Photographic Memory…

Percayalah judul di atas menipu belaka. Ini sama sekali bukan tentang fotografi. Ini hanya cerita betapa kamera saku digital Cannon Powershot A3000IS telah memberikan saya begitu banyak kenangan. Gambar-gambar yang tak akan terlupakan.

A3000IS adalah kamera digital pertama dan satu-satunya yang saya miliki. Sederhana saja, saya belum sanggup beli DSLR sehingga kamera saku adalah pilihan paling rasional. Lagipula, saya toh cuman penganut mahzab ALP, Auto Langsung Pencet. Mana bisa saya atur-atur segala fungsi dalam kamera itu untuk menghasilkan gambar bagus. Sudah jelas saya pemula yang selalu menyerahkan sepenuhnya pada fungsi “auto” untuk menangkap objek. Continue reading

BERLIN…….#Molt

This slideshow requires JavaScript.

Bukankah saya pernah cerita tentang Maret yang beku di Berlin? Begitulah, dingin yang sadis telah meluruhkan daun-daun tanpa ampun. Tapi, Tuhan memang sungguh selalu membuat kagum. Dia ciptakan meranggas (molt) sebagai perjalanan untuk berhias. Ranting-ranting tanpa mahkota di kala dingin menerjang itu kelak menjelma indah ketika musim semi datang. Betul, meranggas sejatinya hanyalah sebuah kontemplasi. Cuma sebuah jeda…. Continue reading

Pada Sebuah Taman…

Masih adakah ruang untuk menyemai peradaban di tengah hiruk-pikuk Jakarta? Datanglah ke beberapa taman kota. Di sana, kita bisa bergabung dengan warga yang melepaskan diri dari keruwetan kota, bersantai, sekaligus bergaul dengan sesama secara lebih manusiawi.

Aline awal (lead) headline Kompas, Minggu 8 Agustus 2010, itu benar adanya. Kepada taman rasanya penat, suntuk, dan kuyu bisa disandarkan. Kepada taman rasa frustrasi sejenak terobati. Lusuh dan peluh luruh. Amarah perlahan memusnah.

Air. Daun. Kupu.  Bunga. Angin. ……………..menyatu dalam harmonisasi tanpa polusi, menentramkan sekaligus memberi kesejukan. Ia menawarkan jeda atas segala karut marut Ibu Kota. Continue reading

Secuil malam di RM Sinar Minang

Sebungkus Dji Sam Soe itu tergeletak di meja. Tak jauh darinya, A Mild Menthol yang isinya tinggal menyisakan empat biji bersanding. Kami ternyata sama-sama doyan rokok. Dan yang pasti, kami juga lahap dengan nasi padang.

Merokok, jelas tidak sehat. Tapi menikmati kepulan asap dari tembakau yang terbakar sepertinya menjadi bumbu manis dalam perbincangan hangat di RM Sinar Minang, ujung jalan Wahid Hasyim, Jakarta, malam itu (Senin 24/12). Ini pertemuan pertama saya dengan fotografer dan master adsense andal dari Surabaya, Kang Yayat. Continue reading