Met Ultah, Nduk…..

Kemarin dan Nanti…………..

This slideshow requires JavaScript.

Rasanya baru kemarin,
Suara tangismu memecah keheningan malam selepas isya, di sebuah kamar lantai dua ujung Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta. Ku tertegun..tapi mataku berbinar.

Rasanya baru kemarin,
Kuusapkan kain kecil basah, memoles tubuhmu yang lunak dan sangat lentur itu. Ku tak berani keras, takut menyakitimu. Continue reading

Young de Brock

Apakah sampean mengerti atau pernah dengar Young de Brock? Silakan gugling jika masih merasa asing. Tapi, semestinya sampean kudu kenal dan sayang. Ini grup band bluesrock yang keren abis. Saya akan menulis sekelumit kisahnya.

This slideshow requires JavaScript.

Jika jagat musik indie adalah hamparan tanah berhumus, tunas-tunas yang tumbuh di atasnya tak lain kelahiran para musisi di jalur itu. Tak peduli kesenyapan publisitas, mereka hadir, berkarya, dan meniupkan ruh bermusik. Di tangan orang-orang ini idealisme seperti pupuk dan naluri bermusik ibarat air. Jadilah ranah indie tak pernah kering. Dia akan selalu riuh dalam balutan slogan do it your self. Continue reading

Kisah dari Beograd (3-fishing)

Ada begitu banyak hal menarik di Beograd. Dari sisi sejarah, kota terbesar di Serbia ini pernah menjadi saksi atas kejamnya perang dan indahnya perdamaian. Beograd, yang dulu disebut Singidinum oleh bangsa Celtik dan menjadi Beligrad (Kota Putih) ketika diduduki imperium Romawi adalah medan pertempuran tiada henti. Berbagai kekuasaan pernah bertarung memperebutkan wilayah yang disebut-sebut sebagai jantung Balkan ini.

This slideshow requires JavaScript.

Setidaknya, Byzantium, Romawi Timur, hingga Kekhalifahan Ustmaniyah (Ottoman) silih berganti menguasai Beograd. Hingga 1801, kota seluas 359,96 km persegi ini dikuasai Turki sebelum akhirnya bebas pada 1878 dan bertransformasi menjadi kerajaan pada 1882.

Di era kecamuk perang dunia ketika konflik Barat-Timur begitu menganga, Beograd menuliskan sejarahnya sendiri dengan mengambil jalan tengah yang tak akan pernah dilupakan siapapun. Beograd menjadi tempat penyelenggaraan pertama sidang Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement) pada September 1961. Semua orang mengerti GNB lahir atas ide besar Joseph Broz Tito (Yugoslavia), Soekarno (Indonesia), Jawaharlal Nehru (India), Gamal Abdel Nasser (Mesir), dan Kwame Nkrumah (Ghana). GNB mewujud sebagai celah perdamaian dunia. Continue reading

The Salemba Band

Apakah sampeyan pernah dengar atau tahu The Salemba Band? Yup, inilah grup band yang digawangi para warga binaan (narapidana) Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Di balik tembok tebal penjara mereka bernyanyi dan bermusik. Meletupkan emosi lewat cabikan gitar dan bas, gebukan drum, tuts-tuts piano, dan senandung lagu tentang cinta, optimisme, nasionalisme, religi, dan perlawanan terhadap narkoba. Perjumpaan saya dengan mereka pada akhirnya mencuatkan satu hal: apresiasi! Saya memuji kreativitas dan semangat mereka yang tak pernah padam.

This slideshow requires JavaScript.

Cucuran gerimis sepanjang sore akhir Desember lalu mengembuskan angin dingin di seantero Ibu Kota. Tak terkecuali di pelataran Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Jakarta Pusat (Rutan Salemba), hawa meresap tulang itu terasa benar menerpa. Kian beranjak senja, rintik air langit tak juga berkurang. Saat dingin terus menyeruak, tak jauh dari tempat itu justru kehangatan yang membuncah. Continue reading

Kisah dari Beograd (2-Parking Zone)

Menurut sampean, apakah kebijakan pakde Jokowi mencabut-cabut pentil kendaraan (pentil lho ya dengan “e” diucapkan seperti kata enak, bukan dengan “e” seperti kata senang) efektif memberangus parkir liar di Ibu Kota? Kalo tidak, bagaimana dengan usul om Ahok yang ingin pelat nomor dicabut dan STNK diblokir?Apakah sampean yakin itu berhasil?

This slideshow requires JavaScript.

Banyak yang bilang tidak! Wajar juga sih. Urusan parkir liar di Jakarta terbilang kompleks. Orang tak mau parkir di tempatnya karena ingin murah dan mudah. Tak peduli itu melanggar, sepanjang dia merasa segalanya bisa disiasati, akan tetap saja terjadi. Pikir mereka, toh ini sudah kebiasaan dan dilakukan di mana-mana. Continue reading

Kisah dari Beograd (1-BusPlus)

Sebuah tulisan feature karya wartawan senior Kompas Trias Kuncahyono terasa meresap ke batin, 2011 silam. Dia menulis: Beograd Masih Ingat Bung Karno. Saya larut, terutama karena tulisan ringan tentang ingatan kolektif warga Beograd pada Bung Karno itu renyah, deskriptif, mengalir, dan meletupkan pijar nasionalisme. Sebuah hal tak terduga saya merasakan getaran itu setahun berselang. 

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading