Young de Brock

Apakah sampean mengerti atau pernah dengar Young de Brock? Silakan gugling jika masih merasa asing. Tapi, semestinya sampean kudu kenal dan sayang. Ini grup band bluesrock yang keren abis. Saya akan menulis sekelumit kisahnya.

This slideshow requires JavaScript.

Jika jagat musik indie adalah hamparan tanah berhumus, tunas-tunas yang tumbuh di atasnya tak lain kelahiran para musisi di jalur itu. Tak peduli kesenyapan publisitas, mereka hadir, berkarya, dan meniupkan ruh bermusik. Di tangan orang-orang ini idealisme seperti pupuk dan naluri bermusik ibarat air. Jadilah ranah indie tak pernah kering. Dia akan selalu riuh dalam balutan slogan do it your self.

Mewarnai semesta musik indie Tanah Air, satu tunas belum lama ini menyembul. Young de Brock, grup band asal Jakarta, mulai menghardik dengan lagu-lagu blues mistik rock-nya. Digawangi lima personel: Sabar (vokal), Satria (gitar), Putra (gitar), Haikal (bass) , dan Rendy (drum), kuintet alumnus Universitas Al-Azhar Indonesia itu telah melemparkan album perdana bertajuk Siap Melayang.

Konser mini di kawasan Kemang akhir Maret lalu menjadi tetenger (penanda) kelahiran olah pikir bermusik mereka yang mewujud. Dalam balutan gerimis, satu-per satu dari delapan tembang pada album gress itu memecah malam akhir pekan. Social Jail, lagu yang diandalkan sebagai single sudah cukup membuat seratusan fans meledak dalam atmosfer rock. Kencang, bertenaga, dan ”rumit”.

Social Jail adalah kerinduan dan pemberontakan. Kerinduan akan kampung halaman dan pemberontakan atas realita kehidupan Ibu Kota. ”Sawah, rumput, dedaunan hijau, dan udara sejuk di kampung halaman itu selalu diimpikan. Namun ketika kembali ke keseharian, sangat bertolak belakang. Maka darinya di aransemen ini ada gesekan-gesekan dari rasa berontak,” kata Sabar, frontman yang juga piawai bermain alat musik jimbe.

Young de Brock sejatinya bukan grup baru. Kumpulan musisi yang bernaung di akun @YoungdeBrock itu telah hadir pada 2006, dibentuk atas dasar pertemanan dan kesamaan visi. Namun eksistensi mereka diuji kesibukan masing-masing personelnya.

Sebut saja Haikal yang berkutat di kantor advokat dan kemudian meneruskan studi di Magister Hukum Universitas Indonesia. ”Komitmen yang membuat kami berhasil menuntaskan album awal ini,” kata bassist yang sangat apik dalam memainkan teknik slap, menemukan tone, dan improvisasi itu.

Selain Social Jail, pada album Siap Melayang yang dirilis oleh label Demajors Independent Music Industry (DIMI) itu tertanam Jingga, Tanamur, Kawalan, Mistique Life, Sempak Biru, A Long Day with My Friends Joe, dan Noise in the Sun.

Catatan khusus perlu diberikan untuk Jingga. Tembang berdurasi 4,23 menit yang kaya nuansa rock, funk dan sedikit groove itu single pertama (sebelum tercipta album) dan telah dibagi gratis di akun soundcloud mereka pada September 2013.

Siap Melayang tak dimungkiri tonggak dan momentum Young de Brock. Album ini layak disebut sebagai kristalisasi perjuangan para punggawanya selama kurang lebih tujuh tahun. Sebuah penantian panjang yang akhirnya benar-benar terkabul. ”Kami lega berhasil ’melepas keperjakaan’. Terima kasih buat semua yang mendukung album ini,”kata Sabar.

Pertanyaannya, sampai kapan mereka akan terus menapak jalan bermusik itu? Akankah grup musik ini didesain langgeng?

Barangkali waktu memang yang akan menjawab. Tapi, jika merujuk prinsip bahwa musik adalah jiwa dan kemerdekaan, patutlah menengok tulisan Nick Hasted, why musicians play into their old age di laman media asal Inggris The Independent.

Nick kagum mengapa orang setua Jet Black (76 tahun) dan Ginger Baker (75), saksofonis Sonny Rollins, 80, atau BB King,88, masih terus memainkan musiknya. Nick mendefinisikan musisi tak ubahnya aktor.”Mereka benci meninggalkan panggung,”katanya.

Musisi sejati memang akan selalu berkarya dan menghayati. Seperti Rollins yang melawan tubuh rapuhnya untuk menjaga kejeniusannya tetap hadir, untuknya sendiri, juga untuk pengagumnya.

So, bagaimana Young de Brock?…..

 

***

note: poto ngambil di beberapa sumber:freemagz, berisikradio,twitter dll

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s