Back to Campus

Kembali ke kampus setelah satu dekade lewat memang menimbulkan perasaan aneh.Seperti mix fruit punch, ada campur aduk antara senang, tak percaya, cemas, dan khawatir. Apapun, saya rasa euforia ini hanya sekilas. Ketika semua telah berjalan, yang ada pasti kesibukan dan rutinitas.

cartoonaday

Andai tak ada aral menghadang, Senin 9 September 2013 akan menjadi hari pertama saya kuliah (lagi). Kali ini statusnya naik grade: mahasiswa S2. Lengkapnya, mahasiswa progam Magister Fakultas Hukum Universitas Indonesia. :d

Kembali kuliah, jujur saja tak pernah terbayangkan sebelumnya. Apalagi kalau bukan karena sudah beranak-pinak, sudah bekerja (sehingga kadang tak memikir hal lain selain cari duit), dan (tentu saja) soal biaya.

Tapi, alhamdulillah, Allah bermurah hati mencurahkan berkah-Nya. Mengutip Jakob Oetama, apa yang terjadi pada kehidupan manusia tak lepas dari Providentia Dei (penyelenggaraan Illahi). Itulah yang terjadi pada saya. Syukur dan terima kasih tak terhingga juga untuk kantor yang telah memberi kepercayaan ini dan keluarga yang tak henti memberi doa.

Beasiswa BRI

Semua berawal dari surat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, 28 Maret 2013. Surat itu intinya meminta kantor menyerahkan tiga nama untuk mengikuti Program Beasiswa Jurnalis 2013.

Sepengetahuan saya, ini program perdana yang digelar BRI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan jurnalis Indonesia. Undangan beasiswa disebarkan ke berbagai perusahaan media di Tanah Air dengan kuota berbeda-beda. Misal, kantor tempat saya kerja diminta tiga orang wartawan, Republika 3, Singgalang 2 dan seterusnya. Kebetulan kali ini yang diundang semuanya dari media cetak.

Sempat membayangkan bahwa nama-nama yang disetor ini langsung dapat kucuran dana. Ternyata tidak (hehehe). Untuk bisa ikut program tersebut, harus lolos tes dulu.

Belakangan saya tahu ternyata jatah beasiswa tahun ini cuma untuk 26 jurnalis, sementara yang diundang mengikuti tes 41 orang. Well, tes adalah jalan satu-satunya untuk menyaring. Lumayan berat. Tahap pertama semua peserta diminta mengirimkan makalah terlebih dulu. Tema yang diangkat mesti disesuaikan dengan jurusan yang akan diambil kelak. Makalah inilah yang dipresentasikan saat tes.

Hari penghakiman itu datang pada 18 April 2013. Sesuai jadwal saya datang ke Gedung BRI Jalan Jenderal Sudirman Kav 44-46 Jakarta Pusat. Setelah menunggu giliran, masuk lah ke ruang ujian sekitar pukul 11.00 WIB. Gile, ini mah kayak ujian skripsi. Di sebuah ruangan, sendirian, hanya ditemani sebuah laptop dan proyektor. Di ujung sana duduk dua penguji tanpa senyum. Deg-degan juga. Bukan apa-apa, hanya khawatir gak lolos saja karena pasti bakal malu.

Dulu sempat kepikiran bahwa para penguji adalah orang-orang BRI atau akademisi. Ternyata bukan. Sesuai judulnya, mereka pemimpin redaksi media cetak nasional. Logis, lantaran yang dites wartawan(atau yang sedang belajar jadi wartawan seperti saya). Yang pasti, di ruang yang saya tempati, sebagai penguji adalah pimred Investor Daily Primus Dorimulu dan pimred Republika Nasihin Masa.

