Met Ultah, Nduk…..

Kemarin dan Nanti…………..

This slideshow requires JavaScript.

Rasanya baru kemarin,
Suara tangismu memecah keheningan malam selepas isya, di sebuah kamar lantai dua ujung Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta. Ku tertegun..tapi mataku berbinar.

Rasanya baru kemarin,
Kuusapkan kain kecil basah, memoles tubuhmu yang lunak dan sangat lentur itu. Ku tak berani keras, takut menyakitimu.

Rasanya baru kemarin,
Kupeluk erat dirimu dalam dekapanku. Di bawah siraman surya, kita tersenyum bersama. Kutahu, engkau belum bisa melihatku. Mungkin, nyanyian cemprengku yang membuat bibirmu merekah. Manis…

Rasanya baru kemarin,

Bundamu terpekik mendengar bunyi keras, siang selepas Jumatan. Suara itu nak, kepalamu yang menghantam lantai usai meluncur deras dari ranjang 50 senti. Tak terperikan tangismu, tak tertahankan jerit ibumu.

Rasanya baru kemarin,

Ku bawa dirimu berputar pelan di ruang tamu kita yang tak seberapa luas itu. Lelap tidurmu seakan menikmati salawat Nabi dari orang-orang bersarung dan berpeci. Kau pun bahkan tak membuka kelopak mata saat gunting kecil nan tajam itu memangkas ujung-ujung rambutmu yang hitam mengilat.

Tapi kemarin adalah kemarin. Dan sekarang adalah saat ini…….

Saat ini,
Kau sudah hampir setinggi bundamu. Semampai dengan rambut kritingmu yang elok itu…

Saat ini,
Tak ada lagi kain bedong untuk membungkusmu. Kau bahkan kerap rewel urusan baju. Pilih warna dan padu padan.

Saat ini,
Tak ada lagi pelajaran abjad dan satwa. Tak perlu lagi puzzle-puzzle sederhana dan belasan bonek untuk mengasah sensorik-motorikmu..kau bahkan sudah kelas 3SD.

Saat ini,
Tak perlu nina bobo untuk mengantarmu ke peraduan. Lagu-lagu barat bahkan kau lahap: Ariana Grande, Katy Perry, Demi Lovato dan sebangsanya.. (entah kapan The Beatles, Metallica, Krakatau atau Iwan Fals yang kuajarkan kau nyanyikan..)

Saat ini,
Kau bukan lagi bocah kecil yang sempurna penurut. Imajinasi dan argumentasimu meningkat, membuatmu kadang mengajak berdebat. Ah, …

Begitulah dirimu..
Kau terus beranjak besar. Terkadang manis manja, tapi sering pula memantik pusing di kepala….hmmmm.

Nduk,
Aku tak akan pernah lupa bahwa tangismu malam itu, 18 September 2006, adalah amanah Tuhan untukku dan Bundamu. Met Ulang Tahun ke-9 Khansa Zen Azzahra. Semoga azan di telingamu dulu adalah bekal awal yang sempurna untuk mengiringi langkahmu. Kemarin, hari ini, dan nanti….

#puisi tahunan, dimodifikasi tiap tahun

Advertisements

4 responses to “Met Ultah, Nduk…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s