Met Ultah, Nduk…..

Kemarin dan Nanti…………..

This slideshow requires JavaScript.

Rasanya baru kemarin,
Suara tangismu memecah keheningan malam selepas isya, di sebuah kamar lantai dua ujung Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta. Ku tertegun..tapi mataku berbinar.

Rasanya baru kemarin,
Kuusapkan kain kecil basah, memoles tubuhmu yang lunak dan sangat lentur itu. Ku tak berani keras, takut menyakitimu. Continue reading

Advertisements

Photographic Memory…

Percayalah judul di atas menipu belaka. Ini sama sekali bukan tentang fotografi. Ini hanya cerita betapa kamera saku digital Cannon Powershot A3000IS telah memberikan saya begitu banyak kenangan. Gambar-gambar yang tak akan terlupakan.

A3000IS adalah kamera digital pertama dan satu-satunya yang saya miliki. Sederhana saja, saya belum sanggup beli DSLR sehingga kamera saku adalah pilihan paling rasional. Lagipula, saya toh cuman penganut mahzab ALP, Auto Langsung Pencet. Mana bisa saya atur-atur segala fungsi dalam kamera itu untuk menghasilkan gambar bagus. Sudah jelas saya pemula yang selalu menyerahkan sepenuhnya pada fungsi “auto” untuk menangkap objek. Continue reading

Celaka dari Beograd

Namanya juga apes. Musibah. Bisa datang kapan saja dan di mana saja. Termasuk di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Karena mengerem mendadak, motor Shogun saya terjungkal. Sudah barang tentu saya yang di atasnya ikut ndlosor mencium aspal. Duhh..

Kejadiannya kalau gak salah Selasa 18 September sekitar pukul 16.00 WIB. Seperti biasa saya menggeber Shogun andalan melintasi Kemanggisan-Tanah Abang-Kebun Sirih untuk menuju kantor. Tidak ada yang berbeda sebenarnya. Tapi, sore itu memang nasib buruk melanda.

Dalam kecepatan sedang (ya sekitar 70-an km/jam), motor Shogun melewati sebuah gundukan aspal kecil. Apes sekali ndilalah saat itu hanya satu tangan yang memegang kemudi. Tangan kiri  membetulkan tas slempang yang tertiup angin. Sial, guncangan keras itu membuat tangan reflek tarik rem depan.

Bruakk…keseimbangan hilang. Motor ambruk dan meluncur deras. Dengan pantat separuh masih nempel di jok, separuh lainnya di aspal, saya ikut terseret. Srutttt…lumayan sekitar tiga meter. Gedublak-gedublak…motor baru berhenti setelah ujung kemudi menghantam trotoar. Continue reading

Met Ultah Nak…

Rasanya baru kemarin,
suara tangismu memecah keheningan malam selepas isya, di sebuah kamar di lantai dua, di bangunan era kolonial di ujung Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta. Ku terdiam..tapi mataku berbinar.

Rasanya baru kemarin,
Kuusapkan kain kecil basah memoles seluruh tubuhmu yang lunak dan sangat lentur itu, mencoba menghilangkan daki dan bau. Ku tak berani keras, takut menyakitimu.

Rasanya baru kemarin,
Kupeluk erat dirimu dalam dekapanku. Di bawah siraman cahaya surya di depan rumah kontrakan Bang Haji, kita tersenyum bersama. Kutahu, engkau belum bisa melihatku. Ku yakin, suarakulah yang membuatmu menyunggingkan senyum manismu…

Rasanya baru kemarin,
Bundamu terpekik, histeris, saat terdengar suara “gladuk…”, sekitar jam satu siang ketika orang berduyun-duyun turun masjid selepas Jumatan. Suara itu nak, kepalamu yang terbentur lantai karena jatuh dari ranjang setinggi sekitar setengah meter. Tak terperikan tangismu, tak tertahankan jerit Bundamu. Continue reading