Terus terang, saya sempat nervous. Aneh saja karena tes ini seolah-olah Ujian Nasional yang menentukan hidup mati anak SMA itu.  Setelah basa-basi perkenalan diri, presentasi makalah dimulai dengan limit waktu maksimal 30 menit. Setengah jam berikutnya tanya jawab. Harus diakui momen ini cukup menegangkan. Pertanyaan penguji kritis, tajam, dan penuh pancingan.  Bahkan ada beberapa yang teknis banget tentang keilmuan hukum dan peraturan perundang-undangan,yang saya sendiri saja lupa dulu waktu kuliah masuk atau nggak. :d

Eniwei, penilaian tes ini terdiri atas tiga hal: presentasi, pengetahuan umum, dan pengalaman kerja sebagai jurnalis. Presentasi memiliki bobot terbesar, yakni 50%, berikutnya 30% dan 20%. Jadi sekedar tips buat siapapun yang kebetulan akan ikut tes ini, siapkan presentasi terbaik dan kuasai materi itu. Paparkan secara jelas, padat, dan fokus. Ukir seindah mungkin di powerpoint atau semacamnya. Semakin bermutu, atraktif dan berkelas, semakin menarik perhatian penguji.

Alhamdulillah akhirnya semua mengalir damai. Ketika empat hari berikutnya muncul pengumuman (22/4/13), nama saya katut. Selesaikah persoalan? Belum.

SIMAK UI

Salah satu ketentuan dalam Program Beasiswa Jurnalis BRI mengharuskan peserta untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri (PTN) di kota tempat peserta bekerja. Mengingat saya di Jakarta, ada beberapa opsi: UI, Universitas Negeri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Gadjah Mada (UGM punya kampus S2 di Jakarta). Karena saya telah menentukan jurusan hukum, pilihan pun mengerucut pada UI atau magister UGM.

Pada akhirnya memutuskan pilih UI. Apalagi, teman sekaligus senior di kantor yang lolos beasiswa itu juga memilih kampus yellow jacket. Cerita pun berlanjut. Untuk masuk UI, itu artinya harus lolos seleksi masuk (SIMAK UI). Dan itu tes. Ohhh..

SIMAK UI berlangsung pada 30 Juni 2013. Peserta SIMAK untuk program S2 kebanyakan ditempatkan di gedung S Fakultas Teknik UI Depok. Begitu pula saya. Datang dan ikut tes ini seketika menyeret memori pada 1998 silam saat ikut UMPTN. Sungguh tak mengira bakal memegang pensil 2B lagi, bertemu soal-soal ruwet, lembar jawaban komputer, dan ketegangan tingkat tinggi.

Well, ini tes sungguhan dan benar-benar mendebarkan. Tingkat ketakutan gagal jauh lebih besar dan klimaks dibanding saat tes penentuan nama penerima beasiswa. Jika pada tes di BRI lebih berkutat dengan materi presentasi yang kita buat sendiri, tes SIMAK UI lebih kompleks, mencakup Tes Potensi Akademik (2,5 jam) dan Bahasa Inggris (1,5 jam).

Saya termasuk golongan yang ampun-ampun kalau kena tes TPA. Benar saja, ketika kena soal-soal matematika yang semuanya menggunakan persamaan itu, kepala mendadak pusing, perut mual, dan pandangan setengah kabur. Hihihi…

Masa-masa jelang pengumuman itu termasuk menggelisahkan. Meski dibuat santai, ada juga perasaan khawatir tak lulus. Beberapa pernyataan teman cukup menenangkan. Katanya,”Santai saja, pasti lolos. Ini kan S2, bukan S1. Kalau S2 itu tempat kampus cari uang,”katanya. Saya gak tahu benar apa tidak. Bisa jadi benar, bisa juga tidak.

Bahwa saya merasa seleksi itu sungguhan karena pernah ada teman dua kali ikut tes SIMAK UI untuk program S2, tak berhasil. Padahal dia sangat cerdas. Apapun, lepas dari itu semua, penantian panjang penuh harap akhirnya terwujud.

Pengumuman SIMAK UI untuk semester gasal 2013/2014 pada 19 Juli 2013 menyebut nama saya lulus. Alhamdulillah…Dan, kini status saya mahasiswa (lagi). Awal perkuliahan sejatinya dimulai 2 September. Tapi, dengan alasan keterbatasan kelas, Pasca-Sarjana Hukum UI mengundurnya pada Senin besok, 9 September.

GAMBAR PENGUMUMAN

Flashback

Jika dihitung sejak lulus kuliah S1, ini berarti 10 tahun. Saya angkatan 1998 FH Universitas Brawijaya Malang dan menyelesaikan kuliah sesuai standard anak jenius (kikikikik). September 2002 saya lulus (empat tahun brooow dengan IPK di atas 3/skala 4, sungguh bagus untuk ukuran mahasiswa yang rajin titip absen seperti saya).  Namun baru kebagian jatah wisuda 1 Maret 2003.

