Young de Brock

Apakah sampean mengerti atau pernah dengar Young de Brock? Silakan gugling jika masih merasa asing. Tapi, semestinya sampean kudu kenal dan sayang. Ini grup band bluesrock yang keren abis. Saya akan menulis sekelumit kisahnya.

This slideshow requires JavaScript.

Jika jagat musik indie adalah hamparan tanah berhumus, tunas-tunas yang tumbuh di atasnya tak lain kelahiran para musisi di jalur itu. Tak peduli kesenyapan publisitas, mereka hadir, berkarya, dan meniupkan ruh bermusik. Di tangan orang-orang ini idealisme seperti pupuk dan naluri bermusik ibarat air. Jadilah ranah indie tak pernah kering. Dia akan selalu riuh dalam balutan slogan do it your self. Continue reading

The Salemba Band

Apakah sampeyan pernah dengar atau tahu The Salemba Band? Yup, inilah grup band yang digawangi para warga binaan (narapidana) Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Di balik tembok tebal penjara mereka bernyanyi dan bermusik. Meletupkan emosi lewat cabikan gitar dan bas, gebukan drum, tuts-tuts piano, dan senandung lagu tentang cinta, optimisme, nasionalisme, religi, dan perlawanan terhadap narkoba. Perjumpaan saya dengan mereka pada akhirnya mencuatkan satu hal: apresiasi! Saya memuji kreativitas dan semangat mereka yang tak pernah padam.

This slideshow requires JavaScript.

Cucuran gerimis sepanjang sore akhir Desember lalu mengembuskan angin dingin di seantero Ibu Kota. Tak terkecuali di pelataran Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Jakarta Pusat (Rutan Salemba), hawa meresap tulang itu terasa benar menerpa. Kian beranjak senja, rintik air langit tak juga berkurang. Saat dingin terus menyeruak, tak jauh dari tempat itu justru kehangatan yang membuncah. Continue reading

Secuil malam di RM Sinar Minang

Sebungkus Dji Sam Soe itu tergeletak di meja. Tak jauh darinya, A Mild Menthol yang isinya tinggal menyisakan empat biji bersanding. Kami ternyata sama-sama doyan rokok. Dan yang pasti, kami juga lahap dengan nasi padang.

Merokok, jelas tidak sehat. Tapi menikmati kepulan asap dari tembakau yang terbakar sepertinya menjadi bumbu manis dalam perbincangan hangat di RM Sinar Minang, ujung jalan Wahid Hasyim, Jakarta, malam itu (Senin 24/12). Ini pertemuan pertama saya dengan fotografer dan master adsense andal dari Surabaya, Kang Yayat. Continue reading

Tantangan Hitam Putih…

A true photograph need not be explained, nor can it be contained in words.
(Sebuah foto yang benar tidak perlu dijelaskan, juga tidak bisa terkandung dalam kata-kata)

Salah satu kutipan Ansel Adams (1902-1984), fotografer legendaris  AS yang terkenal akan foto-foto hitam putihnya (black and white photography) itu selintas muncul ketika suhu motret saya mengambil jeda rutinitasnya dengan menampilkan karya monocrom-nya. Continue reading

REBORN…..

Saya benar-benar speechless ketika pesan di Facebook itu datang. Seorang sahabat, senior persisnya, memberikan kejutan teramat istimewa. Kang Yayat, blogger Sunda-Surabaya itu menghidupkan lagi zenteguh.com. Wow……………… this is a challenge. Really really big challenge….

Sekelumit flashback, tiga tahun silam saya iseng-iseng beli domain dot com dan menciptakan www.zenteguh.com. Untuk apa? Ya sudah pasti untuk nggaya :d. Kala itu semangat ngeblog lagi kenceng-kencengnya, rasanya gak keren kalau enggak punya domain sendiri. Masak pakai gratisan terus sih…

Tujuan pertama tercapai. Rasanya gagah memang pakai dot com. Apalagi untuk blogger bau kencur seperti saya ini. Makin nggaya kalau searching dan menemukan nama itu di mesin pencari. Tak heran di awal-awal itu, saya cukup rajin mengisi. Gak usah ditanya soal PR atau alexa. PR saya masih 0 dan alexanya obesitas.  Wajar karena memang itu buat ”sombong” saja. Heehe..

