20x lebih luas dari JIExpo Kemayoran

Gedung Messe Berlin, tempat pameran pariwisata terbesar tahunan (ITB Berlin) digelar. Kompleks gedung ini 20x lebih luas dari JIExpo Kemayoran

 

BUKAREST, ROMANIA

kantor beberapa koran di Bukarest. Tempatnya tak jauh dari Museum Pedesaan Romania

kantor beberapa koran di Bukarest. Tempatnya tak jauh dari Museum Pedesaan Romania

Ini roti lho........emang gede-gede banget. Bisa juga kok beli seperempat atau setengahnya...

Ini roti lho, bukan batu.Emang gede-gede banget. Bisa juga kok beli seperempat atau setengahnya. Lupa harganya berapa.

 

KUALA LUMPUR, MALAYSIA

Pertemuan kawan-kawan TKI asal NTB dengan anggota DPD di Negeri Sembilan. Banyak kisah sengsara dari mereka

Pertemuan kawan-kawan TKI asal NTB dengan anggota DPD di Negeri Sembilan. Banyak kisah sengsara dari mereka

 

SOFIA, BULGARIA

Ya begini inih beli ka-ef-ci di Sofia. Kagak ada nasi, yang ada jagung. Mana kenyang bro, awak ini perut Jawa...

Ya begini ini beli KFC di Sofia, Bulgaria. Kagak ada nasi, yang ada jagung. Mana kenyang broooooo, awak ini perut Indonesia tulen…

Merah Merekah...

Merah Merekah…

 

KELUARGA TERCINTA..

Anak wedok. Wajar foto blur, kan amatiran...

Anak wedok. Wajar foto blur, kan amatiran…:D

Tiga generasi ngumpul di Istiqlal........

Tiga generasi ngumpul di Istiqlal……..

 

And You, A3000 IS

Potret diri. Refleksi dari cermin sebuah toko suvenir di Berlin

Potret diri. Refleksi dari cermin sebuah toko suvenir di Berlin

JEPRETAN PERTAMA. Saya beli kamera ini di JPC Kemang.

JEPRETAN PERTAMA. Saya beli kamera ini di JPC Kemang.

Thanks untuk semua jasamu A3000IS………..Ich bin wirklich traurig.

Advertisements

6 responses to “Photographic Memory…

  1. turut berduka, om..

    hubungan om raka dengan A3000IS, sama seperti hubunganku dengan ixus 90 is.. tak tergantikan karena emak ini tipe setia tak seperti mang gemot yang hobi gonta ganti kamera itu.. 😛

    semoga segera dapat ganti yang lebih baik.. aamiin.

    Wah, pantesan poto2 di LJ jauh lebih tuop markotop. wong kameranya lebih bagus ternyata hehehe. Thanks apresiasinya bund..

  2. Yang jelas fotonya keren-keren. Gak salah menebar racun untuk jalan-jalan karena terlihat walau bukan dengan DSLR rasa fotonya berkelas 😀
    Tapi … saya kok kerap ketemu juga data pake Nikon D3100, D50 dan Canon 50D. Menunjukkan setidaknya selalu dikelilingi kamera … hayooo ngaku ?

    Hahahahahah…tahu aja kang. Kalo yang pake Nikon atau Cannon 50D itu jelas punya temen. Enaknya kalo jalan bareng-bareng itu bisa pinjem kamera yang lebih bagus kikikik. Yang jelas, foto-foto saya ya gak ada apa-apanya dibanding punya mang gemot :d

  3. aduuuh…mudah2an cuma terselip aja ya…semoga ketemu lagi…

    Moga-moga bu Monda. Tapi gak tahu nih gak ketemu-ketemu. Terima kasih kunjungannya bu Monda..

  4. Ya berarti memang waktunya beli SLR Om. Itu foto paling bawah, belakang ransel, Alex Noerdin ya? *salah fokus 😀

    Wkikikik….ya opo kabare mas berow. Gagal fokus bener iku, wong asal jepret heheh. Eh, nang ndi golek bukumu, aku nang gramedia durung nemu iki….(tx apresiasinya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s