Saya sendiri gak tahu mengapa mengambil jurusan hukum (mungkin karena ini pula sampai sekarang saya gagap dan sering blank kalau ditanya soal hukum. Barangkali ini juga yang membuat saya gak jadi pengacara atau sebangsanya, tapi malah terus-terusan magang jadi kuli tinta).

Rasa-rasanya memang garis Tuhan. Saya yang selepas SMA 1998 sempat ikut bimbel di Surabaya demi berstatus mahasiswa Ilmu Politik FISIP Unair, eh kenyataannya justru menulis Unibraw saat mengisi form UMPTN.

Saya gak tahu juga nanti kuliah lagi itu seperti apa rasanya. Yang pasti, bismillah saja. Niat ingsun nggolek ilmu….

hukum UI

 

Advertisements

10 responses to “Back to Campus

  1. ihiiyy… pertama : ikut bangga..!

    kikikik….adohh jangan bund. ini kebetulan saja. Eniwei terima kasih dukungan dan doanya. siapa tahu saya lulus jadi dokter gigi :d

  2. selamat jadi mahasiswa baru……..
    mudahan nggak kagok ya…..

    heheh…makasih bu Monda. itu dia, sudah lama banget gak sekolah..terima kasih dukungannya :d

  3. Baru kedetek ada postingan baru dan ini berita bahagia.
    Selamat Mas Zen.
    Keduanya baru tahu kalo kuliah satu jurusan sama saya tapi terdampar di wilayah yang jauh berbeda. Saya merasakan sedikit ada hubungan dengan hukum karena pegang SDM dimana hukum perburuhan masih nyangkut2 lah he he. Di luar itu blassss jauh… terakhir ngantor malah pegang keuangan wkwkwk. Kini ngeblog .. jadi kalau mengakui jauh di wilayah hukum, saya lebih jauh he he.

    Tapi salut S2nya masih pilih hukum juga jadi kelak kalo berubah pikiran kemudian terlantar jadi pengacara saya ikut magang lah di tempat mas Zen he he.

    hahahahah…..makasih doa dan supportnya kang. kebetulan aja nih….eniwei iya kita satu jurusan. Dan saya benar-benar berkhianat akademik inih. Masih untung kang Yayat pernah pegang SDM, lha saya babar blass hehehe. Tau gini dulu ngambil komunikasi aja kali ya…hahah

    Sekali lagi selamat sukses semoga cepet lulusnya 🙂

  4. Kalau ngomongin kampus jujur saya sedikit malu, hehehe.. lha kuliah saya dulu di kampus palin gkecil seplanet bumi, hahaha, tapi alhamdulillah walau cuma lulusan kampus kecil sekarang sudah bisa bekerja dan cukup sejahtera :), walah jadi curhat saya

    Heheh…aduh mas, pinter gaknya orang gak tergantung besar kecilnya kampus. Lha buktinya saja mas Yos sudah makmur toh.. yang penting kan bagaimana kita meningkatkan performa dan melihat peluang. Eniwei, salam kenal dan trims supportnya mas..

  5. Selamat ya mas
    Semoga lancar dan cepat selesai kuliahnya
    Saya dulu malah dapat M.Sc di India
    Salam hangat dari Surabaya

    Waahhh ada pakde Cholik…matur sembah nuwun dukungannya pakde Cholik. Saya banyak terinspirasi juga dari komandannya BlogCamp (biarpun jarang nulis komen heheh). Salam hangat kembali pakde, mohon doanya…

  6. waaaa lha mas zent kok malah ndisiki, kan harusnya saya dulu hheheeheh, tapi yag jelas selamat mugi-mugi tansah pinaringan kiyat, sehat, wal afiat 🙂

    Wkakakakakakkakak………………amiinnnnnnnnn. matur suwun dungone mbak taka….

  7. Pertama selamat dulu udah terima beasiswa dari BRI, kedua selamat udah diterima di UI. Jadi gimana rasanya kuliah lagi setelah 10 tahun?

    Terima kasih mas alris, maaf baru balas lama gak buka blog soalnya hehehe…alhamdulillah kuliah lagi rasanya mumet mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s