Tapi, persoalan utama lagi-lagi terletak pada konsistensi. Kebetulan, saya orang ini termasuk inconsistent author. Ketika dihadapkan tugas-tugas kantor dan urusan keluarga, semangat nulis turun drastis. Well, ini memang alasan klasik, tapi memang itulah yang terjadi. Singkat cerita, zenteguh.com hanya  seumur jagung.

Ketika masa-masa perusahaan penyedia jasa domain itu mengirimkan pengingatnya berkali-kali untuk memperpanjang datang, saya cuekin aja. Jadilah blog itu tinggal cerita. Saya bahkan lupa kalau pernah punya itu. Continue reading

Mulyawan Munial…

Inilah sosok di balik kedatangan superstar lapangan hijau ke Tanah Air. Bermodalkan imajinasi, tekad, dan jaringan, Mulyawan Munial mendirikan Munial Sport Group (MSG), perusahaan agen pemasaran olahraga pada 2009 silam. Lewat proses yang dibangun setahap demi setahap, Muly sukses membawa Cesc Fabregas, Rio Ferdinand, Edwin van der Sar, Jose Antonio Reyes, Xabi Alonso dan lain-lain ke Jakarta. Apa kuncinya?

 

For the best person that be ever meet in this world, Muly.

Coretan spidol hitam itu tertulis di kostum tim nasional Spanyol. Di bawahnya, terbubuh beberapa tanda tangan. Salah satunya milik Jose Antonio Reyes, mantan pemain Atletico Madrid dan timnas Spanyol yang kini merumput di Sevilla. Jersey itu terbentang dalam sebuah bingkai kaca besar, disandarkan di tembok kantor Munial Sport Group, kawasan Kemang, Jakarta Selatan. ”Saya cukup terharu dengan tulisan ini. Tidak menyangka Reyes mempersiapkan ini khusus untuk saya,” kata Muly.

Totalitas di Olahraga (SINDO/EKO PURWANTO)

Kostum berhias tanda tangan Reyes bukan satu-satunya pemandangan di ruang kerja lelaki kelahiran Medan, 1 Agustus 1974 ini. Bagi penggila bola, masuk ruangan seluas tak lebih dari 7×5 meter itu bisa jadi tercengang, bahkan mungkin iri bukan kepalang. Betapa tidak, di ruangan berdesain minimalis nan cozy itu terbentang pula kostum milik Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka. Tak cuma itu, Muly pun memiliki kostum asli Los Blancos, julukan Real Madrid, yang dijejali tanda tangan seluruh pemainnya. ”Presiden Madrid Florentino Perez juga ikut tanda tangan,” sebut Muly sambil menunjuk tanda tangan di dekat pundak kanan kostum warna putih itu.

Well, Muly memang seolah lakon tunggal di bisnis ini. Berikut petikan wawancara saya dengann peraih gelar MBA dari Bond University, Australia, akhir Juni lalu. Continue reading

El Chapo, Sang Kartu Truf…

Sampean tahu Joaquin  Archivaldo Guzman Loera? Dua tahun silam saya pernah menulis kisahnya. Kini, saya akan kembali mengulasnya. Masih tentang kehebatannya, nama besarnya, juga setumpuk dosanya. Well, inilah sosok yang dilabeli ”Orang Paling Dicari di Dunia” setelah Osama Bin Laden menemui ajal Mei 2011 lalu.

El Chapo alias si Pendek, demikian Joaquin Guzman dikenal, adalah gembong narkoba, penguasa Kartel Sinaloa yang sering digambarkan sebagai organisasi perdagangan obat bius paling kuat di belahan bumi Barat.

Kartel Sinaloa mengendalikan bisnis peredaran kokain, ganja, dan metampetamine di Meksiko juga menyelundupkan ke AS melalui darat, udara, dan laut. Bisnis obat terlarang  ini juga diyakini menyebar ke 50 negara. Continue reading